Loading...

INOVASI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA PADI SAWAH KEGIATAN SL-UPSUS PADA KELOMPOK TANI OMBA KACURA DESA MATA PYAWU

INOVASI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA PADI SAWAH KEGIATAN SL-UPSUS PADA KELOMPOK TANI OMBA KACURA DESA MATA PYAWU
Saat ini Indonesia sudah terdampak perubahan iklim dengan kenaikan suhu berkisar 0,16 – 1,44 derajat celsius (kompas, januari 2016) dan pertanian merupakan salah satu sektor yang rentan terkena dampak perubahan iklim, salah satunya pada tanaman padi sawah. Dampak perubahan iklim pada komoditas padi • Berubahnya pola curah hujan dan iklim ekstrim yang menyebabkan bergesernya waktu tanam, banjir dan kekeringan • Naiknya suhu udara yang mengakibatkan menurunnya hasil tanaman• Meningkatnya muka air laut yang membuat berkurangnya areal tanam padi Inovasi yang dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim pada tanaman padi :1. Menentukan varietas unggulan yang bisa di tanam pada wilayah dengan musim tanam ? Varietas dodokan; silugongo; inpari (umur pendek) cocok di kembangkan di wilayah dengan periode hujan relatif lebih singkat. ? Varietas Banyuasin; inpari; (toleran kegaraman) cocok di kembangkan di wilayah sawah di pesisir pantai yang mengalami kegaraman/salinitas ? Varietas Inpari dan inpara (toleren rendaman) cocok dikembangkan di wilayah rawan banjir? Varietas Inpari dan Inpago (toleren Kekeringan) cocok di kembangkan di wilayah dengan periode hujan relatif lebih singkat Dari semua varietas yang cocok dengan tempat dan iklim maka kelompok tani ombakacura berada pada toleren kekeringan di mana lahan sawah pada kelompok tani omba kacura berada pada wilayah dengan periode hujan yang relatif lebih singkat. 2. Pengairan berselang 3. Pengolahan hara spesifik lokasi 4. Pengolahan limbah tanaman5. Penggunaan kalender tanam terpadu modren untuk memperoleh anjuran teknologi yang tepat. Oleh : Ignasius Tamo AmaKelompok Tani : Omba Kacura Desa : Mata Pyawu – Kabupaten Sumba Barat Daya Editor : Ridwan Iskandar