Loading...

Indahnya Kebersamaan Dengan Pihak Masyarakat Dan Tni Dalam Rangka Pemberantasan Hama Wbc (wereng Batang Cokelat)

Indahnya Kebersamaan Dengan Pihak Masyarakat Dan Tni Dalam Rangka Pemberantasan Hama Wbc (wereng Batang Cokelat)
BPP Leuwisari. Bergerak cepat menyikapi laporan petani terkait mulai munculnya hama wereng batang coklat (WBC) di areal tanaman padi.Pencegahan secara dini tersebut dilakukan agar penyebaran WBC tidak semakin meluas sehingga mengancam produktivitas tanaman padi. Seperti yang dilakukan di Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kamis (29/9).Sejumlah petani yang tergabung dalam Barisan Brigade Pembasmi Hama yang di bentuk dari masing2 Kelompoktani di Wilayah Kerja BP3K Leuwisari bersama petugas BP3K Kec. Leuwisari dan unsur TNI Koramil 1212 Leuwisari bahu membahu mengendalikan hama WBC dengan melakukan penyemprotan pestisida di 20 hektar tanaman padi. ``Usia tanaman padi yang disemprot rata-rata sekitar 40 hari. Jenisnya padi Jembar. Dari deteksi alat yang ada, hama WBC mulai muncul 15 September 2016,`` ujar Iday, ketua kelompok tani Sinar Gumbira Desa Arjasari.Sudah masuk kategori berat dan adanya WBC mengancam tanaman padi warga di desa tersebut. Uus Ruslan Petugas POPT Kec. Leuwisari menegaskan WBC di Desa Arjasari sudah masuk serangan berat.``Populasi WBC sudah banyak per batang padi dan harus segera dikendalikan,`` tandasnya.Jeje Koordinator Penyuluh BP3K Kecamatan Leuwisari mengemukakan pihaknya menyediakan obatan-obatan pestisida yang di kirimkan langsung dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya bisa diperoleh petani dengan gratis. Selain itu pihaknya juga meminjamkan peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan pengedalian hama WBC.Berdasarkan data yang dihimpun, di Kecamatan Leuwisari luas areal tanaman padi yang terancam hama WBC mencapai sekitar 60 hektar. Dari jumlah tersebut, 20 hektar diantaranya telah dilakukan pengendalian hamanya.Dari hasil kegiatan tersebut sudah sekitar 75% luas areal yang tadinya terserang sudah kembali aman terkendali, sehingga perlu adanya tindakan lanjutan untuk pengendalian di daerah yang lainnya. Kamis (29/9),"ujar petugas BP3K Leuwisari (Dudan Supriadi//)