Keberhasilan budidaya yang menjadi harapan para petani jagung terutama sekali saat produksi jagung optimal dan panen berlimpah. Untuk mewujudkan semua ini, perlu dilakukan pengamatan terhadap serangan hama penyakit yang menyerang tanaman jagung. Dengan deteksi dini di lapangan, hama jagung dapat segera dianalisa untuk kemudian ditentukan langkah-langkah pengendaliannya.Kegiatan pengendalian hama pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu hasil produksinya.Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:1. Secara tradisional, misalnya a) ulat langsung diambil dan dibasmi;b) Tikus, dengan cara digeropyok beramai-ramai;c) Burung dengan dilempari/diusir atau dipasang orang-orangan untuk menakuti dan pergi jauh supaya tidak memakan jagung, dengan penanaman secara serentak,dengan mengadakan rotasi tanaman agar terhindar dari hama dan penyakit. 2. Modern, untuk pengendalian hama digunakan insektisida/senyawa kimia pembasmi serangga/insekta, yang berbentuk cairan yang disemprotkan. Misalnya, Diazinon 60 EC, Baycard 500 EC, HOpcin 50 EC, Klitop 50 EC, Mipcin 50 WP, Azodrin 15 WSC,Sedangkan yang berupa butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.Hama yang menyerang tanaman jagung biasanya adalah ulat tanah, belalang, kumbang bubuk, lalat bibit, ulat grayak, penggerek tongkol, penggerek batang, serta kutu, Kumbang penggerek biji dan masih banyak lagi. Berikut ini akan diuraikan 3 jenis hama yaitu Ulat Tanah, Belalang dan Ulat tanah dan cara pengendaliannya: Ulat Tanah (Agrotis sp.)Ulat tanah(Agrotis ipsilon)menyerang bagian-bagian vital tanaman seperti batang dan buah. Ulat tanah biasa menyerang tanaman yang masih muda. Batang tanaman yang terserang akan patah dan mati. Hama ini hanya menyerang pada malam hari, pada siang hari akan bersembunyi didalam tanah. Pencegahan hama dilakukan dengan menyemprotkan lahan yang akan dipakai untuk tanam, dengan menggunakan pestisida sebelum masa tanam. Pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti Furadan 3G, Petrofur, atau insektisida yang bersifat sistemik yang meresap keseluruh bagian tanaman dengan dosis sesuai dengan aturan kemasan.Bagian Tanaman yang diserang biasanya pada bagian batang yang masih muda. Batang yang diserang sampai putus, hingga akhirnya tanaman jagung mati. Serangannya pada malam dan siang hari. Ada 3 macam ulat grayak/agrotis ini, yaitu: Agrotis segetum (berwarna hitam, sering ditemukan didaerah dataran tinggi); Agrotis ipsilon (berwarna hitam kecoklatan, ditemukan di daerah dataran tinggi dan rendah); dan Agrotis interjection (berwarna hitam, banyak terdapat di Pulau Jawa) Pengendalian kimiawi : Penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Contohnya dengan insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2 ml tiap 1 liter air. Tiap hektare dapat digunakan 500 liter larutan. Belalang (Locusta sp., dan Oxya chinensis)Gejala serangan belalang tidak spesifik, bergantung pada tipe tanaman yang diserang dan tingkat populasi. Daun biasanya bagian pertama yang diserang. Hampir keseluruhan daun habis termasuk tulang daun, jika serangannya parah.Spesies ini dapat pula memakan batang dan tongkol jagung jika populasinya sangat tinggi dengan sumber makanan terbatas.Pengendalian Hayati dengan Agens hayati M. anisopliae var. acridium, B. bassiana, Enthomophaga sp.dan Nosuma locustae di beberapa negara terbukti dapat digunakan pada saat populasi belum meningkat.Pengendalian kimiawi : Penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Kumbang Bubuk (Sitophilus zeamais)Hama ini merupakan perusak buah jagung pasca panen atau yang ada dalam penyimpanan. Apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat,maka jagung hasil panen yang kita simpan itu akan rusak,yang akhirnya kualitas maupun kuantitasjagung yang tersimpan akan menurun.Hal ini yang tidak kita kehendaki.Lantas,untuk mengetahui apakah jagung yang tersimpan itu diserang serangga ini, sebenarnya cukup mudah.Lihat saja pada biji jagungnya.Jika pada butir jagung tersebut ada lubang-lubang kecil (2-2,5 mm) dan ditekan, butiran jagung itu patah atau hancur,maka itu pertanda bahwa jagung itu sudah diserangnya.Agar jagung yang kita simpan itu aman dari serangan hama Kumbang Bubuk Jagung, yakni dengan menyimpan jagung pada tempat yang bersih, tidak lembab, dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Pada ventilasi, masuknya udara dalam gudang penyimpanan dipasang saringan kawat (kassa) atau bahan lain, sehingga kumbang tersebut tidak dapat masuk ke dalam gudang penyimpanan. Kemudian wadah penyimpanan jagung jangan ditaruh langsung pada lantai gudang.Untuk itu,wadah penyimpanan jagung tersebut di taruh di atas batu/batu bata/bahan lainnya,karena yang penting tidak bersentuhan langsung dengan lantai gudang penyimpanan.Juga wadah penyimpanan jagung harus bersih.Selain itu,jagung yang akan disimpan harus benar-benar sudah tua dan kering,serta tidak ada tanda-tanda serangan hama kumbang bubuk jagung.Pengendalian Kumbang Bubuk Pada Budidaya TOT:a) Pengelolaan tanaman jagung;b) Penggunaan varietas jagung resisten/tahan;c) Kebersihan dan pengelolaan gudang; tempat penyimpanan jagung; d) Persiapan biji jagung yang disimpan;e) Fisik dan mekanis; g) Pengendalian hayati dengan penggunaan agensia pathogen; h) Fumigasi. Fumigan merupakan senyawa kimia (misalnya dengan Methyl Bromide (CH3Br) atau pakai Phospine) yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, fumigasi dapat membunuh serangga/hama melalui sistem pernapasan. Cara penggunaan dan dosis/ dan aturan pakainya bisa dibaca pada label pembungkusnya serta harus diperhatikan dengan seksama.Sebab, jika salah dalam penggunaannya,tidak saja hama yang kita berantas itu tidak mati,tapi kita akan membuang-buang waktu,tenaga dan biaya,serta dapat membahayakan pemakainya.Demikian semoga dapat membantu dalam melakukan pengendalian hama Hama Ulat Tanah, Belalang dan Kumbang Bubuk. Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber:1. Petunjuk Peningkatan Produktivitas Pengembangan Jagung , Direktorat Budidaya Serealian, Ditjentan 20062. http://bbppbinuang.info/news56-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-jagung-dan-cara-pengendaliannya.html3. http://www.tanijogonegoro.com/2013/03/hama-penyakit-tanaman-jagung.html