Indonesia pada umumnya dikenal sebagai daerah tropis basah yang tidak pernah kekurangan air kecuali dibeberapa daerah di kawasan timur. Meskipun dianggap tidak pernah mengalami kekurangan air, dan bahkan pada waktu waktu tertentu berlimpah/banjir namun dalam rangka pemanfaatannya seringkali mengalami kendala, yaitu : dari segi waktu, tersedianya air tidak tepat pada waktu yang diperlukan; dari segi tempat, air tidak selalu tersedia pada tempat yang diinginkan; dari segi jumlah, jumlah air yang ada tidak sesuai dengan keperluan; dan dari segi mutu, mutu air yang ada tidak memenuhi persyaratan yang diminta. Untuk antisipasi kompetisi dalam pemakaian air diperlukan usaha usaha konservasi air maupun pemanfaatan air secara lebih hemat, kebijakan tersebut harus dapat implementasikan dalam kehidupan sehari-hari pada semua sektor kehidupan, termasuk sektor pertanian dimana sektor ini menggunakan air sekitar 85 % dari seluruh air yang digunakan.1. Budidaya Hemat Air; Beberapa budidaya pengawetan air maupun usaha penggunaan air yang efisien dapat disampaikan sbbterdiri dari a). Perbaikan kondisi lingkunngan; pada daerah tangkapan air baik secara vegetatif melalui penanaman tanaman tertentu, maupun cara mekanis seperti pembuatan Chekdam, yang dilengkapi saluran. b). Konservasi air; di daerah pengembangan pertanian (lower watershed), seperti i. Membuat bangunan yang berfungsi menampung air hujan maupun aliran permukaan seperti embung, waduk, dsb, ii Usaha tani konservasi; dengan cara menanami tanaman yang berfungsi sebagai pelindung, iii,Mengurangi penguapan; dari kelembaban tanah dengan penggunaan mulsa baik organik maupun anorganik, iv.Mengurangi penguapan dari permukaan air terbuka, seperti embung/ waduk dengan menanami pohon pohon pelindung, v.Mengurangi peresapan air (terutama untuk sawah yang tanahnya sangat porous) dengan memberikan lapisan aspal ataupun bitumen dibawah lapisan olahnya, vi.Konservasi mata air. 2. Penggunaan air secara hemat (efisien); yang terdiri dari berbagai lokasi dan keadaan seperti a). Pada sumber air permukaan seperti i. Sungai, ii penyimpanan (storage): dam, embung, chekdam, iii. Air hujan, iv. dan Air tanah. b) Pada tingkat penyaluran (jaringan utama) dan distribusi, seperti: I. Perbaikan perancangan, ii. Perbaikan kondisi fisik jaringan irigasi, iii. Dan , Perbaikan pengelolaan antara lain pada tingkat penyaluran (di jaringan utama), dan pada jaringan distribusi. Sementara itu pada c). Pada tingkat lapangan, ditentukan oleh lahan kegiatan dan tanaman seperti: i.Lahan tadah hujan, ii Lahan beririgasi untuk tanaman padi, seperti kegiatan persemaian, pengolahan tanah, penanaman sampai panen, yang juga ditentukan oleh jenis dan umur tanamannya, sistim gogo rancak dan System Rice Intensification (SRI). Khusus untuk sistim usaha tani padi dengan pola SRI secara sepintas penera Usaha tani padi dengan pola System Rice Intensification (SRI). Berdasarkan hasil beberapa penelitian, usaha tani padi dengan pola SRI dapat menghemat penggunaan air hingga 25-40 % bila dibandingkan dengan usaha tani padi secara konvensional dimana system pemberiannya dengan cara dialiri air terus-menerus selama pertumbuhannya. Cara pemberian air pada pola SRI adalah sebagai berikut: pada saat tanam sampai dengan 1 minggu Hari Setelah Tanam (HST) diberikan air macak-macak. Setelah itu sampai dengan 2 minggu sebelum panen diberikan dengan ketinggian 2-3 cm. Pada setiap perlakukan seperti pemupukan, penyiangan, pengendalian organisme pengganggu, penyiangan, dsb dikeringkan. Pada beberapa praktek pemberian air dengan pola SRI, kadang-kadang juga dilakukan pengeringan setiap 1- 3 hari sekali selama 3- 5 hari tergantung tekstur tanahnya (kecuali pada masa pembungaan dan pemasakan biji), sampai tanahnya pecah-pecah. Pada saat anakan maksimum lebih kurang 45-47 HST sebaiknya lahan dalam kondisi kering 10 hari, hal ini dimaksudkan untuk menghambat proses pertumbuhan vegetatif, menghemat nutrisi agar tidak digunakan untuk pertumbuhan tunas yang tidak produktif, dan menghambat tanaman agar tidak terlalu tinggi. Salah satu contoh dalam praktek pengelolaan air di petakan sawah untuk SRI di Jawa Barat adalah sebagai berikut: (1) Pengolahan tanah dengan pelumpuran dilakukan seperti biasa, setelah siap tanam dibuat parit keliling dan parit melintang(2) Parit keliling dan melintang berfungsi untuk mengalirkan air irigasi merembes ke lahan sampai macakmacak, juga berfungsi sebagai saluran drainase, (3) Bibit ditanam dangkal (1~2 cm), tunggal, berumur 10 hari setelah semai, pada kondisi tanah macakmacak (genangan 0~5 mm),(4) Kondisi air dari macakmacak dibiarkan sampai retak rambut, kemudian diairi lagi sampai macakmacak. (5) Kondisi ini dilakukan selama periode vegetatif dan pertumbuhan anakan (sampai dengan 45~50 hst). Pengeringan lahan pada periode vegetatif bertujuan untuk menciptakan aerasi yang baik di daerah perakaran sehingga merangsang pertumbuhan akar yang kuat dan pertumbuhan anakan. Di Jawa Barat apabila jumlah anakan terlalu banyak (lebih dari 50 anakan) umumnya ada dua cara untuk menahan pertumbuhan jumlah anakan yakni (a) digenangi sampai 3 cm selama 10 hari (di lahan tadah hujan), atau (b) dikeringkan sampai tanahnya retak selama 10 hari berturutan (di lahan beririgasi). (6) Pada periode vegetatif jika akan dilakukan penyiangan, maka air irigasi diberikan sampai genangan 2 cm untuk memudahkan operasi alat penyiang landak atau grendel. Setelah penyiangan selesai biasanya air akan menjadi macakmacak kembali. (7) Frekuensi penyiangan biasanya sampai 3~4 kali tergantung kondisi gulma. Penyiangan pertama 10 hst, kedua 20 hst, ketiga 30 hst. Tiga hari kemudian setelah penyiangan, sawah akan kering, semprotkan MOL buatan sendiri.(8) Pada waktu mulai fase pembungaan (51~70 hst) dan pengisian bulir sampai masak susu (71~95 hst), sawah diairi dan terus dipertahankan macakmacak. Fase ini tanaman padi sangat peka terhadap kekurangan air. (9) Pada fase pematangan bulir sampai panen (96~105), sawah dikeringkan total. Pengeringan ini bertujuan untuk mempercepat dan menyeragamkan proses pematangan bulir padi. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : ali_bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Bahan Penyuluhan Pertanian, Mendukung Pertanian ramah Lingkungan. 2013. Direktorat Pengelolaan Air irigasi, Direktorat jenderal Prasarana dan sarana Pertanian.