Serangan hama, penyakit dan gulma merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman kenaf. Terdapat 23 spesies hama yang menyerang tanaman kenaf mulai dari akar, batang, daun, bunga dan biji, namun berikut ini hanya akan membahas tiga spesies, yaitu Amrasca biguttua (Ishida), Spedoptera litura (F.) dan Nezara viridula (L) var.smaragdula (F.)1. Amrasca biguttua (Ishida) Amrasca biguttua atau wereng kenaf merupakan hama yang cukup penting pada tanaman kenaf. Potensi kehilangan karena serangan wereng kenaf ini bisa mencapai 19%.BiologiA. biguttula meletakkan telur dengan cara menyisipkan pada ibu tulang daun atau tangkai daun. Selanjutnya dari telur akan keluar nimfa yang berwarna hijau kekuning-kuningan. Stadia nimfa berlangsung selama 10-16 hari. Nimfa dan imago mengisap cairan sel jaringan tanaman yang masih muda, dan banyak dijumpai di permukaan bawah daun. Gejala kerusakanA.biguttula menyerang tanaman mulai awal pertumbuhan sampai menjelang panen dengan cara menusuk dan menghisap cairan sel tanaman. Gejala awal tanaman yang terserang hama ini yaitu tepian daun memerah kemudian melengkung, selanjutnya warna merah tersebut meluas keseluruh permukaan daun dan akhirnya kering. Pada serangan berat, tanaman meranggas dan mati karena daun kering dan rontok. Tanaman muda yang terserang hama ini akan terhambat pertumbuhannya produktivitas serat menurun.Cara pengendalianPengendalian hama wereng kenaf disarankan menggunakan pengendalian terpadu sebagai berikut: (1) Menanam varietas kenaf yang tahan (Hc G4); (2) Penyemprotan insektisida monokrotofos hanya dilakukan pada saat populasi hama wereng kenaf tinggi (umur 45-75 hari); (3) Penanaman kenaf diantara dua musim tanam padi di lahan irigasi mengurangi serangan hama A. biguttula pada tanaman kenaf; (4) Menggunakan musuh alami seperti predator dari Acarina.2. Spedoptera litura (F.)Spedoptera litura (F.) atau ulat grayak atau ulat tentara merupakan hama pemakan daun. Selain menyerang kenaf, hama ini juga menyerang kapas, padi, kedelai, tembakau, tomat, tebu, cabai, bawang, kentang kobis, buncis, kangkung dan beberapa jenis gulma. Serangan hama ini mampu memotong tanaman yang baru tumbuh, sedangkan serangan pada tanaman yang lebih tua menyebabkan daun tinggal tulangnya saja sehingga daun tidak dapat berfungsi secara normal. BiologiTelur diletakkan berkelompok diselubungi bulu-bulu lembut seperti beludru berwarna cokelat kekuningan. Tiap kelompok terdiri atas 500 butir, yang umumnya diletakkan pada daun bagian bawah. Telur menetas dalam empat hari. Ulat yang baru menetas berwarna kehijauan dengan sisi samping hitam kecokelatan. Stadium ulat selama 20-46 hari, dengan lima instar. Ulat instar-3 keatas berwarna hijau gelap dengan garis punggung berwarna gelap memanjang. Pupa berwarna cokelat kemerahan , berukuran panjang 1-2 cm, berada di dalam tanah. Stadium pupa berlangsung selama 8-11 hari. Sayap depan imago berwarna cokelat keperakan, sedang sayap belakang berwarna keputihan dengan noda hitam. Seekor imago betina mampu bertelur sampai 2000 butir, dengan masa peletakan telur 2-6 hari.Siklus hidup serangga hama ini selama 30-61 hari.Gejala kerusakanPada awal perkembangan ulat, serangan dapat menyebabkan daun tinggal kerangkanya saja, sedangkan serangan larva instar-3 ke atas mengakibatkan daun taidak utuh lagi.Cara PengendalianPada saat instar awal, pengendalian dilakukan secara mekanis (memetik daun yang diserang dan memusnahkannya, atau dengan atau mengambil kelompok telur dengan menggunakan selotip dan pemasangan perangkap feromon. Demikian pula untuk ulat yang telah berukuran relatif besar.3. Nezara viridula (L) var.smaragdula (F.)Nezara viridula (L.) atau kepik ijo ini berwarna hijau, panjang ± 16 mm. Hama ini menyerang padi , jagung, tembakau, kentang, cabe, kapas dan berbagai kacang-kacangan. BiologiN. viridula meletakkan telur secara berkelompok pada daun,yang terdiri dari 10-90 butir. Seekor betina mampu meletakkan telur sampai 1.100 butir. Nimfa berwaarna hijau cemerlang atau metalik. Perkembangan telur sampai dwasa 4-8 minggu, atotal siklus hidupnya 60-80 hari dan maksimum dapat mencapai 6 enam bulan.Gejala kerusakanBuah yang terserang menjadi kempis, biji keariput, dan terkadang menjadi busuk.Cara PengendalianPengendalian dilakukan dengan mengambil nimfa maupun imago kemudian membunuhnya atau dengan penyemprotan dengan insektisida monokrotofos dengan dosis dan konsentrasi sesuai dengan anjuran (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan).Sumber: KENAF (Hibiscus cannabinus L.)Departemen Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penlitian dan Pengembangan Perkebunan. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. 2009.