Hama tikus ialah hewan yang meganggu atau merusak tanaman sehingga pertubuhan dan perkembangan pada tumbuhan terganggu. Hama bisa merusak tanaman secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan atau serangan hama bisa terjadi sejak benih, pembibitan, pemanenan, hingga di gudang penyimpanan. Gangguan dan serangan itu bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hama tikus sangat meugikan para petani karena mengakibatkan sebagai berikut : Menyerang tanaman pada masa persemaian, pertumbuhan, pembungaan, pemanenan, hingga masa penyimpanan. Sulit dikendalikan karena mempunyai daya adaptasi yang baik. Mempunyai kemampuan berkembang biak yang tinggi dan penyebarannya cepat. Memakan bagian tanaman seperti biji-bijian, umbi tanaman, dan buah. Tanda-tanda serangan tikus antara lain : adanya kerusakan tanaman, ada jejak dan kotoran tikus, adanya bekas potongan-potongan pada tanaman yang dirusak tikus, serta adanya liang tikus. Pengendalian tikus bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: Pemberian racun tikus yang sifatnya akut. Racun ini jika termakan oleh tikus bisa membunuh tikus hanya dalam beberapa jam. Gropyokan, yakni memburu dan membunuh tikus secara beramai-ramai dalam suatu desa atau wilayah kelompok tani. Emposan, yakni dengan membakar sebuah campuran belerang dan jerami diarahkan kedalam liang tikus. Sebelumnya lubang-lubang yang ada ditutup agar tidak ada tikus yang lari keluar melalui lubang lain. Pengendalian biologis, yaitu dilakukan dengan melepaskan musuh alami, misalnya burung hantu, kucing, dan ular sawah. Penanaman padi secara serentak, yaitu agar serangan tikus tidak memusat pada salah satu wilayah persemaian. Pemasangan jarring. Jarring dipasang pada salah satu sisi hamparan sawah, kemudian disisi lain secara bersama-sama dilakukan penggiringn tikus dan ditepi jarring beberapa orang menunggu dengan alat pemukul Sanitasi , membersihkan semak belukar/gulma,membongkar lubang tikus dan perbaikan pematang. Penggenangan, pengenangan lubang-lubang tikus dilakukan pada saat menjelang pembuatan persemaian. Waktu pengendalian : Masa pra tanam Dilakukan kegiatan: sanitasi, gropyokan masal,penggenangan, perbaikan pematang dan penanaman tanaman perangkap yang dipasangi TBS (Trap Barrier System). Saat persemaian Masih dilakukan pemasangan TBS, dilakukan pengemposan belerang, penggenangan dan pengawasan. Masa pertanaman padi Dilakukan beberapa teknik pengendalian secara terpadu antara lain : TBS, dilakukan pengemposan belerang, pemasangan jarring, pengumpanan racun tikus dan gropyokan. Daerah rekomendasiPengendalian hama tikus secara terpadu direkomendasikan pada daerah yang banyak memiliki semak-semak dan rawa-rawa disekitar persawahan, karena didaerah tersebut sering terjadi migrasi tikus dari tempat habitatnya dengan jumlah besar, sehingga tidak dapat dikendalikan secara konvensional. (Dirangkum dari berbagai sumber oleh : Farida Aryani)