Loading...

Hama Utama Tanaman Kedelai

Hama Utama Tanaman Kedelai
Hama Utama Tanaman KedelaiBerdasarkan bagian tanaman yang diserang hama dan penyakit utama pada tanaman kedelai dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu hama tanaman kedelai pada fase muda, hama perusak daun, dan hama perusak polong. A.Hama Tanaman Muda1.Lalat KacangGejala Serangan : daun tanaman muda berbintik putih, kemudian menjadi kuning dengan titik cokelat di tengahnya. Akibatnya, tanaman akan layu, kering dan kemudian mati. Pada tanaman dewasa, serangan ini menyebabkan pertumbuhannya terhambat. Pengendalian : penerapan pergiliran tanaman dengan tanaman selain tanaman kacang- kacangan, penggunaan obor untuk menarik perhatian ngengat, sehingga bila ngengat mendekati obor, akan mati terbakar, Penanaman serempak dengan selisih waktu kurang dan 30 hari, penyemprotan dengan insektisida efektif sesuai dengan dosis yang dianjurkan. 2. Lalat PucukGejala Serangan : Larva lalat pucuk akan menggerek batang hingga menjadi rusak dan hanya tersisa lapisan kulitnya saja. Serangan lebih lanjut menyebabkan pucuk-pucuk tanaman menjadi layu dan kering.Pengendalian : pemotongan dan pembakaran pucuk tanaman yang terserang, pengendalian secara kimia dilakukan penyemprotan insektisida sesuai dengan anjuran. 3.Lalat BatangGejala serangan : mulai pada daun muda, terdapat bintik-bintik bekas tusukan saat peletakan telur. Lubang gerekan larva pada batang dapat menyebabkan layu, mengering dan mati. Inang alternatif : dapat menyerang kacang gude, kacang uci dan kacang hjau. B. Hama Perusak Daun1.Tungau MerahGejala Serangan : pada awalnya, serangan tungau merah menyebabkan timbulnya bercak kuning pada daun tua. Kemudian bercak makin meluas dan seluruh daun menjadi kering. Akhirnya, warna daun menjadi merah karat. Pada permukaan bawah daun terdapat anyaman benang halus yang menjadi tempat tinggal hama. Daun menjadi kering dan gugur. Serangan tungau merah juga dapat terjadi pada daun muda.Pengendalian : daun yang terserang dibuang, dan hama yang ada ditangkap, pengendalian secara biologis dilakukan dengan predator tungau yaitu Phytoseulus persimilis, Scolothrip sexmaculatus, Stethorus gievifrons, dan P. macropilis, pengendalian secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida efektif dengan dosis sesuai anjuran. 2. Ulat GrayakGejala serangan : serangan ulat grayak menyebabkan daun tanaman menjadi layu dan bebercak putih panjang. Ujung daun biasanya tampak terpotong-potong. Daun menjadi tembus pandang karena yang tersisa hanyalah kulit ari pada permukaan daun saja.Pengendalian : pengaturan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak diserang oleh hama ini, pengendalian secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida efektif sesuai anjuran. 3.Ulat Penggulung DaunGejala serangan : serangan ulat penggulung daun menyebabkan daun menggulung di dalam daun terdapat ulat yang dilindungi oleh benang. Ulat dalam daun tersebut akan memakan daun dari dalam, sehingga pada daun terdapat lubang-lubang bekas gigitan. Lubang bekas gigitan tersebut semakin meluas, dan akhirnya hanya tersisa urat-urat daunnya saja.Pengendalian : tanam serentak atau pergiliran tanaman, sebaiknya daun yang terserang dibuang atau dibakar, secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida dengan dosis sesuai anjuran. 4. Ulat JengkalGejala serangan : serangan berupa bekas gigitan. Fase ulat berlangsung sekitar 11-13 hari, dan kemudian menjadi pupa. Pupa yang berada di dalam tanah atau di bawah daun diliputi oleh benang halus berwarna putih. Setelah 7 hari, dari pupa keluar ngengat yang berwarna cokelat, di tepi daun muda, yang makin lama makin ke tengah, hingga akhirnya hanya tersisa tulang daunnya. Hama dapat pula menyerang bagian yang lunak misalnya ujung tanaman atau buah muda.Pengendalian : pengendalian secara biologis dilakukan dengan melepas musuh alaminya yaitu Apanteles sp. dan Listomastix sp, pemberantasan secara kimiawi dilakukan menggunakan insektisida yang sesuai dengan dosis yang dianjurkan. C. Hama Perusak Polong1. Ulat PolongGejala serangan : permukaan polong tampak diselubungi benang-benang putih yang apabila disingkap, akan nampak larva hama di dalamnya. Pada kulit polong yang terserang nampak adanya titik hitam atau cokelat tua bekas tempat masuknya hama.Pengendalian : penanaman serempak atau dengan selisih waktu kurang dari 30 hari, pergiliran tanaman dengan tanaman selain kacang-kacangan, gunakan obor untuk menarik perhatian ngengat, sehingga apabila ngengat mendekat akan mati terbakar, pengendalian secara kimia menggunakan insektisida dengan dosis sesuai anjuran. 2.Penggerek PolongGejala serangan : dengan ciri khusus cara makan ulat ini adalah kepala dan bagian tubuhnya masuk kedalam polong. Selain makan polong, ulat muda juga menyerang daun dan bunga. Serangga ini mempunyai banyak tanaman inang antara lain ; kacang hijau, kacang buncis, kubis, bawang merah, apel, jarak, tembakau, sorgum, jeruk dan bunga matahari. 3.Kepik HijauGejala serangan : kepik hijau merusak polong dan biji, sehingga menyebabkan polong dan biji menjadi keriput, berbintik-bintik, dan berasa pahit.Pengendalian : pergiliran tanaman dan pengaturan waktu tanam secara serempak, serta pengumpulan dan pemusnahan imago atau nimfa, pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida dengan dosis sesuai anjuran, penyimpanan biji dalam wadah tertutup rapat atau hampa udara, pengendalian secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang sesuai dengan anjuran. 4.Kepik PolongGejala serangan : kepik muda dan dewasa menghisap cairan biji, serangan pada fase perkembangan biji dan pertumbuhan polong menyebabkan polong dan biji kempis, mengering dan polong gugur. Inang alternatifnya : Acacia velosa, dadap, Desmodium, Solenaceae, Convolvuva-ceae, kacang panjang dan kacang hijau.