Loading...

HARGA GABAH DI BADUNG MULAI TURUN

HARGA GABAH DI BADUNG MULAI TURUN
Harga gabah kering panen di tingkat petani di Kabupaten Badung mulai turun, menyusul panen raya di sejumlah wilayah di Bali, seperti Kabupaten Jembrana dan Tabanan.Gejala menurunnya harga sudah dirasakan sejak akhir bulan Desember 2017, dimana harga gabah kering panen tingkat petani sekitar Rp 4.800,- per kilogram. Padahal pada awal Musim Tanam Okmar (Oktober 2017 – Maret 2018) petani yang panen padi di bulan Oktober dan November 2017seperti petani di Subak Aya, Desa Tumbakbayuh, Kecamatan Mengwi merasakan harga gabah sekitar Rp 5.000,- – Rp 5.100,- per kilogram yang dijual ke pengusaha pengilingan/penyosohan gabah. Sedangkan pihak tengkulak berani membayar gabah petani sekitar Rp 300.000,- per arenya.Hingga minggu kedua bulan Maret 2018 atau menjelang akhir Musim Tanam Okmar harga gabah anjlok sekitar Rp 300,- – Rp 400,- per kilogramnya. Hal ini dirasakan petani di sentra produksi baras Kabupaten Badung yaitu di Subak Cemagi Let Desa Cemagi, Subak Cemagi Anyar dan Subak Munggu di Desa Munggu Kecamatan Mengwi dimana petani menerima harga pembelian gabah sekitar Rp 4.700,- per kilogram dan tengkulak berani membeli gabah petani sekitar Rp 225.000,- – Rp 250.000,- per are. Sedihnya turunnya harga gabah tersebut disaat petani membutuhkan biaya besar menjelang perayaan hari raya nyepi bagi umat Hindu di Bali.Semoga Tim Sergab (Serapan Gabah Petani) Kabupaten Badung sudah melakukan inspeksi di lapangan dan mempelajari kecenderungan terus menurunnya harga gabah dalam rangka pengendalian harga gabah tingkat petani (Penulis : Jarek Putradi, Penyuluh Pertanian Badung).