Loading...

Identifikasi Permasalahan Petani Perbatasan Dengan Rembug Tani

Identifikasi Permasalahan Petani Perbatasan Dengan Rembug Tani
Pelaksanaan Rembug Tani di Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, merupakan proses komunikasi antara penyuluh dengan sasaran dalam hal ini petani, penyuluh pertanian akan menyampaikan segala sesuatu yang menyangkut ilmu (teori) dan teknologi (praktis) pertanian.Kegiatan rembug tani ini bertujuan untuk menghimpun dan memfasilitasi petani guna memberikan masukan kepada instansi terkait yang berkaitkan dengan permasalahan-permasalahan dibidang pertanian serta upaya pemecahanya. Seperti ketersediaan bibit unggul, pupuk, alsintan dan ketersediaan air pada saat melakukan usahataninya.Selain itu juga kegiatan rembug tani ini untuk memperkenalkan dan menambah wawasan para petani dengan perkembangan teknologi pertanian, serta sebagai ajang silaturahmi antara penyuluh dan petani Peserta yang hadir dalam kegiatan rembug tani ini berjumlah 50 orang terdiri dari unsur instansi Dinas pertanian dan ketahanan pangan (Kadis, Kabid PSP, Kasi Penyuluhan, Kasi Pupuk dan Alsintan, Ka UPT BP3) kab. Nunukan, instansi PUPR (Staf Bidang Pengelolaan Sumber daya air) Kab. Nunukan, Ka BPP Nunukan Selatan, Pendamping DWS P3A, Lurah Tanjung Harapan, Penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, POPT, UPJA, pengurus P3A dan kelompok tani serta tokoh masyarakat, yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Tanjung Harapan pada Hari Rabu, 29 Juli 2020Dalam Kegiatan rembug tani dapat tersusun rencana kegiatan usaha tani juga jadwal pelaksanaan usahatani serta teridentifikasi masalah dan upaya pemecahanya juga mengevaluasi hasil usahatani kelompok tani maupun Gabungan Kelompok Tani.Prioritas masalah utama adalah ketersediaan Alsintan dan perlunya perbaikan dan penambahan infrastruktur irigasi dan air yang dibutuhkan petani untuk mengairi sawah agar dapat tercukupi pada waktu dibutuhkan sehingga penanaman dilakukan bisa serempak, penyusutan pengairan areal persawahan juga adanya dampak negatif nyata dari terbukanya areal perkebunan kelapa sawit di areal persawahan sehingga terjadi degradasi atau penyusutan lahan sawah dan juga penyerapan dan keterbatasan air guna mengairi persawahan.Kemudian perlunya penerapan teknologi pengelola tanaman terpadu (padi) untuk meningkatkan produksi sehingga swasembada pangan bisa mencapai target.Untuk mencapai keberhasilan di bidang pertanian khususnya padi tidak lepas dari peran dan dukungan kelompok tani/Gapoktan. Kelompok tani dalam mempercepat swasembada pangan harus memberi dukungan optimal guna mengurangi pasokan pangan dari luar seperti beras dari sulawesi dan jawa.Oleh karena itu penguatan kelompok tani sebagai ujung tombak dalam pencapaian swasembada pangan di wilayah ini perlu dilakukan.Pemerintah daerah perlu memfasilitasi kepentingan petani dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani, melalui perbaikan jaringan irigasi, adopsi teknologi dan bantuan sarana prasarana pertanian. Penulis : Asry Aziz, STP., MAP ( Penyuluh Pertanian Muda Kec. Nunukan Selatan Kaltara ).