Loading...

INOVASI TABELA

INOVASI TABELA
Permasalahan usahatani padi selama ini antara lain adalah keterbatasan tenaga kerja, harga sarana produksi semakin mahal, lahan sawah berkurang, dan ketersediaan air semakin terbatas. Hal ini menginsfirasi Melki Ahmat petani milenial kecamatan linggosari baganti pesisir selatan sumatera barat untuk mengembangkan inovasi tanam benih langsung (Tabela) dengan memodifikasi alat tanam benih langsung (Atabela) dari bahan pipa paralon ukuran 5 inchi. "Alat ini cukup efektif cara penggunaanya dan dapat di kerjakan sediri".katanya. "Inovasi ini mampu meningkatkan produktivitas, biaya produksi rendah, hemat penggunaan air dan umur panen lebih cepat sehingga meningkatkan pendapatan petani secara signifikan".lanjutnya. Melki Ahmat juga ketua poktan bunga padi nagari padang XI punggasan mengatakan, "metode tebar benih langsung (Tabela) kelompok sudah melakukan untuk yang ke tiga kali musim tanam. Pada musim tanam sebelumnya hanya 5 hektar dengan produksi 5 ton/ha gabah kering panen. Sementara pada metode kompenslonal hanya 4.2 ton/ha. Jadi ada peningkatan produksi 0.8 ton / ha", jelasnya. "Direncanakan luas tanam tabela musim ini mencapai 50 ha" seiringan dengan adanya rencana Demontrasi Area (Demarea BTS) pada kelompok tani kami yang di program oleh dinas pertanian provinsi sumatera barat". Lokasi yang paling sesuai untuk penerapan tabela adalah agroekosistem sawah irigasi teknis. Meskipun demikian, pada agroekosistem lahan pasang surut, lahan kering, dan sawah tadah hujan juga dapat diterapkan dengan syarat pengelolaan air dan penyiapan lahan dilakukan secara khusus. Sistem tanam tabela akan sangat baik jika dipadukan sistem pertanian organik SRI. Kontributor : Junnaidy - thl pessel