Di negara kita Indonesia, kacang kedelai termasuk salah satu bahan pangan yang sangat penting. Disamping kaya sekali dengan kandungan nutrisi dan sangat baik bagi tubuh, kacang jenis polong-polongan ini juga dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk kuliner. Sebut saja misalnya tempe, tahu dan susu kedelai. Di berbagai negara seperti Jepang dan Cina, konon kedelai juga dijadikan sebagai salah satu makanan yang secara rutin dikonsumsi oleh hampir semua penduduknya. Hal ini sangat berpengaruh dan dapat dilihat dari tingkat kesehatan penduduk di negeri tersebut yang relatif lebih baik. Oleh karena itu, sudah seharusnya lah masyarakat kita mengetahui dan memanfaatkan kelebihan kandungan gizi serta efek samping dari kacang kedelai ini serta mendorong petani kita untuk lebih produktif di masa mendatang dalam membudidayakannya.Dalam rangka meningkatkan produktivitas, produksi dan kesejahteraan petani kedelai, serta menjaga kelestarian lingkungan, telah diciptakan sebuah inovasi teknologi yang dikenal dengan sebutan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) kedelai atau soybean integrated crop management (ICM). Penerapan inovasi PTT kedelai ini dirancang berdasarkan pengalaman implementasi padi sawah yang telah terlebih dahulu dikembangkan di Indonesia dan memperlihatkan hasil yang cukup signifikan.PTT kedelai didefinisikan sebagai suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. PTT kedelai merupakan sebuah pendekatan inovatif dalam upaya untuk peningkatan: 1) Produktifitas dan 2) Efisiensi usahatani kedelai melalui penerapan teknologi kedelai yang memiliki efek sinergis saling mendukung, dilakukan secara partisipatif dan bersifat spesifik lokasi.PTT bukanlah paket teknologi produksi kedelai. Akan tetapi suatu pendekatan dalam produksi kedelai agar teknologi dan/atau proses produksi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, Kondisi dimaksud meliputi: 1. Kondisi bio fisik (iklim, air, tanah, organisme pengganngu tanaman; 2) Keadaan sosial ekonomi masyarakat (kemampuan dan keinginan petani) dan status kelembagaan yang terkait dengan pembanguan pertanian.Oleh karena itu, paket teknologi dapat beragam. Atau, sangat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya. Bahkan, antara satu kelompoktani dengan kelompoktani tetangganya. Diharapkan dengan pendekatan ini, selain produktivitas kedelai meningkat, biaya produksi juga optimal, dan produksinya berdaya saing serta dapat meningkatkan pendapatan petani itu sendiri.PTT kedelai merupakan inovasi baru untuk memecahkan masalah dalam peningkatan produktivitas kedelai. Sementara itu, teknologi intensifikasi kedelai bersifat spesifik lokasi, bergantung pada masalah yang akan diatasi. Komponen PTT ditentukan secara bersama-sama oleh petani melalui analisis kajian kebutuhan teknologi. Komponen teknologi yang diterapkan dalam PTT kedelai dikelompokkan kedalam teknologi dasar dan pilihan. Komponen teknologi dasar sangat dianjurkan di semua area pertanaman kedele, sedangkan penerapan komponen teknologi pilihan disesuaikan dengan kondisi, kemauan dan kemampuan petani setempat.Komponen teknologi dasar PTT kedelai terdiri dari lima hal yaitu : Varietas Unggul Baru (VUB); benih bermutu dan berlabel; pembuatan saluran drainase; pengaturan populasi tanaman dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara terpadu.Sedangkan komponen teknologi pilihan PTT kedelai ada enam yaitu : penyiapan lahan; pemupukan sesuai kebutuhan tanaman; pemberian bahan organik; amelioran pada lahan kering masam; pengairan pada periode kritis serta panen dan pasca panen.Penerapan PTT kedelai diawali dengan kegiatan pemahaman masalah dan peluang (PMP) pengembangan sumberdaya dan kondisi lingkungan setempat, dengan tujuan: 1) mengumpulkan informasi dan menganalisis masalah, kendala dan peluang usahatani kedelai; 2) mengembangkan peluang dalam upaya peningkatan produksi kedelai; 3) mengidentifikasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah setempat.Dalam rangka inovasi PTT kedelai, ada beberapa prinsip utama yang harus dilakukan: 1)Partisipatif, dimana petani berperan aktif memilih dan menguji teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat dan meningkatkan kemampuan melalui proses pembelajaran di laboratarium lapang. Dilakukan atas dasar kebutuhan, keinginan dan kehendak petani yang mendapat dukungan aparat terkait; 2)Spesifik lokasi, memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik, sosial budaya, serta ekonomi petani setempat; 3)Integrasi, melalui pengelolaan sumber daya lahan, air, tanaman, tanah dan OPT dengan baik secara terpadu; 4)Sinergis atau serasi, melalui pemanfaatan teknologi terbaik dan memperhatikan keterkaitan antar komponen teknologi yang saling mendukung; 5)Dinamis, dimana penerapan teknologi selalu disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta kondisi sosial ekonomi setempat. (Inang Sariati)Sumber :1. Atman, Ir, M.Kom. "Produksi Kedelai, Strategi Meningkatkan Produksi Kedelai Melalui PTT", Graha Ilmu, Yogyakarta, 2014.2. https://www.google.co.id/search?q=kedelai