Loading...

HARUSKAH KITA DAN ANAK-ANAK KERACUNAN MAKANAN

HARUSKAH KITA DAN ANAK-ANAK   KERACUNAN MAKANAN
Beberapa hari terakhir ini kita seringkali disuguhkan berita yang mencengangkan. Ada apel Granny Shmit Amerika yang mengandung bakteri, ada mie formalin di Sumedang, ada saus berbahaya di Bandung dan mungkin saja makanan berbahaya ini pun ada di sekitar kita. Kemudian pernahkah kita suatu saat setelah mengkonsumsi makanan kepala kita terasa pusing tak tertahankan ? Atau pernahkah kita dengar sekelompok anak-anak mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan sekolah ? Atau bahkan beberapa buruh mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan siang yang disediakan oleh catering ? Tentu jawabannya pernah mendengar dan bahkan bukan hanya sekali mendengar bahkan sering kali kita mendengar terjadi keracunan setelah mengkonsumsi makanan. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah makanan yang kita konsumsi telah terkontaminasi. Bahkan beberapa penyakit pun banyak yang bersumber dari makanan yang berdampak terhadap sakit kepala, diare hingga paling bahaya yaitu kematian.Bahaya selalu mengintai kita baik secara internal maupun eksternal. Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) mencatat setiap menit terdapat 6 orang yang mengalami keracunan. Siapa sangka bahwa makanan yang kita butuhkan untuk kelangsungan hidup ternyata dapat membawa malapetaka kematian bagi yang mengkonsumsinya. Kita sebagai orang tua tentunya menginginkan anak-anak kita tetap sehat walaupun membeli jajanan di sekolah.Banyak sekali ragam pangan jajanan yang disajikan para pedagang seperti : baso, mie goreng, nasi goreng, ayam goreng, burger, cakue, cireng, cilok, cimol, tahu goreng, arumanis, gulali, es jepit, es lilin, dan masih banyak yang lainnya. Baik dijual di kantin dan pedagang keliling / mangkal di sekolah. Bahaya-bahaya penyakit yang ditimbulkan dari pangan seperti : fisik, kimia dan biologis. Bahaya fisik ditimbulkan dari logam, kaca, kayu, plastin, barang pribadi dan mesin dan peralatan. Bahaya fisik dapat terjadi apabila Pangan dijual di tempat terbuka dan tidak disimpan dalam wadah tertutup, Penjual mengenakan perhiasan tangan dan Penjual menangani pangan dan bahan pangan dengan ceroboh.Bahaya kimia dapat berasal dari racun alami seperti : Palotoksin, amatoksin dalam jamur racun, HCN dalam singkong racun, Asam jengkolat dalam jengkol, Racun tetrodotoksin dalam ikan buntel. Cemaran bahan kimia seperti : Cairan pembersih, Pestisida, Cat, Komponen kimia dari peralatan/kemasan yang lepas & masuk kedalam pangan. Bahaya logam berat seperti : Merkuri, timbal, kadmium, arsen, tembaga, seng dan timah, dari air yang tercemar, dari alat masak/pengemas yang mengandung logam berbahaya & mengalami pengikisan permukaan, dari pewarna tekstil, dari udara yang tercemar oleh gas & debu knalpot kendaraan. Sedangkan bahaya biologis seperti : Mikroba (Virus, parasit, kapang, bakteri), Binatang ternak, Hewan peliharaan, Binatang pengerat (tikus, kecoa) dan Serangga (lalat, kecoa).Pencemaran mikroba yang masuk dalam pangan dapat bersumber dari: bahan baku, air, udara, tanah, sampah, pekerja, peralatan, hewan / ternak, serangga dan tikus. Setelah mengetahui bahaya pangan yang tercemar, maka apa yang harus kita ketahui sebelum anak-anak kita membeli panganan. Ada beberapa hal yangharus diperhatikan antara lain : Mengerti memilih pangan yang aman, Jangan lupa cuci tangan, Cuci tangan harus dilakukan sebelum makan; setelah menutup mulut pada saat bersin atau batuk; setelah menggunakan toilet; setelah menyentuh binatang; setelah menyentuh telinga, hidung, mulut atau anggota badan lainnya. Memilih tempat jajan : Tempat Memproduksi dan Menjual Pangan Harus Bersih.Jadi bagaimana memilih dan mengajarkan anak membeli jajanan yang aman untuk dikonsumsi ?1. Aman dari Bahaya Fisik, Kimia dan BIologis? Membeli pangan yang dijual di tempat yang bersih dan terlindung dari matahari, debu, hujan, angin dan asap kendaraan bermotor ? Memilih hanya pangan yang bersih dan tertutup dari debu ? Hindari pangan yang dijual di tempat terbuka dan tanpa penutup atau kemasan ? Hindari pangan yang dijual oleh pekerja yang mengenakan perhiasan tangan yang berpeluang untuk lepas dan jatuh ke dalam pangan ? Hindari membeli pangan yang ijual di tempat yang kotor atau tercemar ? Hindari membeli pangan dari penjual yang lokasi berjualannya dekat dari tempat sampah serta ada binatang dan hama ? Hindari membeli pangan yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas koran untuk membungkus pangan ? Hindari pangan yang dijual oleh penjual yang menangani pangan jualannya secara sembrono ? Hindari pangan yang pembungkusnya distapler 2. Menghindari Bahan Tambahan Terlarang dan BerbahayaUntuk Konsumen ? Perhatikan kemasannya, apakah bersih & tertutup dari debu ? Tidak terpedaya dengan harga murah ? Amati warnanya dan jika terlalu cerah kemungkinan besar mengandung formalin? Cicipi rasanya dan jika terdapat rasa menyimpang, mungkin mengandung BT terlarang atau BTP yang berlebihan ? Amati kelayakan daya simpan produk apabila curigai jika kondisinya tidak logis, mungkinkan mengandung pengawet berbahaya. Waspadai bahan baku jika :? Warnanya terlalu cerah (misalnya mie, kerupuk, saos, tahu) atau agak tegang (misalnya ayam potong), dengan umur simpan yang panjang (lebih dari satu-dua hari) pada suhu ruang, hal ini menunjukkan kemungkinan besar mengandung formalin dan boraks.? Tidak dihinggapi lalat (seperti ayam, ikan, tahu), hal ini menunjukkan kamungkinan besar mengandung formalin karena formalin berfungsi sebagai pembasmi lalat ? Bau menyimpang dari bau normalnya Untuk Produsen 1. Menggunakan bahan tambahan • Tidak menggunakan BT berbahaya • Menggunakan BTP secukupnya dan tidak melebihi dosis maksimum yang dianjurkan 2. Memilih Bahan Baku• Beli bahan baku dari suplier/pedagang yang dapat dipercaya • Mewaspadai bahan baku Mengingat kesehatan adalah kebutuhan nomor satu, maka sejogyanya kita sudah harus memperhatikan pangan yang kita konsumsi. Jangan sampai pangan yang kita konsumsi itu malah membuat kita menjadi celaka dan bahkan mengakibatkan kematian. Kecuali kalau kita sendiri yang menghendaki kematian. Hanya orang-orang yang berpikiran picik saja kalau mereka menghendaki kematian. Seorang mencipta puisi terkenal saja Chairin Anwar mengarapkan Ingin hidup seribu tahun lagi. Oleh karena itu mari kita konsumsi pangan yang aman yang membuat kita sehat selalu.Begitu juga kita berharap kepada produsen makanan, janganlah memproduksi pangan dengan bahan-bahan yang berbahaya. Seandainya para produsen itu menambahkan bahan berbahaya itu sama artinya dengan meracuni diri sendiri dan orang lain. Marilah kita berdagang dengan sehat sebab namanya rejeki sudah ada yang mengatur, Allah SWT lah yang memberi rejeki kepada kita. Apakah kita mendapat rejeki yang banyak atau bahkan sebaliknya sudah jalannya masing-masing. Semoga produsen dan konsumen pangan sama-sama mengalami keuntungan semuanya. Apabila ini terjadi Insya Allah masyarakat Indramayu sehat wal afiat baydathun thoyyibatun warobun ghofur. Aminnnn (Edi Harnadi)