A. Pengertian. (pH tanah) atau yang sering disebut dengan kadar asam pada tanah merupakan faktor lain yang mempengaruhi menurunnya tingkat kesuburan tanah selain cara pengolahan yang tidak sesuai atau pengolahan yang salah. Pada kenyataannya tanah pada suatu daerah akan memiliki tingkat keasamaan yang berbeda dengan tanah di daerah lain. Derajat keasam pada tanah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena jika kesuburan tanah terus menurun, maka akan berimbas pada menurunnya hasil produksi. Terhambatnya pertumbuhan pada tumbuhan yang ditanam, dapat disebabkan oleh kondisi kemasaman tanah (pH tanah) yang terlalu asam dan memiliki unsur hara dengan jumlah sedikit dan tidak memiliki persediaan air yang memadahi. Tanah asam adalah tanah yang mempunyai pH rendah, biasanya terjadi di lahan bekas gambut yang dijadikan lahan pertanian. Tanah yang bersifat asam pada kebanyakan kasus erat kaitannya dengan reaksi tanah terhadap pH rendah. Serta dapat menjadi kombinasi keracunan kalsium (Ca), mangan (Mn), fosfor (P), magnesium (Mg), besi (Fe), dan alumuniun (Al). B. Hubungan pH terhadap Kesuburan Tanah Kesuburan tanah ternyata tidak hanya dilihat dari kegemburannya saja, masih ada faktor lain yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Seperti suhu pada tanah, intensitas cahaya tanah, kadar air pada tanah dan parameter yang paling berpengaruh pada kesuburan tanah yaitu pH tanah. Untuk itu kita harus mengetahui hubungan pH tanah dengan kesuburan tanahpH tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah karena dengan mengetauhi tingkat pH-nya kita dapat mengetahui mudah tidaknya unsur-unsur hara dalam tanah yang di serap oleh tanaman. Hal itu disebabkan karena unsur hara akan lebih mudah diserap bila tingkat pH pada tanah tersebut memiliki nilai yang netral.Sedangkan untuk tanah yang memiliki nilai pH rendah atau asam akan lebih berpotensi memiliki ion-ion Aluminum yang memfiksasi atau mengikat salah satu unsur penting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu unsur Fosfor (P).Tidak hanya itu, bila nilai pH rendah dapat juga mengakibatkan tanaman kekurangan unsur hara Nitrogen yang akan berdampak pada pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat dilihat dari bawah daun yang akan menguning karena kekurangan klorofil dan setelah itu daun akan mengering bahkan rontok.C. Pengaruh pH tanah terhadap pertumbuhan tanaman. Pengaruh tingkatan pH tanah terhadap tanaman adalah sebagai berikut;1. pH dibawah 4.5 (terlalu asam): menyebabkan akar rusak sehingga kualitas dan jumlah panen turun. Terlihat pada saat perubahan tanaman dari fase vegetative ke generative.2. pH 5.5 sampai 6 (rata rata tanah Indonesia): terdapat unsur hara yang optimum untuk tanaman.3. pH diatas 6: pada tingkatan ini, tanaman akan terlalu vegetatif. Hal ini tidak berpengaruh pada kualitas buah karena berada di musim yang tidak tepat.Jika tanaman tumbuh pada tanah dengan pH asam tanaman akan mengalami keracunan logam dan kekurangan nutrisi sehingga warna daunnya menjadi pucat dan lamakelamaan tanaman menjadi layu. Jika tanaman tumbuh pada lingkungan dengan pH basa, tanaman tampak tumbuh normal dengan warna daun hijau tua dan batang yang cukup kokoh tetapi pertumbuhannya tidak optimal D. Cara Untuk Mengatasi pH Tanah AsamSolusi untuk mengatasi masalah kemasaman tanah (pH tanah) untuk tanah dengan kadar asam yang tinggi dapat dikurangi dengan cara :1. Pengapuran adalah suatu cara untuk menaikkan nilai dari pH tanah. Jika pH tanah dapat dinaikkan maka resiko terkena keracunan alumunium (Al) dapat diminimalisir. 2. Penggunaan abu hasil pembakaran jerami/sekam, cara ini bisa dilakukan untuk menghemat biaya.3. Pemupukan; pemupukan dilakukan untuk perbaikan unsur hara, sehingga tanah menjadi subur.4. Penambahan bahan organik, diperlukan untuk memperbaiki daya ikat tanah untuk mengikat air. 5. Gunukan pupuk urea sesuai dosis, karena pupuk urea memang meningkatkan kesuburan tanaman namun merusak lahan jika penggunaannya berlebihan. Diposkan oleh : I Made Suryawan. SSTBPP Kecamatan Bangli.