Bagi Ibu Rumah Tangga bawang putih sudah menjadi keharusan ada di dapur setiap saat, karena hampir semua masakan membutuhkan bawang putih. Bawang putih merupakan tanaman sayuran yang berasal dari kawasan sub tropis di Asia Tengah, diantaranya Cina dan Jepang. Dari sinilah komoditas yang bernama latinnya Allium sativum ini menyebar ke seluruh dunia. Dari sejarah perjalanannya bawang putih digunakan sebagai menu utama yang diberikan kepada buruh yang membangun piramida. Demikian pula pada saat tentara Jepang berperang berhari-hari, mereka tetap bertenaga dan mampu menahan penyakit setelah mengkonsumsi bawang putih segar.Di Indonesia bawang putih ini masuk melalui jalur perdagangan internasional sejak berabad-abad lampau. Sejak itu pula bawang putih meramaikan pasaran di Bandar-bandar mulai dari pesisir sampai ke pedalaman. Hingga saat ini tanaman bawang putih telah di kembangkan di berbagai daerah di Indonesia khususnya di dataran tinggi dan dataran rendah, seperti di Tegal, Bantul dan Gunung Kidul.Beberapa varietas yang beredar di Indonesia antara lain : lumbu hijau, lumbu kuning, cirebon, tawang mangu, dan ilocos dari Filipina. Dari varietas tersebut, varietas yang banyak ditanam petani adalah lumbu hijau dan lumbu kuning. Berdasarkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), keberhasilan usahatani bawang putih sangat tergantung pada angin dan curah hujan. Curah hujan yang rendah akan menggangu pertumbuhan, sebaliknya curah hujan yang tinggi membuat tanaman menjadi busuk. Tanaman bawang putih menghendaki penyinaran matahari yang cukup. Bawang putih yang berumur panjang cocok ditanam di daerah sub tropik terutama di musim panas. Jenis tanaman bawang putih yang banyak ditanam di Indonesia pada umumnya berumur pendek / genjah.Bawang putih merupakan salah satu herbal yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dan di butuhkan oleh tubuh. Bawang putih sangat tinggi kandungan vitamin C dan Kalsium serta zat besi.Berikut adalah ringkasan dari nutrisi yang diberikan oleh bawang putih per 136 Gr bawang putih : Vitamin C; Memenuhi 71 % kebutuhan harian, Kalsium; Memenuhi 25 % kebutuhan harian, Besi; Memenuhi 13 % kebutuhan harian, Karbohidrat (45 gr); 15 % kebutuhan harian dan Serat (3 g); memenuhi 11 % kebutuhan harian.Nutrisi yang terdapat dalam kandungan bawang putih ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, namun uniknya ia tidak mengandung zat atau nutrisi yang mungkin berbahaya bagi tubuh jika terlalu besar seperti lemak jenuh dan kalori.Herbal ini dipastikan dapat membantu menunjang kesehatan tubuh dan menjadikan kita bebas dari berbagai penyakit berbahaya.Menurut para ahli bahwa di dalam bawang putih terkandung zat kimia yang berkomposisi sedemikian rupa sehingga menimbulkan khasiat yang berguna bagi manusia. Beberapa khasiat yang terkandung dalam bawang putih, yaitu : Zat alicin yang terdapat dalam bawang putih dapat berguna untuk asma, cacingan, dan gatal-gatal. Selain itu zat ini dapat juga membasmi Erytococcus neoformans ( jamur yang sering menyebabkan mengingitis di vagina manusia ), influenza, letih dan sulit tidur. Disamping itu bawang putih ini pun dapat mengobati jantung koroner dan menghindari kanker.Selain mengandung zat alicin bawang putih juga mengandung minyak atsiri yang bersifat anti bakteri dan anti septic. Kandungan alicin berkaitan dengan daya anti kolesterol, dimana daya ini dapat mencegah penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi. Dalam umbi batang terkandung zat-zat seperti : a. Kalsium, yang bersifat menenangkan sehingga cocok sebagai pencegah hipertensi, b. Saltivine, bias mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang susunan saraf, c. diallysulfide, alilpropil-disulfida ( anti cacing ), d. belerang, e. protein, lemak, fosfor, dan f. besi. Beberapa manfaat dari bawang putih antara lain adalah banyak mengandung alicin, herbal anti kanker, menurunkan tekanan darah tinggi, kaya akan nutrisi dan rendah kalori, sumber antivirus/anti bakteri/ antioksidan yang sangat ampuh, ampuh memangkas kolesterol jahat, mencegah demensia dan penyakit alzheimer, memangkas berat badan, menghilangkan sait gigi dan meningkatkan metabolisme zat besi. Dari hasil pengalaman Ibu Rasilah anggota Kelompok Wanita Tani Bina Wanita Desa Pagirikan Kecamatan Pasekan, bahwa mengkonsumsi bawang putih secara rutin dua hari sekali secara terus menerus dapat menurunkan kolesterol. Sebelum mengkonsumsi bawang putih kolesterolnya diatas normal 220, namun setelah mengkonsumsi secara rrutinsekarang di bawah 200. Mengingat manfaat yang begitu besar dalam bawang putih, maka untuk mencegah penyakit sebaiknya kita selalu memakan bawang putih baik sudah diolah dengan sayur-sayuran maupun dimakan dalam bentuk segar. Semoga dengan mengkonsumsi bawang putih secara teratur badan kita selalu sehat dan terhindar dari penyakit. (Diah Asiawati, SP)