Loading...

INOVASI PETANI (TELEBUG ALAT PANEN RENDAH LOSIS)

INOVASI PETANI (TELEBUG ALAT PANEN RENDAH LOSIS)
Pada umumnya pelaksaan panen padi menggunakan alas terpal, dimana setelah padi di sabit ditumpuk terlebih dahulu sebelum ditumpuk pada alas terpal yang diletakan dipinggir atau ditengah-tengah petakan . secara otomatis begitu disimpan setelah disabit,lalu ditumpuk ,dipundak lagi menuju alas terpal,banyak bulr bulir padi yang berjatuhan,apalagi begitu digebot/dipul-pukulkan pada bantalan anyaman bambu/kayu atau batu besar akan berceceran kesana kemari,yang lebih parah lagi petani jarang memakai tirai banting. Sehingga kehilangan produksi waktu panen [ LOSIS ] TINGGI . Walaupun pemerintah memberikan bantuan alat-alat panen termasuk mesin panen combain harvester, sebagian besar petani masih melaksanakan panen dengan cara tradisional dengan berbagai prtimbangan dan alasan yang masuk diakal.Di Kecamatan Singajaya [ Wilayah BPP Singajaya ] ,sebagian kecil Petani/anggota kelompok tani menyadari hal tersebut diatas,dimana jika pelaksaan panen memggunakan cara cara diatas terus menerus,maka artinya akan kehilalangan produksi waktu panen [Losis] terus menerus juga. Sehingga tidak tahu siapa dan dimana memulainya, panen padi menggunakan alas TELEBUG [ Tolombong Besar ] Salah satu solusi untuk mengurangi kehilangan produksi waktu panen [Losis].Anggota kelompokTani TANI MUKTI Cigintung sudah banyak yang menggunakan TELEBUG waktu Panen, setelah diamatati secara seksama memang benar dengan menggunakan telebug butir butir padi tidak begitu banyak yang berceceran di sawah , bagaimana tidak, dikala kita menyabit 2 atau 3 rumpun padi ,langsung digebot pada telebug yang sudah berada dipinggir kita, tidak perlu ditumpuk dulu,tidak perlu diangkut dulu.menggebotnya/memukul-mukulkan malai padinya cukup dengan sebelah tangan [ tidak pelu keras keras seperti memakai kedua tangan] sementara tangan yang satu lagi memegang atau menghimpit sabit diketiak lengan. Keuntungan lain jerami langsung disebar [akan menyulitkan pencari jerami sebagai pakan ternak] artinya seluruhnya dikembalikan lagi ke sawah , pada prinsifnya telebuglah yang digeser kedepan dekat dengan rumpun padi yang akan disabit, apabila telebug sudah merasa berat untuk digeser, baru gabah dimasukan kedalam karung,Dalam hal pendapatan pekerja [ upah panen ] nampaknya lebih menguntungkan ,karena 1 orang pekerja bisa mendapatkan rata2 150 kg /hari [ 5 jam kerja], jika upah panen 10% dari pendapatan,maka upah nya 15 kg/orang [ Rp 52.500,-dengan harga rata2 GKP Rp3.500 ] .bandingkan apabila dengan cara alas terpal diatas pendapatan 15 kg /orang dalam kurun waktu 7 Jam. Yang perlu dipertimbangkan juga harga telebugnya [ Rp 60.000/buah ], lebih murah dari harga terpal biasa [Ukuran 3x4 ,harga kl Rp. 90.000,-]. Masih ada keuntungan lainnya,yaitu tidak pernah meninggalkan pekerjaan yang belum selesai jika ada gangguan atau pekerja telah lelah.[ biasanya ditumpuk terlebih dahulu, baru keesokan harinya digebot].