INTEGRASI TERNAK SAPI DENGAN KEBUN SAWITKegiatan adaptasi teknologi(Satker 10 Provinsi Sumatera Barat)INTEGRASI TERNAK SAPI DENGAN KEBUN SAWIT Lokasi : Kelompok Tani Argo Mulyo, Jorong Sungai SikaiNagari Batu Rijal, Kecamatan Padang LawehKabupaten DharmasrayaPenyuluh Pendamping: Amran, S.PKP, Davrican Arwel, S.PtWaktu Kegiatan: Oktober 2018 Sistem Integrasi sapi sawit adalah suatu kegiatan yang memadukan 2 (dua) ataulebihusaha dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Dengan peningkatan efisiensi suatu usaha atau kedua usaha yang dipadukan disamping menghasilkan produk utamanya juga menghasilkan produk yang digunakan,sebagai input usaha yang kedua atau juga terjadi hal yang sebaliknya, makadiperolehlah keuntungan/pendapatan ganda. Pada kebun kelapa sawitmenghasilkan (pelepah, hijauan daun dan gulma) sedangkan pada ternak sapi dapat menghasilkan(kotoran/pupuk organic) yang dapat dimanfaatkan untukkesuburan tanah dalam kebun kelapa sawit, dimana kondisi ini saling sinergidan bermanfaat. Pembinaan masyarakat petani kelapa sawit bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem integrasi sapi Sawit untuk meningkatkan pendapatan. Hasil samping perkebunan kelapa sawit sebagai berikut Pelepah Daun Sawit Hasil pengamatan di PT. Agricinal menunjukkan bahwa setiap pohon kelapa sawit dapat menghasilkan 22 pelepah/tahun dengan bobot pelepah per batang rata-rata 7 kg (Dwiyanto et al. 2004).Jumlah ini setara dengan 20.020 kg (22 pelepah x 130 pohon x 7 kg) pelepah segar untuk setiap hektar dalam setahun. Total Bahan Kering (BK) pelepah yang dihasilkan dalam setahun mencapai 5.219 kg/ha (20.020 kg x 26,07%). Jika diasumsikan kebutuhan BK ternak dengan bobot 300 kg adalah 9 kg (3 % x 300 kg), maka kebutuhan BK selama 1 tahun adalah 3.285 ton/ekor (9 kg x 365 hari). Jika pelepah daun sawit hanya boleh diberikan 50% dari suplai Hijauan Makanan Ternak (HMT), maka 1 hektar lahan kelapa sawit potensial dapat memenuhi kebutuhan 3 ekor sapi/tahun (5.219 kg / 3.285 kg / 50%).Tingkat kecernaan bahan kering pelepah dan daun kelapa sawit pada sapi mencapai 45%. Demikian pula daun kelapa sawit dapat digunakan sebagai sumber atau pengganti pakan hijauan. Namun, adanya lidi pada pelepah daun kelapa sawit akan menyulitkan ternak dalam mengkonsumsinya. Masalah tersebut dapat diatasi dengan perancangan alat pencacah yang tepat sehingga dapat diperoleh cacahan pelepah dan daun beserta lidi dengan ukuran 0,5 – 1 cm. PPKS telah berhasil memproduksi alat tersebut sehingga pemanfaatan pelepah daun kelapa sawit sebagai bahan pakan sapi dapat mencapai 70%. Pemberian pelepah kelapa sawit sebagai bahan pakan sapi dalam jangka panjang menghasilkan kualitas karkas yang baik (Balai Penelitian Ternak, 2003). Keunggulan Pelepah Sawit Dibandingkan RumputSemakin berkurangnya lahan terbuka yang menjadi tempat tumbuh rumput, menyebabkan kelangkaan bahan pakan hijauan ini. Ditambah lagi ketika musim kemarau tiba, rumput yang segar semakin susah didapatkan.Kualitas rumput yang ada pun menurun karena kekurangan air dan nutrisi dari tanah. Apabila diberikan sebagai pakan, maka pertumbuhan dan metabolisme ternak juga ikut terganggu.Berbeda dengan pelepah sawit. Bahan pakan ini selalu tersedia tanpa ketergantungan terhadap musim. Di samping itu, pemberian pelepah sawit dapat meningkatkan bobot hewan ternak. Pakan dari pelepah sawit lebih bernutrisi jika dicampurkan dengan bahan lain seperti jerami padi dan jerami jagung. Cara Membuat Pakan Sapi dari Pelepah SawitSetelah mengetahui seluk beluk pelepah sawit beserta kandungan nutrisi dan keunggulannya, saatnya Anda mempelajari cara mengolahnya agar menjadi pakan ternak. Siapkan bahan-bahan sebagai berikut:• Pelepah sawit• Dedak, bungkil sawit, atau bekatul sebagai sumber protein.• Tetes tebu atau molasses. Untuk 10 liter air, campurkan tetes tebu sebanyak 1 liter.• Probiotik berupa suplemen organik cair seperti Starbio atau HCS, dengan ukuran 1 tutup botol untuk 3 liter air.• Pupuk urea, dengan penggunaan maksimal 3 hingga 5% dari keseluruhan bahan untuk pakan.• Air Cara Membuat:• Siapkan pelepah sawit yang masih baru dipangkas dari pohonnya. Hindari pelepah yang sudah terlalu lama atau rusak.• Kupas pelepah sawit yang sudah dikumpulkan. Proses ini dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin pencacah yang lebih praktis dan hasilnya bagus.• Campurkan cacahan pelepah dengan larutan tetes tebu, dedak (bisa juga diganti dengan bekatul atau bungkil sawit)• Percikkan larutan urea ke dalam campuran tersebut secara merata.• Masukkan adonan ke dalam drum atau silo yang dapat menampung seluruhnya, kemudian padatkan.• Tutup rapat drum hingga tidak ada udara yang dapat masuk. Proses ini dilakukan agar terjadi fermentasi pada adonan. Simpan drum di tempat yang mempunyai suhu stabil, tidak terlalu panas atau terlalu dingin.• Biarkan adonan pakan ternak dari pelepah sawit di dalam drum selama 14 hingga 21 hari. Setelah melewati masa tersebut, adonan ini dapat Anda berikan kepada hewan ternak sebagai pakan dasar.Proses fermentasi ini akan menghasilkan pelepah sawit berwarna kekuningan dengan tekstur lembut, tidak berair, dan tidak berbau, jika dibuat dengan langkah yang benar. Selain itu aromanya juga wangi dan tidak berjamur.Sebelum memberikan kepada ternak, angin-anginkan sebentar untuk menghilangkan bau asam. Tips Memberi Makan Ternak dengan Pakan dari Pelepah SawitMengganti makanan ternak dengan olahan pelepah sawit memerlukan waktu. Binatang ternak yang selalu diberi makan rumput memerlukan masa adaptasi dengan makanan baru. Oleh karena itu, berikan pakan berupa pelepah sawit sedikit demi sedikit hingga hewan ternak Anda terbiasa. Sumber :Tugas Komunikasi Pembagunan Inovasi Sebagai Pesan Pembagunan Sistem Integrasi Sapisawit Di Lahan Perkebunan Fakultas Peternakan Unand https://ramesia.com/pelepah-sawit/ https://www.rumahmesin.com/cara-membuat-pakan-sapi-dari-pelepah-sawit