Tikus ( Rattus argentiventer Rob. &Kloss ) merupakan hama utama dalam budidaya padi sawah maupun gogo pada semua tingkat pertumbuhan dari semai hingga panen bahkan di gudang penyimpanan. Kerusakan parah terjadi jika tikus menyerang padi pada fase generative karena tanaman padi sudah tidak mampu membentuk anakan baru.Tikus merusak tanaman padi mulai dari tengah petak, kemudian meluas kearah pinggir dan tikus ini menyerang tanaman padi pada malam hari dimana pada siang hari bersembunyi di dalam lubang pada tanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang dan daerah perkampungan dekat sawah.Tikus sawah menyebabkan kerusakan tanaman padi mulai dari persemaian hingga padi siap panen, bahkan menyerang padi dalam gudang penyimpanan.Sanitasi lingkungan bertujuan menjadikan lingkungan sawah menjadi tidak menguntungkan bagi kehidupan maupun perkembangbiakan tikus.Pengaturan pola tanam dapat membatasi perekembangbiakan hama tikus ini,pengaturan jarak tanam lebih lebar dari biasanya seperti cara tanam legowo bertujuan membuat lingkungan lebih terbuka sehingga kurang disukai hama tikus.Beberapa cara pengendalian teknis dapat menggunakan alat penyembur api ( brender) yang disemprotkan ke sarang tikus,memompa air kedalam sarang tikus, mengusir hama tikus dengan suara ultrasonic,pemerangkap (trapping),gropyokan massal, system bubu perangkap linier (LTBS) serta system bubu perangkap (TBS).Kalau dengan kimiawi menggunakan Rodentisida yaitu dicampur dengan bahan umpan makanan yang disukai tikus sehingga efek langsung nyata.Sedangkan pemanfaatan musuh alami berasal dari kelompok burung, mamalia maupun reptilian. Pemangsa dari kelompok burung antara lain burung hantu putih ( Tito alba javanica ), burung hantu coklat ( Bubu ketupu ),burung kuwak maling ( Nyctitorac nyctitorac ). Kelompok mamalia antara lain musang bulan/rase (Verricula malaccensis ), garangan ( Herpestes javanicus), kucing ( Felis catus ), anjing ( Canis familiaris ). Pemangsa dari kelompok reptilian antara lain ular tikus (Ptyas koros ), ular kobra ( Naja naja ), ular hijau ( Trimeresurus hagleri ) dan ular sanca ( Phyton reticulatus ). Pemangsa terbaik hama tikus sawah adalah burung hantu, karena burung hantu mempunyai laju fisiologis besar sehingga mampu mengkonsumsi tikus dalam jumlah banyak.Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : ksoehardi@yahoo.comSumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam Padi Sawah. Petunjuk PTT Padi Sawah, Badan Litbang Pertanian,2010