Hama tanaman merupakan salah satu penentu dalam keberhasilan budidaya pepaya, karena hama akan merusak organ-organ tanaman. Rusaknya organ tanaman mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan rendahnya jumlah serta kualitas produksi buah. Organ tanaman pepaya yang dapat diserang hama, meliputi akar, batang, daun, dan buah. Berikut beberapa hama pepaya yang menyerang buah pepaya dan perlu menjadi perhatian oleh penyuluh pertanian dan petani pepaya. Sumber gambar: http://agrobuah.com/cara-mengatasi-hama-tanaman-pepaya. Kutu Putih (Paracoccus Marginatus)Hama ini berbentuk kupu dan kutu putih yang biasanya menempel pada daun atau batang pepaya. Kutu ini cepat sekali berkembang biak, maka harus dikendalikan sedini mungkin. Gejala serangan meliputi: a) daun akan kerdil sehingga menghambat proses assimilasi lalu berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman itu sendiri; b) batang kehitam-hitaman pada bagian terserang; c) serangan berat mengakibatkan buah gugur dan batang membusuk serta dalam waktu tidak begitu lama batang akan mati; dan d) buah membusuk dan berwarna hitam. Pengendalian hama kutu putih ini harus dilakukan sejak awal, yakni ketika kutu putih baru nampak satu atau dua ekor saja. Hal ini karena dalam satu minggu, satu ekor kutu putih bisa berkembang biak hingga menutupi seluruh permukaan daun. Kalau kutu putih sudah terlanjur banyak di buah dan daun pepaya akan sulit dilakukan pengendaliannya. Namun serangan ringan proses penyembuhan agak cepat apabila diberi pemupukkan secara berimbang.Cara pengendalian hama kutu putih antara lain: a) menyemprot buah dan daun pepaya dengan air deterjen, karena pada tubuh kutu putih mengandung lapisan lilin yang akan hilang setelah kena sabun, baru digunakan aplikasi insektisida; b) menggunakan insektisida kontak, seperti Cruracon, Bestox, Akothion, Imidor, Abuki, Marshal 200 EC, Natucide 100 EC dan lain-lain; dan c) menggunakan insektisida berbahan aktif kelompok senyawa Oranofospat seperti Malathion, untuk hasil efektif Malathion dapat dikombinasikan dengan penggunaan detergen, caranya semprotkan deterjen sebelum disemprot dengan insektisida. Bercak BuahHama ini, yang dewasa berwarna kuning, hijau, cokelat dan berukuran sekitar 15 mm. Hama ini menyerang batang bagian bawah, bagian bawah daun, dan bagian tanaman dibawah buah. Telurnya berukuran 1,7 mm dan umumnya diletakkan di daun, buah atau bunga.Gejala serangan terlihat tanaman menjadi kerdil dan mengalami perubahan bentuk (malaformasi), tulang daun menjadi lebih pendek dengan bercak cekung panjang, bagian buah yang terserang menjadi kehitaman dengan luka cekung, dan jika menyerang bibit menyebabkan kematian.Cara pengendaliannya antara lain dengan: a) penyemprotan insektisida langsung di titik tempat hama berada; b) menggunakan serangga parasit seperti Gryon Meridionis, Anastatus spp dan Ooencyrtus sp; c) menggunakan serangga predator seperti Pristhesancus Plagipennis; dan d) menjaga kebersihan kebun dari gulma, karena gulma merupakan inang utama serangga ini. Kepik (Nezara Viridula)Hama ini mempunyai tubuh berwarna hijau dengan panjang sekitar 16 mm. Ditemukan di daerah beriklim tropis, tanaman yang menjadi inang kepik diantaranya pepaya, jagung, kentang, padi, tembakau, cabai, kapas dan kacang-kacangan. Gejala terlihat bintik-bintik pada daun pepaya karena cairan bagian tersebut dihisap dan kepik ini memakan berbagai organ tanaman. Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Klorpiripos (Dursban 20 EC dosisi 0,2 – 0,3 %), MIPC 51,3% (Mikarb 50 WP dosis 0,2 – 0,4 %) atau Fenpropatrin (Meothrin 50 EC dosisi 0,1 – 0,2%. Tungau Merah (Tetranychud Bimaculatus Harv)Hama ini menyerang tanaman pepaya dengan cara menghisap cairan sel dalam jaringan daun, batang dan buah dengan menggunakan mulutnya yang berbentuk jarum. Tungau ini biasanya menyerang daun bagian bawah pada waktu musim kemarau. Gejala dengan timbulnya benang-benang halus diantara urat-urat daun sepanjang urat daun. Lalu daun menjadi berwarna hijau ke kuning-kuningan dan pada permukaan atas daun terdapat bintik-bintik yang berwarna kulit sawo manila. Pada musim penghujan serangan akan berkurang atau hilang dengan sendirinya.Pengendalian dapat dilakukan dengan cara menghembus permukaan daun pepaya yang terserang dengan menggunakan tepung belerang, menyemprotan akarisida (misalnya : Kelthane 200 EC atau Morestan dengan dosis 0,2%-0,2%), atau menggunakan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian. Semoga tanaman pepaya dapat panen dengan produksi tinggi dan kualitas buah bagus. (Penulis: Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi:1. Moehd. Baga Kalie. 2010. Bertanam Pepaya. Bogor: Penebar Swadaya, Cetakan XXIV. 2. Semangun H. 2000. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.