Loading...

INDO JARWO TRANSPLANTER, MESIN TANAM PADI SISTEM LEGOWO

INDO JARWO TRANSPLANTER, MESIN TANAM PADI SISTEM LEGOWO
Sistem Tanam Jajar LegowoSistem tanam jajar legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Sistem tanam jajar legowo menjadi salah satu komponen teknologi pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Sistem jajar legowo merupakan salah satu metode untuk meningkatkan produktivitas padi yang telah direkomendasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Penerapan sistem tanam legowo disarankan menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm. Penerapan sistem tanam legowo yang direkomendasikan adalah legowo 2:1 dan legowo 4:1. Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Sedangkan sistem taman lewo 4:1 populasi tanaman mencapai 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25) cm. Rata-rata peningkatan produktivitas yang dicapai dengan penerapan jajar legowo adalah sebesar 13,83% dibanding dengan metode tanam tegel. Dalam penerapan sistem tanam jajar legowo di tingkat petani, membutuhkan biaya tanam per hektar lebih tinggi dibanding metode tanam tegel 25 x 25 cm. Disisi lain, semakin terbatasnya tenaga kerja dalam bidang pertanian, menjadi kendala tersendiri penerapan sistem tanam jajar legowo. Untuk menjawab kebutuhan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian merancang mesin tanam padi jajar legowo 2:1 yang diberi nama Indo Jarwo Transplanter 2:1. Mesin Indo Jarwo TransplanterMesin Indo Jarwo Transplanter dirancang untuk mempercepat waktu dan menurunkan biaya tanam. Selain itu, mesin ini diharapkan dapat mensubtitusi masuknya mesin tanam impor sistem tegel. Untuk menanam 1 ha bibit padi, satu unit mesin tanam Indo Jarwo Transplanter mempunyai kemampuan setara dengan 20 tenaga kerja tanam. Selain itu mesin tanam Indo Jarwo Transplanter mampu menurunkan biaya tanam dan sekaligus mempercepat waktu tanam. Keunggulan Mesin Tanam Indo Jarwo TransplanterPenggunaan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter memiliki beberapa keunggulan, dan mampu menghemat biaya usaha tani, khususnya pada kegiatan penanaman dan kecepatan waktu tanam jika dibanding dengan tanam secara manual. Dengan menggunakan mesin Indo Jarwo Transplanter biaya semai dan tanam untuk lahan seluas 1 hektar membutuhkan biaya sekitar Rp. 905.000, sedangkan cara manual membutuhkan biaya semai dan tanam sekitar Rp. 2.000.000. Berikut perbandingan biaya antara penggunaan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter dengan cara tanam manual.1. Kebutuhan benihKebutuhan benih dengan menggunakan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter lebih sedikit jika disbanding dengan sistem tanam manual. Perbandingan kebutuhan benih menggunakan mesin tanam Indo Jarwo Transpanter sebanyak 16 kg benih per hektar, sedangkan cara manual membutuhkan benih sekitar 35 kg per hektar. 2. Biaya semaiKebutuhan biaya semai dengan menggunakan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter lebih mahal jika dibanding cara manual. Kebutuhan biaya semai menggunakan mesin tanam Indo Jarwo Transpanter sekitar Rp. 160.000, sedangkan cara manual membutuhkan biaya sekitar Rp. 150.000.3. Tenaga semaiKebutuhan biaya tenaga semai dengan menggunakan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter bisa lebih efisien jika dibanding cara manual. Kebutuhan tenaga semai menggunakan mesin tanam Indo Jarwo Transpanter sekitar 2-3 orang, sedangkan cara manual membutuhkan tenaga semai sekitar 3 orang.4. Perawatan Untuk biaya perawatan, tidak ada perbedaan antara penggunaan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter dengan cara manual.5. Ongkos cabut dan angkut bibitPenggunaan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter tidak mengeluarkan biaya ongkos cabut. Sedangkan sistem tanam manual membutuhkan biaya sekitar Rp. 600.000 per hektarnya.6. Ongkos gulung dan angkut bibitPenggunaan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter membutuhkan biaya untuk gulung dan angkut bibit sebesar Rp. 100.000, atau membutuhkan tenaga sebanyak 2 orang.7. Tenaga tanamTenaga kerja tanam yang dibutuhkan dengan penggunaan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter sebanyak 3 orang, terdiri dari 1 (satu) orang operator, dan 2 (dua) orang tenaga penyulam. Dengan sistem tanam manual membutuhkan tenaga kerja sebanyak 20 orang dan dua orang pembantu. 8. Biaya TanamBiaya tanam yang dibutuhkan dengan penggunaan mesin tanam Indo Jarwo Transplanter hanya Rp. 200.000, sedangkan sistem tanam manual membutuhkan biaya Rp. 770.000.9. Bahan Bakar, Oli Mesin dan Oli Hidrolik, dan Penyusutan AlatPada sistem tanam dengan menggunakan mesin Indo Jarwo Transplanter membutuhkan biaya untuk bahan bakar, oli mesin dan oli hidrolik, serta biaya penyusutan alat sekitar Rp. 225.000. Sedangkan pada cara manual tidak mengeluarkan biaya untuk kegiatan tersebut. Sumber:Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian. 2013. Mesin Tanam Pad Indo Jarwo Transplanter. Tersedia di http://mekanisasi.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=655:mesin-tanam-padi-indo-jarwo-transplanter-&catid=14:alsin. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2013. Sistem Tanam Legowo. Tersedia di: http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/1714/file/Panduan-Sistem-Tanam-Legow.pdf Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianEmail: ume_humaedah@yahoo.com