Ada hal yang terlihat berbeda dari biasanya, biasanya lahan pekarangan warga hanya ditanami tanaman buah, toga, maupun bung-bungaan. 30 orang ibu-ibu tani yang tergabung dalam kelompok wanita tani citra Gotong Royong mengoptimalkan lahan pekarangan mereka dengan menanam aneka tanaman hortikultura seperti tanaman toga, sawi, seledri, brokoli, cabe, selada, dll. Tanaman yang dikelola oleh masih-masing anggota berjumlah 100 polybag, dalam melakukan budidaya ibu-ibu ini tidak menggunakan pestisida kimia. Hal itu dilakukan mengingat dampak negatif dari pestisida kimia yang dapat membahayakan petani, tanaman, maupun lingkungan. Adanya tanaman hortikultura tersebut juga difungsikan sebagai hiasan pekarangan. Namun tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan tambahan gizi kepada anggota dan keluarganya melalui konsumsi aneka sayuran bebas pestisida kimia. Pemanfaatan pekarangan ini merupakan kegiatan yang disambut antusias ibu-ibu tersebut, mengingat pelaksanaannya tak perlu lahan luas, mudah, bermanfaat dan tentu dapat memberikan keuntungan dari hasil penjualan tanaman. Media tanam yang digunakan berasal dari tanah subur, kotoran hewan, kapur, kulit gabah, dan agensi hayati berupa trichoderma cair. Sedangkan untuk pengendalian OPT, beberapa ibu-ibu menggunakan tanaman refugia juga pestisida nabati. Karena turunnya hujan masih sedikit, penyiraman rutin dilakukan dua kali sehari pagi dan sore. Beberapa ibu-ibu membuat sistem vertikultur dalam menata tanaman mereka di pekarangan. Kemudahan tanaman menggunakan polybag salah satunya mudah untuk di atur dan dipindahkan. Mayoritas ibu-ibu merupakan petani hortikultura yang terbiasa membantu suami mereka di kebun. Hanya saja melakukan budidaya tanpa menggunakan pestisida kimia merupakan pengalaman baru bagi mereka. Semoga, apa yang dilakukan oleh ibu-ibu tani di KWT Citra Gotong Royong dapat diikuti oleh ibu-ibu lain di desa Labunganak pada khususnya dan di kecamatan Batang Alai Utara pada umumnya. Wahyuddin Noor, SP PP. Sumberdaya BPP Kec. Batang Alai Utara