Loading...

INOVASI, KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI PETANI DALAM PROSES PEYULUHAN PERTANIAN

INOVASI, KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI PETANI DALAM PROSES PEYULUHAN PERTANIAN
Inovasi Inti dari setiap upaya pembangunan yang disampaikan melalui kegiatan penyuluhan, pada dasarnya ditujukan untuk terciptanya perubahan-perubahan perilaku masyarakat demi terwujudnya peraikan mutu hidup yang mencakup banyak aspek baik ekonomi, social, budaya, ideologi, politik maupun pertahanan dan keamanan. Rogers dan Shoemaker (1971), mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktek-praktek baru, atau obyek-obyek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran penyuluhan. Lionberger dan Gwin (1982) mengartikan inovasi tidak hanya sekedar sebagai sesuatu yang baru tetapi lebih luas dari itu yakni sesuatu yang baru atau dapat mendorong terjadinya pembaruan dalam masyarakat atau pada lokalitas tertentu. Mardikanto (1988), pengertian inovasi dapat semakin diperluas menjadi : sesuatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktek-praktek yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan/diterapkan/dilaksanakan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu yang dapat digunakan atau mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi selalu terwujudnya perbaikan-perbaikan mutu hidup setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan. Karakteristik Petani Karakteristik adalah pengaruh atau daya yang timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang (Anonymous, 2001). Beberapa karakteristik yang mempengaruhi tingkat adopsi petani terhadap penerapan GAP adalah : Soekartawi (1988) menyatakan makin muda usia petani mempunyai semangat untuk ingin tahu apa yang belum mereka ketahui, sehingga dengan demikian mereka berusaha untuk lebih cepat melakukan ataupun mengadopsi hal – hal yang baru. Lebih lanjut dikatakan bahwa kemampuan kerja seseorang akan bertambah sampai pada tingkat umur tertentu, kemudian ia akan menurun. Umur petani akan mempengaruhi kemampuan bekerja dan berpikir. Petani yang berumur muda dan sehat mempunyai kemampuan fisik yang lebih besar dan waktu kerja akan lebih lama dibandingkan dengan petani yang berumur tua. Tingkat Pendidikan Petani yang berpendidikan tinggi relatif lebih cepat dalam menerima inovasi baru. Sebaliknya yang berpendidikan rendah agak sulit untuk menerima inovasi baru. Jumlah Tanggungan Keluarga Jumlah tanggungan keluarga adalah banyaknya orang yang berada dalam rumah tangga selain kepala keluarga. Hal ini akan berpengaruh terhadap pola produksi dan komsumsi petani serta mengakibatkan perbedaan produksi dan dana yang diterima. Semakin banyak tenaga kerja semakin tinggi pula biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi, tetapi disisi lain semakin banyak anggota keluarga yang aktif berusaha tani berpeluang memperoleh dana yang diterima lebih tinggi (Soedarmanto,1992). Kepemilikan Lahan Tingkat luasan usahatani menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat petani, semakin luas areal menggambarkan semakin tinggi produksi dan pendapatan yang diterima (Anonymous, 2008). Pengalaman berusaha tani/Lama usaha Pengalaman berusaha tani merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi petani dalam menerima suatu inovasi. Pengalaman berusaha tani terjadi karena pengaruh waktu yang telah dialami oleh para petani. Petani yang berpengalaman dalam menghadapi hambatan - hambatan usaha taninya akan tahu cara mengatasinya, sedangkan petani yang kurang berpengalaman akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan hambatan. Motivasi Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Motivasi adalah kecenderungan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan dengan tujuan tertentu atau usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai sesuatu yang dikehendaki. Menurut Siagian (1989), Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang mau dan rela mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan. Pada dasarnya motivasi merupakan suatu proses psikologis yang sangat fundamental sifatnya. Akan sangat sukar untuk menyanggah bahwa motivasi merupakan proses yang amat penting dalam pemuasan berbagai kebutuhan. ONAM SYEFI DISYON TON, SST PPL DESA TUAFANU, KIUFATU DAN TOINEKE KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN