Loading...

HAMA TANAMAN KEDELAI Ulat penggerek polong (Etiella zinckenella)

HAMA TANAMAN KEDELAI  Ulat penggerek polong (Etiella zinckenella)
Hama merupakan salah satu faktor kendala dalam usaha meningkatkan produksi kedelai. Salah satu adalah hama penggerek polong kedelai Etiella spp. (Etiella zinckenella dan Etiella hopsoni). Hama tersebut dapat menimbulkan kerusakan polong yang sangat parah. Kehilangan hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai 80%. Lebih dari itu, jika tidak ada tindakan pengendalian bisa mengakibatkan puso. Pengendalian hama penggerek polong sampai saat ini masih mengandalkan insektisida yang diaplikasikan secara berjadwal pada tanaman berumur 20-65 hari dengan frekuensi 2 minggu sekali, Penggunaan insektisida menjadi berlebihan sehingga seringkali tidak mengenai sasaran dan menimbulkan pengaruh samping yang merugikan secara ekononis dan ekologis. Cara tersebut dilakukan karena belum ada rekomendasi pelaksanaan pengendalian yang berdasarkan populasi hama.Mengingat kelemahan cara berjadwal tersebut, untuk mengendalikan hama penggerek polong harus digunakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Tujuannya adalah untuk menurunkan populasi hama di bawah tingkatan yang tidak merugikan tanaman. Dalam konsep PHT tersebut, insektisida digunakan sebagai pilihan terakhir apabila hama tidak dapat dikendalikan dengan cara lain. Dengan demikian, penggunaan insektisida dapat dihemat, tepat mengenai sasaran dan tidak berakibat buruk terhadap lingkungan.Penggerek polong dikenal dengan nama Etiella zinckenella, E. Hobsoni, Pod Borer, atau Lima Bean Borer. Hama ini merupakan hama utama pada kedelai, selain kumbang kedelai. Tanaman inang hama ini antara lain Crotalaria strata, orok-orok, kacang tunggak, kacang krotok, dan Teprosia candida.KlasifikasiClass : InsectaOrder : LepidopteraFamily : PyralidaeSubfamily : PhycitinaeGenus : EtiellaSpecies : Etiella zinckenella GejalaTerdapatnya bintik/lubang berwarna cokelat tua pada kulit polong, bekas jalan masuk larva kedalam biji. Seringkali, pada lubang bekas gerekan terdapat butir-butir kotoran kering yang berwarna coklat muda dan terikat benang pintal atau sisa-sisa biji terbalut benang pintal. Merusak biji dengan menggerek kulit polong muda dan kemudian masuk serta menggerek biji, sebelum menggerek larva baru menutupi dirinya dengan selubung putih hingga ada bintik coklat tua sebagai jalan masuk hama tersebut.Morfologi dan biologiPanjang tubuh 8-11mm, panjang sayap 19-27 mm, sayapnya lebih panjang daripada abdomen. Perkembangan telur antara 4-21 hari , larva antara 19-40 hari, sedangkan perkembangan pupanya antara 12-18 hari, umur imago lebih kurang 20 hari, rata-rata imagonya bertelur antara 100-600 butir telur dan perkembangannya tergantung pada suhu lingkungan. Ngengat hama ini berwarna keabu-abuan pada bagian tepi sayap ada pembatas berwarna kuning muda, rentangan sayapnya antara 24-27 mm. Telur berwarna putih mengilap dan berubah menjadi kemerah-merahan larvanya berwarna putih kekuningan. Kepala lebih besar dari pada badan dan berwarna coklat sampai hitam.EkologiPenyebaran hama ini dominan pada daerah tropis. Umumnya menyerang pada bulan mei hingga juni tetapi umumnya pada pada pertengahan bulan juni. Selain pada kedelai, juga menyerang Crotalaria striata, kacang tunggak, kacang kratok (Phaseolus lunatus), Tephrosia candida, kacang hijau dan kacang tanah Siklus hidupTelur diletakkan berkelompok 4-15 butir di bagian bawah daun, kelopak bunga atau pada polong. Telur berbentuk lonjong, diameter 0,6 mm. pada saat diletakkan telur berbah kemerahan dan berwarna warna putih mengkilap, kemudian berwarna jingga ketika akan menetas. Setelah 3-4 hari, telur menetas dan keluar ulat berwarna putih kekuningan, kemudian berubah menjadi hijau dengan garis merah memanjang. Ulat instar 1 dan 2 menggerek polong daun, menggerek biji dan hidup di dalam biji. Setelah instar 2, ulat hidup di luar biji. Dalam satu polong sering dijumpai lebih dari 1 ekor ulat. Ulat instar akhir mempunyai panjang 13-15 mm dengan lebar 2-3 mm. Kepompong berawarna coklat dengan panjang 8-10 mm dan lebar 2 mm, dibentuk dalam tanah dengan terlebih dahulu membuat sel dari tanah. Setelah 9-15 hari, kepompong berubah menjadi ngengat. tunggak, kacang kratok (Phaseolus lunatus), Tephrosia candida, kacang hijau dan kacang tanahPengendaliana. Pengolahan tanah minimum 1 kalib. Jarak tanam 30 cm x 20 cmc. Cara tanam yaitu tunggal 2 - 3 cmd. Jumlah tanaman per rumpun adalah 2 benih per lobange. Pemupukan Urea 50 kg, TSP 100 kg dan KCL 100 kg/haf. Penyiangan dilakukan 2 kali yaitu 20 dan 40 hari setelah tanamg. Pembumbunan dilakukan 1 kali yaitu 20 hari setelah tanamh. Pengendalian hama dan penyakit yaitu:- Untuk perlakuan benih digunakan Furadan minimal 3 gram- Selama penanaman digunakan Decis 2,5 EC dalam takaran 0,5 cc /liter dan Metonyl 2 cc per liter pada umur 25 hari setelah tanam.i. Musuh alami menggunakan Parasitoid telur, Trichogrammatoidea bactrae bactrae (Hymenoptera: Trichogrammatidae). Parasitoid larva, Baeognatha spp.dan Phanerotoma sp. (Hymenoptera: Braconidaeh. semprot insektisidaSemprot dengan insektisida bila populasi mencapai ambang kendali (klorfluazuron, betasiflutrin, sipermetrin, alfametrin, carbosulfan, sihalotrin, sipermetrin). Sumber : 1. http://pangan.litbang.pertanian.go.id2. LPM Brosur BPP Adipala