Varietas Inpago 9 merupakan varietas yang adatif untuk dikembangkan di daerah lahan kering pada lokasi daerah aliran sungai. Kegiatan penanaman padi varietas Inpago 9 ini merupakan tahapan kedua pada pelaksanaan kegiatan Dukungan Inovasi Pertanian untuk Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi pada Lahan Kering kerjasama antara BPTP Provinsi Jambi dengan KWT Melati Pandak sebagai petani kooperator. Pada MT II/MK lahan ini sudah ditanami padi gogo varietas Inpago 8, yang telah berhasil dipanen dengan produktivitas 5,2 ton/ha GKP, sehingga memasuki MT I/MH ditanam kembali varietas Inpago 9. Desa Teluk Pandak mempunyai potensi lahan kering seluas 80ha. Dimana biasanya petani menanam komoditi jagung manis, kacang tanah pada MT II. Sedangkan pada MT I, biasa petani menanam padi ladang menggunakan varietas lokal yang berumur enam bulan sehingga mereka hanya dapat mencapai IP 100 setiap tahunnya. Pada sebagian wilayah, pada MT II banyak petani yang tidak dapat menanam komoditi apapun karena sulitnya mendapatkan benih dan kendala pada perubahan iklim (ketidakmenentuan pola curah hujan) sehingga lahan mereka dibiarkan kosong. Dengan adanya kegiatan Peningkatan IP ini petani merasa senang karena dapat menanam padi dengan umur tanaman yang lebih pendek sehingga lahan mereka menjadi bermanfaat. Saat ini pertumbuhan varietas Inpago 9 sangat baik pada umur 65 HST, tinggi tanaman 50-60 cm dengan jumlah anakan 35-40 anakan. Diharapkan pertumbuhan ini akan terus baik hingga panen. Di tulis : Wenty Agustin, SP Penyuluh Pertanian Muda Desa Teluk Pandak