Loading...

HARGA CABAI RAWIT DIAMBANG BATAS “PETANI TIDAK CEMAS” BPP Kec. Culamega Kembangkan Budidaya Cabai Rawit Dalam Pot

HARGA CABAI RAWIT DIAMBANG BATAS “PETANI TIDAK CEMAS” BPP Kec. Culamega Kembangkan Budidaya Cabai Rawit Dalam Pot
Cabai (Capsicum Annum) merupakan salah satu Komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis penting diIndonesia, karena buahnya selain djadikan sayuran ataupun bumbu masak juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi bagi para petani. Kegiatan budidaya dari hulu sampai hilir memerlukan ketelitian dan keulatan terutama untuk menghasilkan kualitas dan kuantitas produk cabai tersebut.Fluktuasi harga cabai diindonesia umumnya membuat para petani cabai hati-hati dalam mengembangkan komoditas tersebut. Harga cabai naik sejak menjelang tahun baru, terutama harga cabai rawit merah yang melonjak tiga kali lipat. Meski demikian tingginya harga cabai rawit merah yang mencapai Rp.120 Kg/Kg, tak membuat para petani di daerah menjadi risau, pemberitaan di media Televisi ataupun media cetak tak menjadi informasi yang khas bagi mereka tentang kenaikan harga cabai yang melebihi harga daging sapi. Tentu bagi masyarakat perkotaan yang kaget akan pemberitaan itu. Abah Oyan"Warga Kecamatan Culamega ketika Anjangsana dan Kunjungan ditanya tentang tingginya harga cabai rawit. Ketika itu abah oyan memetik cabai rawit merah yang ada dihalaman rumahnya. Beliau mengatakan "Naiknya Harga Cabai Rawit yang diberitakan oleh media tidak menjadi cemas bagi kami walaupun harga mencapai 200.000/Kg. Bagi kami masyarakat didaerah tidak menjadi cemas akan kenaikan harga tersebut, cukup saja manfaatkan pekarangan rumah walaupun sempit tak menjalasan untuk tidak memanfaatkan. Mencermati kenaikan harga cabai tersebut BPP Kecamatan Culamega gencar mensosialisaikan penanaman cabai rawit dalam pot atau polybag. Terutama untuk menyediakan bahan pangan murah yang tersedia disekitar rumah. Cara budidaya dan pemeliharaannya pun tidak sulit hanya perlu ketelitian dalam budidaya. Jangan sampai petani didaerah memerlukan cabai harus beli ke pasar atau kewarung, cukup memetik dihalaman rumah,bahkan dengan harga yang tinggi mereka dapat menjual. Perlu dukungan pemerintah Pusat atau Daerah untuk menunjang kegiatan pemanfaatan pekarangan yang diisi dengan budidaya tanaman sayuran (Cabai, Tomat, Bawang daun, Seledri, Terung Dll) Untuk menunjang penyediaan bahan pangan bagi masyarakat. Bantuan berupa sarana prduksi dari pemerintah penting bagi mereka untuk menunjang proses kegiatan pemanfaatan pekaranga. Penulis: Asep Tirtana, SP. (THL TBBPD Prov. Jabar) Kecamatan Culamega. 081 388 130 591.