Loading...

Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Berbagai informasi teknologi pertanian telah didapatkan oleh kalangan petani padi sawah, baik dari penyuluh pertanian, peneliti, instansi terkait maupun melalui media social seperti koran ataupun media social lainnya. Informasi yang sangat dibutuhkan dalam usaha peningkatan produksi padi sawah adalah teknik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi sawah. Melalui peran penyuluh pertanian yang ada dilapangan anggota kelompoktani padi sawah dapat menambah pengetahuan/wawasannya tentang teknik pengendalian hama/penyakit padi sawah. Salah satu jenis hama yang sering menyerang tanaman padi sawah adalah penggerek batang yang biasanya menyerang pada fase vegetative. Berikut cara mengendalikan hama penggerek batang. Hama penggerek batang adalah hama yang menimbulkan kerusakan dan menurunkan hasil panen secara nyata. Apabila serangan terjadi pada fase generatif, larva penggerek batang akan memakan pangkal batang tanaman padi tempat malai berada. Malai akan mati, berwarna abu-abu dan bulirnya kosong/hampa. Malai mudah dicabut dan pada pangkal batang terdapat bekas gerekan larva penggerek batang (gejala ini biasa disebut Beluk). Pengendalian bisa dilakukan sejak di pesemaian dan dipertanaman umur 15 hst, 30 hst dan 40 hst dengan menggunakan regent, virtako, spontan, manuver dll sesuai anjuran/aturan pemakaian. Pengendalian hama dan penyakit yang dilakukan sejak dini dapat membantu petani untuk meningkatkan produksi padi sawah. Namun sayang semuanya itu menjadi harapan nan sirna akibat aplikasi pestisida secara tidak tepat dimana pestisida yang digunakan tidak sesuai dosis/anjuran mengakibatkan tanaman menjadi rusak.