Sering kita dengar pepatah yang mengatakan "kambing membawa nama domba membawa rasa", begitulah fenomena yang banyak terjadi dikalangan penggemar sate daging kambing. Kalau kita berwisata di wilayah pulau jawa pada khususnya, banyak kita jumpai warung makan yang memasang papan nama "Warung Sate Kambing" namun jangan sepenuhnya percaya, karena banyak warung sate kambing tapi yang disajikan adalah sebenarnya daging domba. Bagi para pedagang Sate memang mempunyai alasan mengapa tidak menggunakan daging kambing seperti pada tulisan yang dipampang didepan warungnya ?, atau mengapa papan nama yang dipasang tidak Sate Domba ? Konon ceriteranya sbb : 1. Karena daging domba memiliki cita rasa yang lebih enak dan lebih empuk,keadaan demikian disebabkan daging domba memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibanding kambing. 2. Daging kambing aromanya lebih menyengat kas kambing ( prengus dalam bahasa Jawa ), sehingga konsumen banyak yang kurang menyukainya. Oleh karena itu para pedagang sate akan memilih daging domba dari pada daging kambing. Jenis ternak domba yang banyak dipotong oleh para pedagang sate adalah jenis ternak domba muda dengan umur 6 - 12 bulan dan berjenis kelamin betina. Para pedagang sate mempunyai alasan selain rasa dan tingkat keempukan dagingnya, domba muda dan betina harganya relatif lebih murah dibanding yang dewasa dan jantan. Meski demikian sebenarnya daging kambing juga mempunyai kelebihan yakni kadar lemaknya jauh lebih rendah dibanding domba, tetapi daging domba memiliki kalori & protein yang lebih tinggi. Menurut Direktorat Gizi / Lembaga Makanan Rakyat Departemen Kesehatan Komposisi bahan makanan asal daging kambing setiap 100 gram adalah kalori 154 kal,protein 16,6 gr,lemak 9,2 gr, Ca 11 mg, P 124 mg, Fe 1,0 mg, bdd 100 %. Sedang setiap 100 gr daging domba segar adalah kalori 206 kal, protein 17,1 gr, lemak 14,8 gr, ca 10 mg, Fe 2,6 mg dan bdd 100%. Dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa kedua jenis ternak tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang perlu menjadikan perhatian adalah pemotongan domba / kambing betina muda yang semakin meningkat. Oleh karena itu jika ini terus dibiarkan, maka akan dapat menghambat pengembangan domba / kambing di tanah air oleh karena itu perlu dihentikan agar populasi ternak domba / kambing cepat dapat berkembang, sehingga Indonesia mampu mengejar ketinggalannya dari Australia dan China yang telah mampu mengexport 2,5 juta ekor kambing dan domba ke Saudi Arabia setiap tahunnya. ( Trimulad DSw,SP/PPA BP2KP Gnkdl)