IMPLEMENTASI PERBANYAKAN AGEN HAYATI CORYNEBACTERIUM UNTUK MENGENDALIKAN KRESEK PADA PADIDI KECAMATAN TONGAS I. LATAR BELAKANG Serangan penyakit kresek, hawar daun bakteri (BLB) pada tanaman padi telah meresahkan para petani kita. Sepertinya sekarang ini kresek telah menjadi penyakit utama pada tanaman padi.Kerugian yang ditimbulkan oleh serangan kresek tidak main-main, bisa mencapai 75 %.Belum pahamnya petani tentang penyakit kresek ini menjadi kendala untuk mengendalikannya. Berbagai cara pengendalian secara kimia dilakukan petani namun banyak yang belum mendapatkan hasil yang maksimal. Padahal ada cara organik yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit kresek ini (keefektifannya bisa mencapai 80%).Salah satu pengendali kresek yang telah teruji dalam berbagai demplot kita di daerah Probolinggo adalah dengan menggunakan agensi hayati Corynebacterium sp. Selain harganya sangat murah Corynebacterium sp juga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. II. TUJUANAgar petani mengaplikasikan Coryne bacterium sp. yang merupakan salah satu agens hayati bersifat antagonis dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman. Yang paling utama Coryne bacterium sp. dapat mengendalikan penyakit kresek pada tanaman padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae.sehingga dapat meningkatkan produksi serta produktifitas tanaman pangan maupun hortikultura. III. ALAT DAN BAHAN 1.Peralatan : kompor, panci,serok, sotil (alat pengaduk), ember, pisau, corong,canting,saringan, dirigen, botol, selang, airator 2. Bahan : corynebacterium, kentang, gula pasir,air Pelaksanaan kegiatan Persiapan memasukkan kentang ke dalam dandang yang berisi air sambil di aduk-aduk hingga kentang keadaan empuk atau masak Ambil kentang dari dalam dandang yang sudah masak Persiapan memasukkan gula pasir dan diaduk hingga hancur diatas api kompor setelah itu matikan kompor dan biarkan dingin lalu airnya di pindahkan ke galon atau curigen yang bersih dan steril baru satu tabung stater isolate corynebbacterium di masukkan . pasang selang dan di hubungkan dari aerator ke botol pertama yang berisi air dan di beri KMnO4 sebagai fermentor lalu udara masuk ke galon Udara dari galon di keluarkan ke botol yang ke dua dan Berisi air dan KMn O4. Coynebacterium dalam rangkaian/proses tersebut diinkubasikan selama 14 hari telah memenuhi standar mutu untuk diaplikasikan ke lapangan V. INFORMASISasaran bakteri Coryne bacterium sp.Bakteri ini efektif untuk mengendalikan penyakit Kresek (BLB) yang disebabkan oleh Xanthomonas campestris pv oryzae, Hawar Daun Jingga (BRS) yang disebabkan oleh Pseudomonas sp pada tanaman padi, bercak daun Helminthosporium sp dan Cercospora sp pada tanaman jagung, penyakit akar gada (Plasmodiophora brassicae) pada tanaman kubis, serta penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) pada tanaman pisang. Cara Aplikasi Corinebacterium Adapun cara aplikasi agensi hayati corinebacterium adalah :1. Untuk perendaman benih dengan dosis 5 – 10 cc/liter air,dengan cara benih di rendam selama +15 menit2. Aplikasi kepertamanan pada umur 14,28,40,60, dan 70 hari setelh tanam 3. Usahakan penyemprotan di lakukan pada sore hari ,mulai pukl 4 sore di karenakan untuk meminimalisir kerusakan pada bakteri4. Jangan di campur dengan bahan / pestisida kimia saat melakukan penyemprotan