Loading...

INPAGO 4, 5 DAN 6, VARIETAS UNGGUL PADI GOGO

INPAGO 4, 5 DAN 6, VARIETAS UNGGUL PADI GOGO
Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk serta terus berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan pertanian khususnya sawah untuk pemukiman, industri, dan sektor jasa menjadi tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya beras. Namun demikian, keberadaan lahan kering di sebagian besar wilayah Indonesia merupakan potensi untuk menghasilkan beras. Adalah jenis padi gogo yang dapat diusahankan di lahan kering. Jenis padi ini dapat tumbuh pada daerah yang bercurah hujan rendah atau pada bagian teratas dari suatu daerah berlereng yang tidak/kurang mampu menampung air relatif lama. Lahan kering yang berpotensi dikembangkan untuk padi gogo diantaranya pada daerah bantaran sungai, dan sebagai tanaman tumpangsasi dengan tanaman perkebunan dan hutan tanaman industri.Keberhasian usahatani padi gogo di lahan kering salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan varietas unggul baru. Berikut ini dijelaskan tiga varietas unggul baru padi gogo, yaitu: INPAGO 4, INPAGO 5, dan INPAGO 6. INPAGO 4: Tahan Penyakit Blas, Rasa Nasi PulenPadi varietas INPAGO 4 merupakan salah satu varietas unggul padi gogo. Varietas ini dapat dipanen pada umur 124 hari setelah tanam, memiliki jumlah anakan produktif rata-rata 11 batang per rumpun. Rasa nasinya pulen dengan kandungan amilosa 21%. Keunggulan penting lainny dari varietas ini adalah toleransinya pada aluminium (Al) dan mutu berasnya tergolong baik. Varietas INPAGO 4 merupakan hasil persilangan antara varietas Batutegi, Cigeulis dan Ciherang. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap penyakit Blas yang merupakan penyakit utama padi gogo. Potensi hasil varietas INPAGO 4 dapat mencapai 6,08 ton gabah kering giling per hektar. Hasil ini setara dengan hasil padi sawah irigasi. INPAGO 5: Bentuk Gabah Ramping, Rasa Nasi PulenVarietas padi INPAGO 5 dapat dipanen pada umur 118 hari setelah tanam. Atau lebih cepat panen 6-7 hari dibanding varietas INPAGO 4. Varietas INPAGO 5 dirakit dari beberapa galur asal Taman Bogor, Kuningan dan IRRI. Varietas ini memiliki tinggi tanaman rata-rata 132 cm, dengan jumlah anakan produktif rata-rata 14 batang per rumpun. Untuk memperoleh hasil optimal, diusahakan pada lahan yang subur dan dengan teknik budidaya yang tepat, varietas ini mampu berproduksi 6,18 ton gabah kering giling per hektarnya, atau setara dengan padi sawah irigasi.Keunggulan penting varietas IPAGO 5 ddalah ketahanannya terhadap serangan penyakit blas. Varietas ini dapat dikembangan pada lahan podzolik merah kuning. Bentuk gabah varietas ini ramping, rasa nasi puleb debgan kandungan amilosa 18%. INPAGO 6: Umur Genjah, Rasa Nasi PulenPadi gogo varietas INPAGO 6 memiliki potensi hasil 5,81 ton gabah kering giling per hektaranya. Sama halnya dengan INPAGO 4 dan 5, varietas ini juga memiliki ketahanan terhadap penyakit blas. Varietas ini berumur genjah, dan dapat dipanen pda umur 113 hari setelah tanam. Rata-rata tinggi tanaman ini 117 cm, dengan jumlah anakan produktif rata-rata 11 batang per rumpunnya. Beras varietas INPAGO 6 memiliki bentuk gabah ramping, tekstur nasi pulen, dengan kandungan amilosa mencapai 22%. Sumber: Sumber: informasi varietas unggul padi, tersedia di: www.litbang.deptan.go.idPenulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianEmail: ume_humaedah@yahoo.com