Loading...

Humus Si Hitam Penyubur Tanah

Humus Si Hitam Penyubur Tanah
Humus adalah bahan organik terutama berasal dari daun atau bagian tumbuhan lainnya yang menjadi lapuk sesudah mengalami pelapukan di atas permukaan tanah. Umumnya humus berwarna hitam dan banyak mengandung unsur hara yang diperlukan tumbuhan. Tanah humus merupakan tanah yang sangat subur sehingga banyak digunakan untuk menanam. Tanah humus berasal dari ranting, daun, dan bagian tumbuhan yang membusuk dan akhirnya lapuk membentuk tanah subur pada lapisan atmosfer. Zat-zat yang terdapat di dalam tanah humus dan memiliki banyak manfaat untuk tanaman, antara lain : fenol, alifatik hidroksia, serta asam karboksilat. Ada pula yang disebut tanah humus yaitu sejenis tanah yang terbentuk dari proses pembusukan bahan-bahan organik dalam jangka waktu tertentu. Tanah ini biasanya mengandung kotoran hewan dan juga sisa-sisa tumbuhan. Bahan organik tersebut selanjutnya terurai dan membentuk partikel-partikel kecil dari humus tanah yang memiliki muatan negatif. Partikel yang mempunyai muatan negatif tadi ternyata dapat menyerap nutrisi yang memiliki muatan postif, sebagai contoh adalah magnesium dan kalsium. Kedua kandungan tersebut dapat membuat tanah menjadi makin subur. Tanah humus berwarna cokelat tua sampai hitam dan tampak terdapat bintik berwarna putih dalam tanah. Proses terbentuknya tanah humus tanah disebut dengan proses humifikasi. Humifikasi dapat terjadi dengan sendirinya, secara alamiah yaitu dengan cara pengomposan. Contoh proses humifikasi adalah apabila kita mencampurkan bagian tanaman busuk ke tanah untuk menambah kesuburan tanah, mencampur kotoran hewan dengan tanah. Ciri- ciri tanah humus antara lain : (1) Lapisan tanah berwarna gelap, (2) Daya serap tinggi, baik bagi pertumbuhan tanaman, (3) Terbentuk dari bagian tumbuhan (daun, ranting) yang membusuk dan lapuk, (4) Banyak dijumpai di wilayah pembagian musim yang beriklim tropis, (5) Sangat subur, (6) Terdapat di lapisan tanah yang teratas, (7) Tanahnya gembur, (8) Mampu menambah atau meningkatkan kandungan unsur hara (Mg, Ca, K), (9) Sumber energi dari jasad mikro. Manfaat Tanah Humus yaitu (1) Makanan yang baik bagi tumbuh-tumbuhan, (2) Struktur tanah terjaga, (3) Mengikat toksik ke air dan juga tanah, (4) Menambah kandungan air tanah, (5) Membentengi tanah supaya tidak tergerus, (6) Aerasi tanah meningkat, (7) Pengganti pupuk sintesis. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat menggunakan humus sebagai pupuk organik. Pupuk organik ini sangat berguna untuk membat lahan pertanian semakin subur dan menambah hasil panen guna meningkatkan berbagai produksi pertanian. Tanah humus yang memiliki banyak unsur hara sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Banyak petani di wilayah Kecamatan Teras memilih membuat pupuk organik atau kompos sendiri agar tanah yang akan ditanami berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan subur. Bahan pembuatan pupuk organik cukup mudah yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Berbagai macam limbah, mulai dari limbah pertanian, limbah dari industri makanan, agro industri (serpihan dan kepingan kayu, serbuk gergajian), limbah rumah tangga, sampai dengan limbah peternakan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Pembuatan pupuk organik sendiri tidak hanya memiliki manfaat yang besar dalam menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman, akan tetapi juga dapat membantu mengurangi masalah penumpukan sampah di lingkungan sekitar. Dalam pembuatan pupuk organik, setelah semua bahan dicampurkan (tanah, sisa-sisa tumbuhan, limbah, kotoran hewan) selanjutnya didiamkan dalam jangka waktu tertentu sampai kita melihat ada bintik-bintik putih kecil dalam tanah. Jika bintik putih sudah tampak, berarti pupuk telah siap untuk diaplikasikan di lahan pertanian. Selama didiamkan, kita perlu mengecek kadar air tanahnya, jangan sampai kering. Tanah Humus dapat menetralkan zat kimia yang berguna bagi tanah yang terkontaminasi sehingga baik untuk tanaman. Tanah humus bersifat kaya akan unsur hara, subur dan cocok sekali untuk lahan pertanian. Tanah humus mempunyai kemampuan meningkatkan unsur hara tanah seperti Ca, Mg, dan K. Tanah humus sebagai penyedia sumber energi bagi mikroorganisme serta dapat memberikan warna gelap pada tanah. Tanah humus juga dapat terbentuk dari pelapukan sisa-sisa hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah. Secara kimia, tanah humus dapat sebagai suatu tanah yang kompleks oleh berbagai macam bahan organik makromolekular. Jenis tanah humus dapat dibedakan dari sumber unsur haranya. Ada tanah humus yang terbentuk dari kotoran binatang, ada juga tanah humus yang terbuat dari sisa-sisa pohon yang telah mati. Tanah humus memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan dan kesuburan tanah. Tanah humus berperan bagi pembentukan struktur tanah dengan baik. Senyawa dalam tanah humus juga berperan dalam menetralisir bahan kimia zat toksik dalam tanah dan air dengan sangat baik. Selain itu, tanah humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air dalam tanah, membantu menahan pupuk anorganik larut dalam air, menaikkan aerasi tanah, mencegah penggerusan tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia pada pestisida. Dengan demikian, sudah selayaknya tanah humus ini dijadikan alternatif pengganti pupuk sintesis agar tanah dapat terus terjaga kesuburanya dan keseimbangan ekosistem alam tetap lestari tidak terkena polusi karena berbagai kegiatan pertanian. Penulis : Wiwin Supriyani, S.P (Penyuluh BPP Kecamatan Teras, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali) Sumber : Anonim. 2017. Pengertian dan Jenis Tanah Humus. https://agroteknologi.id/pengertian-dan-jenis-tanah-humus/. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2019. Maya Sari. 2015. 9 Ciri-ciri Tanah Humus dan Pemanfaatannya. https://ilmugeografi.com/ ilmu-bumi/tanah/ciri-ciri-tanah-humus. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2019.