Loading...

Implementasi Intregrasi Tanaman Padi dan Ternak Sapi

Implementasi Intregrasi Tanaman Padi dan Ternak Sapi
Implementasi integrasi tanaman padi dengan ternak sapi sangatlah berpotensi dan dapat bernilai ekonomis tinggi untuk dilaksanakan di wilayah Kecamatan Anak Ratu Aji, hal ini didasarkan pada potensi Alam dan sumber daya manuasia yang dimiliki oleh petani di Anak Ratu Aji. Luas Lahan Sawah di Kecamatan Anak Ratu Aji pada Tahun 2019 adalah 1.700 Ha. Sawah tehnis yang ada di wilayah Anak Ratu Aji merupakan sawah tehnir aliran irigasi Way Pengubuhan dengan pola tanam, Padi- Padi – Palawija. Dengan potensi sawah yang besar otomatis terdapat hasil ikutan yang besar juga, seperti Jerami, dedak, dan bekatul. Pemanfaatan jerami selama ini belum maksimal bahkan cenderung belum dimanfaatkan, pada saat musim panen jermi justru dimanfaatkan atau di ambil oleh petani/pengusaha dari luar daerah dan dimanfaatkan untuk media jamur merang, media penanaman kencur dll. Potensi ternak di Kecamatan Anak Ratu Aji cukup besar dimana mayoritas petani yang ada juga mengusahakan ternak secara tradisional adapun ternak yang diusahan adalah ayam Kampung, Kambing, dan sapi. Dalam beternak sapi sebagian besar masih mengunakan cara tradisional yakni dalam penyediaan pakan petani mencari pakan (hijauan) setiap hari sesuai dengan kebutuhan pakan sapi pada hari itu, meskipun sebagian kecil patani/peternak sudah memulai mengenal dan mengolah pakan. Kedua potensi diatas sangatlah akan lebih efektif dan efisien jika diterapkan konsep integrasi dimana keduanya dapat saling memberikan manfaat yang lebih besar lagi. Pada prinsipnya konsep integrasi adalah merubah hasil ikutan menjadi asupan yang bernilai tinggi bagi sektor lainnya. Dalam hal integrasi padi ternak alurnya adalah : Ternak menghasilkan daging, bakalan/bibit, kotoran /pupuk Padi menghasilkan pangan/beras, hasil ikutan (dedak, bekatul, jerami) Alurnya adalah :A kotoran sapi dapat diolah atau difermentasi menjadi pupuk organik yang baik, bahkan tanpa diolah pun tetap dapat digunakan sebagai pupuk organik. Kemudian pupuk tersebut dapat dimanfaatkan untuk memupuk padi, sehingga akan menghemat penggunnaan pupuk kimia, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya produksi Padi menghasilkan beras, dedak, bekatul dan jerami, hasil ikutan jerami dapat diolah menjadi pakan ternak yang bernilai tinggi, pengolahan jerami dapat dilakukan dengan cara: Hay, metode pembuatan hay sangat sederhan yakni jerami dikeringkan, kemudian ditempatkan pada tempt yang teduh terhindar dari air hujan dan panas matahari sampai dengan waktu 1 atau 2 tahun, kemudian dapat diberikan pada ternak dimusim kemarau atau penghujan. Amoniasi Metode pembuatan pakan mengunakan metode aminias juga cukup mudah dan dapat dilaksanakan oleh seluruh petani, metode ini dilaksanakan dengan cara modifikasi lingkungan untuk menciptahan proses aminiasi dengan menggunakan bahan sumber nitrogen atau pupuk Urea. Jerami ditumpuk pada tempat tertutup atau rapat secara berlapis disirami dengan larutan urea hingga rata, adapun jumlah urea yang diperlukan adalah 2 % dari jumlah jerami sedangkan kebutuhan air menyesuaikan dengan kondisi kadar air atau tingkat kekeringan jerami. Kemudian jerami ditutup rapat dengan plastik, sehingga tercipta keadana an aerob atau tanpa sirkulasi udara. Setelah 21 satu hari proses amoniasi penguraian bahan organik pada jerami oleh larutan nitrogen akan maksimal dan kemudian jerami dapat diberikan pada ternak, dengan cara jerami tersebut diangin-anginkan sebelum diberikan pada ternak agar gas amoniak tidak ada lagi. Berdasarkan konsep diatas maka intergrasi usaha budidaya padi dan ternak sapi dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomis yang tinggi terhadap petani. Konsep ini telah dilatihkan oleh petugas penyuuh di Kecamatan Anak Ratu Aji terhadap kelompok –kelompok tani yang ada melalui, penyuluhan-penyuluhan dan konsep ini mulai dilaksanakan oleh sebagian petani diwilayah Kecamatan Anak Ratu Aji. ( Penulis : Agus Suharjo,S.ST.) Tanggal Artikel : 06 September 2019