Loading...

IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT PENTING TANAMAN CABAI

IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT PENTING TANAMAN CABAI
IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT PENTING TANAMAN CABAINURHIDAYAT, SPPPL DESA BONTO TIRO Perlindungan tanaman terhadap penyakit dapat dilakukan dengan memilih varietas tanaman yang resisten terhadap penyakit; menanam tanaman yang disukai oleh penyakit untuk mengalihkan serangan; menggunakan pestisida dan membuat kondisi lingkungan yang tidak disukai oleh patogen penyakit. Beberapa penyakit yang menyerang tanaman cabai adalah :a. Busuk basah (Erwinia carotovora) Gejala : Busuk basah pada buah dimulai dari tangkai dan kelopak buah, tetapi infeksi bisa juga terjadi melalui luka di bagian mana saja dari buah. Jaringan buah bagian bawah infeksi menjadi lunak dan luka segera melebar merusak bagian dalam daging sehingga dalam beberapa hari menjadi masa yang basah lunak dan berlendir.Lendir keluar dari kantung buah dan menguap sampai kering. Buah yang masih menempel pada tanaman kemudian terinfeksi akan tetap terikat menggantung seperti kantung air. Setelah isinya keluar suatu kantung buah kering berwarna transparan dan tetap menggantung.b. Pencegahan dan pengendalian1. Pengaturan jarak tanam tidak terlalu rapat. 2. Sanitasi kebun dari sisa-sisa tanaman yang terinfeksi bakteri. 3. Melakukan panen pada waktu cuaca kering. 4. Menjaga agar buah tidak luka / memar waktu dipanen. 5. Simpan buah cabai ditempat yang teduh. 6. Pencucian dapat meningkatkan infeksi. Penambahan khlor pada air cucian dan segera mengeringkannya adalah cara yang dianjurkan. 7. Mengumpulkan dan memusnahkan buah cabai yang terinfeksi. a. Bercak kering (Xanthomonascampestris) Gejala : Pada buah bercak berbentuk bulat kutil tidak beratur, kutil yang menyatu membentuk cembung besar yang retak-retak. Patogen dapat terbawa biji. Pencegahan dan pengendalian :1. Gunakan benih cabai yang bersertifikat. 2. Rotasi tanaman penting untuk mengelola penyakit ini. 3. Penyemprotan dengan fungisida berbahan tembaga mengurangi infeksi penyakit ini. b. Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum Smith) Gejala : Mula-mula tanaman terlihat layu seperti kekurangan air, terutama pada daun-daun muda (bagian atas dari tanaman) tak lama kemudian tanaman menjadi layu keseluruhannya dan mati. Bila pada pangkal batang dipotong melintang ataupun membujur akan terlihat pembuluh kayunya berwarna coklat. Bila bagian yang paling dekat dengan perakaran (pangkal batang) dipotong miring kemudian dimasukkan ke dalam gelas berisi air jernih, maka tak lama kemudian akan keluar cairan (lendir) yang berwarna putih (sepintas seperti asap yang keluar dari batang rokok). Lendir tersebut akan mengendap ke dasar gelas. Lendir ini merupakan massa bakteri. Adanya massa bakteri inidipakai untuk membedakan penyakit layu bakteri dengan layu fusarium (pada layu fusarium tidak keluar cairan putih ini). Pada akar sering tampak sebagian akarnya menjadi coklat busuk.c. Antraknosa (Colletotrichum spp.) Gejala : Antraknos pada buah membuat buah busuk. Di Indonesia penyakit ini dapat menginfeksi buah matang dan buah muda. Gejala awal adalah bercak kecil seperti tersiram air, luka ini berkembang dengan cepat sampai ada yang bergaris tengah 3-4 cm. Ekspansi bercak yang maksimal membentuk lekukan dengan warna merah tua ke coklat muda, dengan dengan berbagai bentuk konsentrik dari jaringan stromatik cendawan yang berwarna gelap. Spora yang berwarna pucat kekuningan sampai warna pink tersebar pada garis-garis konsentrik. Buah cabai bisa hancur 100%.Pencegahan dan pengendalian :1. Gunakan benih yang bersertifikat2. Buah cabai yang terserang antraknos dikumpulkan dalam kantung plastik tertutup dan dimusnahkan. 3. Gunakan fungisida sistemik bergantian dengan yang kontak dengan pola S-K-K-K-S dan seterusnya.