Loading...

Hama Utama Tanaman Lada

Hama Utama Tanaman Lada
PENYAKIT UTAMA TANAMAN LADA BUSUK PANGKAL BATANG (Phytopthora capsici Leonian) Gejala Jamur menginfeksi pangkal batang atau akar lada. Gejala ini sulit dikenali. Gejala tampak apabila pangkal batang sudah terinfeksi. Gejalah khas dari penyakit ini adalah layu. Daun daun yang layu seringkali tetap tergantung dan berubah warna menjadi coklat sampai hitam. Pangkal batang berubah warna kulitnya menjadi hitam. Jamur juga menginfeksi daun. Daun yang terinfeksi menunjukkan gejala bercak. Sepanjang tepi bercak terdapat bagian gejala hitam bergerigi seperti renda yang akan tampak jelas apabila daun diarahkan ke cahaya. Penyebaran Bagian tanaman yang telah terinfeksi menjadi sumber penularan penyakit. Pada serangan lanjut jamur membentuk sporangium. Pada keadaan lembab, dari sporangium tersebut zoospora. Apabila selama musim hujan disertai angin, sporangium atau zoospora yang terbentuk dibagian atas tanah akan terlepas dan menyebar kebagian tanaman lainnya. Percikan air hujan juga dapat menyebarkan zoospora dan sporangium dari tanah kebagian atas daun. Pengendalian Sebelum ada tanaman Lada Deteksi keberadaan patogen dengan melembabkan tanah (80% kapasitas lapang) dan membenamkan potongan daun lada dalam tanah tersebut. Setelah dua hari, potongan daun lada diperiksa ada tidaknya gejala khas serangan Capsici. Apabila propagul sudah ada: Tanam varietas resisten seperti Natar I. Musnahkan sumber inokulum (tanaman sakit) Gunakan setek bebas patogen, diambil 1 m dari atas tanah. Buat saluran drainase yang baik. Atur jarak tanam sesuai rekomendasi. Sesudah ada tanaman Lada Tindakan kultur teknik Membuat pagar sekeliling kebun dan ternak tidak dibiarkan berkeliaran di dalam kebun. Membersihkan rumput hanya sekitar pangkal batang saja. Membuat/memperbaiki saluran drainase. Memangkas sulur dekat permukaan tanah. Melakukan pemangkasan pada tiang panjat hidup. Tindakan kimiawi Menyemprot fungisida sistemik Alliete 80 WP, atau Ridomil 2G ke tanah sekeliling bawah tajuk. Tindakan hayati Pemberian bahan organik sisa tanaman jagung atau kacang-kacangan yang telah dikeringkan dahulu. PENYAKIT KUNING(Radopholussimilis Cobb) Gejala Gejala khas di atas permukaan tanah adalah pertmbuhan tanaman terhambat. Kemudian secara bertahap daun berubah menjadi kuning. Perubahan ini dimulai dari bagian bawah menjalar ke bagian atas. Daun yang menguning tidak menjadi layu tetapi menjadi rapuh sehingga secara bertahap daun-daun tersebut gugur. Gajala di bawah permukaan tanah terlihat pada rambut akar yang rusak, bercak-bercak hitam dan puru (benjolan). Penyebaran Penyebaran lambat dari satu tanaman sakit menyebar ke sekelilingnya membentuk jalur konsentris dan mengelompok. Pengendalian Varietas toleran : LDL, Kuching dan Bangka. Teknik budidaya : membongkar tanaman sakit, memberikan pupuk (4 x 600 g Rustica Blue Special/pohon/tahun atau 400 kg N, 180 kg P, 480 kg K, 425 kg Ca dan 112 kg Mg/ha/tahun. Memberikan mulsa dengan ketebalan 10-20 cm. Hayati : memakai bio-agens seperti Pasteuria penetrans. Kimiawi : Furadan 3 G (4 x 114 g/pohon/tahun) PENYAKIT DAUN KERITING Gejala Tanaman yang baru terserang mengalami kelainanbentuk daun dan tunas muda. Daun yang berada dibagian bawah tanaman tumbuh normal. Tanaman yang sudah terserang lama daun daun dan pucuk yang keluar dari tunas menunjukkan gejala mosaik, kelainan bentuk kecil kecil, sempit, berkeruk hingga keriting dan rapuh. Tandan buah pendek, kerdil, buah kecil dan jarang. Penyebaran Penyebaran diduga melalui setek. Pada tanaman sakit juga banyak ditemukan Aphis sp. Serangga ini diduga menjadi vektor yang menularkan penyakit. Pengendalian Karena penyakit ini belum diketahui secara jelas penyebabnya, maka pengendalian belum dapat ditentukan secara pasti. Tindakan-tindakan sementara yang perlu dilakukan adalah: Membongkar dan memusnahkan semua tanaman yang menunjukkan gejala kering. Tidak menggunakan bahan tanaman asal tanaman terkena penyakit keriting. Mengendalikan populasi Aphis Dan serangga vektor lainnya dengan insektisida yang cocok. PENYAKIT EKOR KUDA Gejala Semua bagian tanaman dapat terserang, biasanya mulai dari bagian dalam tanman, adanya jalinan benang putih yang lama kelamaan akan menjadi hitam, hitam keras dan kaku seperti rambut manusia atau ekor kuda. Bagian yang terserang tetap tergantung. Pengendalian Dengan cara mekanik, yaitu membuang bagian tanaman yang sakit. Cara kimiawi dengan bubur bordo. PENYAKITEKOR CORTICIUM, (Cortticium salmonicolor) Gejala Menyerang sulur/batang panjat. Gejala khas pada permukaan batang tersebut terdapat warna putih yang merupakan massa jamur penyebab serangan lanjut akan menyebabkan bagian atas batang tersebut menjadi layu dan mati. Pengendalian Dengan 1 % bubur bordo (Amiruddin, SP., M.Agr) Penulis : Amr Verifikasi : Rmp