Loading...

INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU TANAMAN KEDELAI

INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU TANAMAN KEDELAI
Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditi penting bagi masyarakat khususnya bagi industri pengolahan pangan digunakan untuk bahan baku pembuatan kecap, tahu, tempe, tauco, dan makanan lainnya.Dalam rangka meningkatkan produktivi-tas, produksi, dan kesejahteraan petani kedelai, serta menjaga kelestarian lingkungan, telah diperkenalkan sebuah inovasi teknologi yang di kenal dengan nama Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) kedelai atau Soybean Integrated Crop management (ICM). Penerapan PTT kedelai di rancang berdasarkan penga-laman implementasi padi sawah yang telah lebih dahulu dikembangkan di Indonesia dan memperlihatkan keberhasilan yang significant.PTT kedelai didefinisikan sebagai suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. PTT kedelai merupakan sebuah pendekatan inovatif dalam upaya untuk : (1) Peningkatan produktivitas, dan (2) Efisiensi usahatani kedelai melalui penerapan teknologi kedelai yang memiliki efek sinergis (saling mendukung), dilakukan secara partisipatif, dan bersifat spesifik lokasi.PTT bukanlah suatu paket teknologi produksi kedelai, melainkan suatu pendekatan dalam produksi kedelai agar teknologi atau proses produksi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, meliputi : (1) kondisi biofisik (iklim, tanah, air, organisme pengganggu tanaman (OPT); (2) Keadaan sosial ekonomi masyarakat (kemampuan dan keinginan petani); dan (3) kelembagaan yang terkait dengan pembangunan pertanian.Oleh karena itu, paket teknologi dapat beragam atau sangat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnyaatau satu kelompok tani dengan kelompok tani lainnya. Diharapkam dengan pendekatan ini selain produktovitas kedelai meningkat, biaya produksi optimal, produknya berdaya saing, dan dapat meningkatkan pendapatan petani.PTT kedelai merupakan inovasi baru untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam peningkatan produktivitas kedelai. Ada lima komponen teknologi dasar PTT kedelai, yaitu : (1) Varietas unggul baru (VUB); (2) Benih bermutu dan berlabel; (3) Pembuatan saluran drainase; (4) Pengaturan populasi tanaman; dan (5) Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) secara terpadu.Sedangkan komponen teknologi pilihan PTT kedelai ada enam komponen, yaitu : (1) Penyiapan lahan; (2) Pemupukan sesuai kebutuhan tanaman; (3) Pemberian bahan organik; (4) Amelioran pada lahan kering masam; (5) Pengairan pada periode kritis; dan (6) Panen dan Pascapanen.Dalam menerapkan inovasi PTT kedelai, ada beberapa prisip utama yang harus dilaksanakan. Prinsip utama tersebut adalah : (1) Partisipatif, di mana petani berperan aktif memilih dan menguji teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat dan meningkatkan kemampuan melalui proses pembelajaran di laboratorium lapang. Dilakukan atas dasar kebutuhan, keinginan, dan kehendak petani yang mendapat dukungan aparat terkait; (2) Spesifik lokasi, memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik, sosial budaya, dan ekonomi petani setempat; (3) Integrasi atau terpadu, melalui pengelolaan sumberdaya lahan, air, tanaman, tanah, dan OPT dengan baik secara terpadu; (4) Sinergis atau serasi, melalui pemanfaatan teknologi terbaik dan memperhatikan keterkaitan antar komponen teknologi yang saling mendukung; dan (5) Dinamis, di mana penerapan teknologi selalu disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) serta kondisi sosial ekonomi setempat.Penerapan PTT kedelai diawali dengan kegiatan pemahaman masalah dan peluang (PMP) pengembangan sumber daya dan kondisi lingkungan setempat, dengan tujuan : (1) Mengumpulkan informasi dan menganalisis masalah, kendala, dan peluang usahatani kedelai; (2) Mengembangkan peluang dalam upaya peningkatan produksi kedelai; dan (3) Mengidentifikasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah setempat. Komponen teknologi dapat menjadi "keharusan" (compulsory) apabila hasil PMP memprioritaskan komponen teknologi tersebut menjadi keharusan untuk pemecahan masalah utama suatu wilayah.Tahapan pelaksanaan PMP mencakup dua kegiatan utama, yaitu : (1) Penetuan prioritas masalah secara bersama oleh anggota kelompok tani. Permasalahan setiap petani dikumpulkan, dikelompokkan, dan dicarikan alternatif pemecahannya oleh semua peserta PMP. Peserta PMP berasal dari seluruha anggota kelompok tani, dan peneliti/penyuluh sebagai fasilitator; dan (2) Melakukan analisis kebutuhan dan peluang introduksi teknologi atas dasar permasalahan tersebut. DitulisKembaliOleh :HarnatiRafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)AlamatEmail : harnati_r@yahoo.comSumberBacaan :1. Atman. 2014. Produksi Kedelai; Strategi Meningkatkan Produksi Kedelai Melalui PTT. Graha Ilmu. Yogyakarta.