Loading...

HIDUP SEHAT DENGAN HASIL PEKARANGAN

HIDUP SEHAT DENGAN HASIL PEKARANGAN
Kelurahan Sidorejo Kidul merupakan salah satu kelurahan di wilayah Kota Salatiga yang cukup unik. Meskipun masuk dalam wilayah Kota, akan tetapi nuansa pedesaan langsung terasa ketika kita memasuki wilayah kelurahan ini. Hamparan tanaman padi yang membentang, serta sebagian besar rumah penduduk yang masih memiliki pekarangan cukup luas. Kegiatan pemanfaatan pekarangan tersebut dikembangkan oleh ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Tanaman yang dibudidayakan di lahan pekarangan adalah tanaman sayur dan buah yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Supaya tanaman hasil pekarangan tersebut aman dikonsumsi keluarga, ibu-ibu biasa menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati dengan memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu bahan yang sering digunakan untuk membuat pestisida nabati adalah daun sirsak. Daun sirsak bisa digunakan untuk pengendalian hama thrips, belalang dan ulat daun. Hama Thrips biasanya menyerang tanaman cabai dan tomat. Pada awalnya thrips akan menyerang daun yang muda atau bagian pucuk tanaman. Gejala yang dapat dilihat dari serangan thrips yaitu daun menggulung ke atas. Akibat dari serangan hama thrips adalah daun keriting, kering lalu mati. Serangan hama thrips juga bisa mengakibatkan bunga-bunga kering dan rontok. Serangan pada tanaman muda menyebabkan kelayuan. Berikut ini adalah cara membuat pestisida nabati untuk pengendalian hama thrips : 50-100 lembar daun sirsak ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan daun direndam dalam 5 liter air dan 15 gr detergen (sabun colek atau lainnya). Diamkan rendaman selama 12 jam (semalam). Saring dengan kain halus. Tiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air. Disemprotkan pada tanaman. Daun sirsak yang dicampur dengan daun tembakau juga bisa digunakan untuk mengendalikan hama belalang dan ulat yang menyerang cabai dan tomat. Berikut cara membuat pestisida ini : 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus. Bahan dimasukkan dalam 20 liter air dan 20 gr detergent (bisa sabun colek). Aduk rata dan diamkan selama semalam. Saring dengan kain halus. Tiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air. Larutan disemprotkan ke tanaman. Penggunaan bahan-bahan alami ini diharapkan dapat membantu setiap ibu untuk menyediakan bahan pangan yang lebih sehat bagi keluarganya. Anjuran penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati mulai disebarluaskan kepada seluruh anggota KWT dengan harapan bahwa nantinya mereka juga akan menjadi penggerak di wilayah masing-masing untuk mengembangkan budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan. (Penulis : Yonindra Kurniasari – PPL Kelurahan Sidorejo Kidul, Salatiga)