Ka BPPSDMP dan KapusDik Pertanian didampingi Wakil Bupati Gunungkidul, Asister Korem 072, Dandim 043,Ka BPTP, Ka STPP Yogya,Ka Perwakilan Bulog dan Ka Dipertangan Gunungkidul serta sejumlah Pejabat Kabupaten Gunungkidul dan Camat Rongkop pada hari Selasa tanggal 9 Januari 2018 menghadiri Gerakan Panen Padi di Desa Melikan Kecamatan Rongkop Kabupaten Gunungkidul.Dalam kata sambutannya Ka BPPSDMP mengatakan bahwa luas panen tahun ini rata-rata mencapai 900 ribu hingga 1 juta ha per bulan, yang biasanya pada tahun tahun sebelumnya hanya mencapai kurang dari 500 ribu ha per bulan. Keadaan ini merupakan suatu prestasi yang sangat menggembirakan bagi kita semua, semua ini merupakan hasil kerja keras dari para petani dan aparat pertanian yang didukung TNI dan Polri sejak dari tingkat desa hingga pusat. Lebih-lebih bagi Kabupaten Gunungkidul yang pada periode 3 bulan terakhir mampu mendukung 2/3 luas panen padi bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana luas panen padi di DIY sebanyak 30.000 ha sedang dukungan Gunungkidul seluas 20.000 ha, demikian tutur Dr.Ir.Momon Rusmana,MS.Gerakan panen padi serupa merupakan kegiatan panen padi yang sudah kesekian kalinya dihadiri oleh Ka BPPSDMP selama musim panen padi tahun ini dibeberapa tempat di wilayah Jawa Tengah dan DIY sejak dari Kabupaten Grobogan, Kabupaten Cilacap dan kali ini di Kabupaten Gunungkidul, akan tetapi kehadirannya di Desa Melikan Kecamatan Rongkop kali ini adalah suatu hal yang sangat berrbeda dan istimewa, karena jenis padi yang dipanen adalah padi lahan kering yang menggunakan varietas lokal Segreng Handayani yang ditanam secara tumpangsari dengan tanaman jagung dan ubikayu, sedangkan hasil ubinan padi mencapai 5,121 ton per ha GKG.Padi varietas Segreng Handayani memiliki beberapa keunggulan antara lain: merupakan varietas padi beras merah yang kandungan nutrisi dan harganya lebih tinggi dibanding padi beras putih, umur genjah yakni 100 hari, tahan kekeringan dan tahan gangguan OPT seperti blast demikian disampaikan oleh Ka BPTP Yogyakarta saat menjawab pertanyaan wartawan.Kabupaten Gunungkidul sebagian besar lahannya adalah lahan kering, akan tetapi daerah ini merupakan daerah penyangga utama produksi beras di DIY, hal ini sebagaimana di sampaikan oleh Dr.Drs. Imawan Wahyudi,MM Wakil Bupati Gunungkidul yang mengatakan bahwa Kabupaten Gunungkidul rata-rata per tahun surplus gabah sebanyak 105 ribu ton, sehingga mampu merubah citra Gunungkidul yang dahulu sebagai daerah kurang pangan menjadi daerah mandiri pangan.Kondisi ini dibuktikan bahwa rata-rata disetiap Kepala Keluarga memiliki cadangan pangan sebanyak 20 sak gabah per tahun. Oleh karena itu Kabupaten Gunungkidul mendukung penuh kebijakan Kementerian Pertanian untuk tidak mengimport beras dari luar negeri, karena import beras hanya akan merugikan petani yang dewasa ini baru sedikit merasakan peningkatan pendapatannya.Harga gabah segreng saat ini mencapai Rp.6.400 – Rp.6.500 per kg gabah kering giling sedang gabah beras putih hanya Rp.5.100- Rp.5.200 per kg ditingkat petani, demikian dikatakan oleh Sumarno ketua Kelompoktani Nedyo Rahayu Desa Melikan Rongkop, yang kemudian juga ikut mengusulkan agar pemerintah RI saat ini tidak melakukan import beras dari luar negeri, karena saat ini keadaan tanaman padi di lapangan sudah mulai panen dan import beras akan dapat merugikan petani produsen.Bagi masyarakat Gunungkidul hasil panen padi sebagian besar hanya untuk kebutuhan pangan sendiri dan sebagian untuk cadangan pangan dimusim paceklik, sehingga ketahanan pangan ditingkat keluarga dapat tetap terjaga sepanjang tahun. Akan tetapi permasalahan utama bagi para petani di wilayah kecamatan Rongkop adalah kekurangan tenaga kerja pada saat musim tanam dan musim panen, sehingga Tukijan sebagai pengurus Gapoktan Desa Melikan mengusulkan perlunya bantuan alat mesin pengolahan tanah dan mesin perontog padi serta tambahan tenaga Penyuluh Pertanian yg tinggal 4 orang di Kecamatan Rongkop yang terdiri dari 8 desa dengan 103 kelompoktani, 21 kelompok ternak, 2 kelompok perkebunan dan 27 KWT.Kegiatan Gerakan Panen padi tersebut diakhiri dengan penyampaian jawaban atas pertanyaan dan usul-usul dari para petani oleh Ka BPPSDMP dan Wabub Gunungkidul, serta penyampaian ungkapan rasa kegembiraan dari Ka BPPSDMP atas semangat dan prestasi yang telah dicapai Kecamatan Rongkop dalam mensukseskan program Upsus Pajale dengan memberikan hadiah secara spontan kepada 2 orang THL-TBPP Kecamatan Rongkop berupa masing-masing sebuah handphone Android merk Samsung yang diterima oleh Supadi dan Sudiyatno yang telah mengabdikan diri selama 10 tahun.( Trimulad DSw,2018).