INOKULASI RIZOBIUM PADA BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI DI LAHAN SAWAHPADA KELOMPOK TANI DESA BLATER KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA Oleh : Hari Purnomo, SPt PENDAHULUANDi Desa Blater, Kecamatan Kalimanah , luas lahan sawah mencapai 123,5 ha. Dari Luas tersebut sawah yang ditanami padi padi dua kali setahun adalah seluas 123 ha. Dengan potensi tersebut, melalui penanaman pola tanam padi-padi-kedelai (peningkatan IP dengan palawija) seluas 63 Ha, diharapkan produksi kedelai dapat ditingkatkan. Hal ini ditunjang oleh tersedianya teknologi budidaya kedelai di lahan sawah yang produktivitasnya dapat mencapai 2,5 t/ha. Kebiasaan menanam tanaman kedelai sebenarnya merupakan kebiasaan yang sudah turun temurun dilakukan oleh petani desa Blater. Namun dengan berbagai penyebab kebiasaan menanam Kedelai pada musim tanam ke - 3 pelan tapi pasti hilang dan ditinggalkan oleh petani. Saat ini melalui kegiatan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai, petani mulai dibangkitkan untuk kembali membudidayakan tanaman kedelai. TAHAPAN BUDIDAYABeberapa tahapan diperlukan dalam budidaya tanaman kedelai yaitu dimulai dengan penyiapan lahan. Menanam kedelai yang ideal adalah dilakukan pada saat Musim Kemarau (MK) II seklita bulan Juli sampai Agustus. Di Desa Blater kegiatan yang pertama dilakukan adalah penyiapan lahan. Penyiapan Lahan dilakukan sebelum penanaman. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman kedelai di lahan sawah adalah 1) dilakukan 1 (satu) hari setelah panen padi atau paling lambat 3 hari setelah panen. 2) Penanaman dilakukan secara cepat setelah panen agar : (1) gulma belum tumbuh, (2) hama belum berbiak, (3) tanah masih lembab, sehingga pertumbuhan benih kedelai optimal. Jika penanaman dilakukan setelah 3 hari sejak panen padi dapat menggagal panen oleh akumulasi hama, penyakit dan gulma.Pengolahan Tanah dilakukan dengan persiapan lahan segera (1-2 hari) setelah panen padi. Petani di Desa Blater biasanya tidak melakukan pengolahan tanah (Zero Tilage), hanya dilakukan pembersihan rumput. Selanjutnya perlu di buat saluran drainase dengan jarak 3-4 m secara membujur dan melintang dengan kedalaman 25-30 cm. Untuk menekan gulma, serangan lalat kacang dan mempertahankan kelembaban tanah, gunakan jerami padi sejumlah 5 ton perhektar sebagai mulsa dengan cara dihamparkan setelah penanaman benih.INOLULASI RHIZOBIUMDalam pertanaman kedelai, jaminan tentang adanya bintil akar yang efektif merupakan komponen penting untuk mencapai produksi optimal dan menghemat penggunaan pupuk nitrogen. Untuk lahan sawah yang belum pernah ditanami kedelai, harus dilakukan inokulasi rhizobium dengan tujuan untuk meningkatkan penambahan N dari udara, sehingga meningkatkan efisiensi pupuk N. Cara penyiapan inokulum dengan biakan murni rhizobium: (1) basahi biji kedelai dengan air secukupnya kemudian kedelai dicampur dengan 7,5 gr Legin dll. Dan (2) keringkan di tempat teduh beberapa saat. Pada lahan sawah yang lebih dari 3 tahun tidak ditanami kedelai atau daerah pengembangan baru, inokulasi Rhizobium dengan menggunakan Rhizo+ perlu dilakukan dengan takaran 150 gr/ha.PENGGUNAAN VARITAS UNGGULVarietas kedelai untuk lahan sawah bekas padi varietas berumur genjah (Pemilihan Benih dilakukan dengan melihat Kemurnian benih yaitu minimal 97% sehat. Benih harus bernas dan tidak keriput, tidak berbintik dan kadar air maksimal 13%.PERLAKUAN BENIHSebelum tanam, campur setiap 15 kg benih dengan 50 gr Rhizobium(Rhizopus) serta insektisida untuk mencegah serangan hama lalat bibit. Selanjutnya benih ditanam dengan menggunakan tugaldan kedalaman tanam 2-3 cm, setiap lubang tanam dimasukan benih 2-3 biji. Jarak tanam adalah 40x10 cm atau 40x15cm atau dengan cara legowo (jarak tanam baris ganda) dengan jarak 20 cm, jarak antar pasangan 2 baris, dan 50 cm jarak antar baris berikutnya sehingga populasi tanaman antara 400.000-500.000/ha.Penggunaan Mulsa Jerami Padi dilakukan dengan menutup lahan dengan mulsa jerami setelah selesai tanam. Mulsa jerami dapat mengurangi penyiangan, dilakukan penyiangan cukup satu kali, yakni sebelum tanaman berbunga. Pada daerah endemis lalat bibit, pemberian mulsa dapat menekan serangan lalat bibit. Setelah penanaman tanam kemudian dipelihara dengan pemupukan, penyiangan sampai datang waktu panen dan pasca panen.