Loading...

INOVASI TEKNOLOGI PENGGUNAAN MULSA PADA TANAMAN CABAI

INOVASI TEKNOLOGI PENGGUNAAN MULSA PADA TANAMAN CABAI
Cabai atau lombok dikenal masyarakat sebagai salahsatu bumbu dapur utama. Hampir setiap sajian makanan pasti menggunakan cabai sebagai penyebabnya. Rasanya yang pedas memang membuat masakan menjadi sedap. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, cabai juga bisa dimakan langsung, dijadikan sambal atau dimakan mentah bersamaan dengan gorengan. Tanaman cabai dapat tumbuh di wilayah Indonesia dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Peluang pasar besar dan luas dengan rata-rata konsumsi cabai 5 kg/ kapita/ tahun (2013) dan 90 persen cabai dikonsumsi dalam bentuk segar. Untuk itu diperlukan budidaya cabai sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP) yang mengedepankan keamanan pangan dengan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia untuk beralih kepupuk kandang/ kompos dan pertisida nabati (organik) serta dapat menurunkan biaya produksi.Tantangannya adalah bagaimana caranya agar produksi cabai terus meningkat agar petani cabai bias untung kedepannya. Penggunaan mulsa dalam pengembangan tanaman hortikultura memiliki peranan penting. Dikarenakan mulsa adalah plastik hitam putih yang digunakan untuk menutupi lahan tanaman budidaya untuk mencegah pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, menjaga struktur tanah, mencegah erosi permukaan tanah serta meminimalisir hama dan penyakit tanaman. Saat ini, petani ataupun kelompok tani dikecamatan Poasia sudah menerapkan teknik ini. Misalnya di Kelompok tani Berkah Kelurahan Anduonohu dan di Kelompok tani Lampareng Kelurahan Rahandouna. Disana petani sudah menggunakan mulsa dalam penanaman tanaman cabainya. Dan hasilnya lebih optimal dan lebih produktif dibanding sebelumnya(yang belum menggunakan mulsa). benih cabai yang digunakan adalah Varietas Darmais-F1 Penulis Muhtiar, SP, MP (Koord. BPP Poasia )