Integrasi Usahatani Tan. Jagung Dan Ternak Sapi menghemat Produksi
Penerapan sistem usahatani terpadu antara tanaman jagung dan ternak sapi merupakan salah satu upaya dalam penghematan biaya produksi dan dapat meningkatkan produktivitas lahan. Kotoran ternak dapat digunakan sebagai pupuk organik pada tanaman jagung untuk mengurangi secara bertahap penggunaan pupuk kimia sehingga pengeluaran petani untuk pembelian pupuk an-organik dapat berkurang. Dengan melakukan sistem usahatani terpadu antara tanaman jagung dan ternak sapi dapat dilakukan petani kita pada umumnya, sehingga kegiatan tersebut dapat diterapkan dan menghematan biaya produksiBanyaknya produk kotoran sapi peliharaan petani yang menghasilkan pupuk organik yang dihasilkan setiap ekor ternak sebesar kurang lebih 1,8 ton/tahun. Jika petani jagung masing –masing pemeliharaan ternak sebanyak 6 ekor dan mau memakan limbah dedaunan/tongkol jagung, maka petani akan mendapatkan dan memanfaatkan kotoran/pupuk organi tersebut sebnyak 10,8 ton/tahunDalam sistem integrasi tanaman-ternak bahwa ternak sapi memiliki peranan yang cukup besar dalam usahatani jagung karena berfungsi sebagai tenaga bajak/olah tanah, sebagai penghasil pupuk dan bahkan menjadi suplement pupuk organik untuk tanah dan mengakitbatkan tanaman jadi subur dan dapat meningkatkan produksi tanaman jagung maupun juga dapat meningkatkan berat badan ternaknya. Pada dasarnya penggunaan pupuk organik dalam usaha tani jagung dalam satu hektar kurang lebih menggunakan dosis sebesar 2 ton/ha/musim tanam. Dan bila petani penanaman jagung 2 kali setahun, maka akan memanfaatkan pupuk organik sebesar 4 ton/2 musim tanam jagung. Bila kita hitung dalam dua kali tanam jagung masih terdapat selisih produksi sisa pupuk sebesar 6,8 ton.Dari beberapa pengalaman petani/peternak dalam mengelola areal tanaman jagung yang diusahakan oleh petani dapat berfungsi sebagai produsen yang cukup besar dalam mendukung ketersediaan hijauan pakan dari segi kuantitas. Ketersediaan limbah jerami jagung tersebut selain hiajauan juga dilakukan melalui proses teknologi fermentasi dengan menggunakan probiotik (starbio) yang diharapkan mendapatkan pakan ternak kualitasnya meningkat dan disenangi ternak. Dari beberapa pengalaman petani jagung dalam mengelola areal tanaman jagung dengan penanaman 2 kali setahun dapat diperoleh hijauan pakan ternak sebesar 16,5 ton/ha/thn. Pemberian pakan hijauan yang telah difermentasi pada ternak sebesar 8 kg/ekor/hari akan menampung 6 ekor ternak dewasa. Kehadiran ternak sapi dalam sistem usahatani jagung merupakan komponen usaha yang bersifat saling melengkapi dan memberikan manfaat yang cukup besar kepada petani, disamping itu juga dapat mendorong petani untuk mengelola usahataninya secara optimal. Produksi jagung yang dihasilkan satu kali musim tanam bisa mencapai ± 5,07 ton/ha/musim, dan limbah yang digunakan untuk pakan ternak dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sapi berkisar sebesar 352 g/ekor/hariSebagai contoh pembuatan permentasi jerami jagung untuk makanan ternak yang dapat menghasilkan pupuk dan dapat mengurangi pembelian/penggunaan pupuk an-organik serta dapat meningkatkan hasil produksi jagung adalah sebagai berikut;Pakan Fermentasi Jerami JagungKumpulkan jerami jagung sebanyak satu ton dengan kadar air ± 65 % diruangan yang ternaungin tidak jauh dari kandang sapi.Jerami jagung dipotong-potong menggunakan mesin pencacah jerami/menggunakan arit/golok sebanyak satu ton.Campurkan probiotik sebanyak 5 kg/ton jerami jagung aduk hingga rataCampurkan pula pupuk Urea sebanyak 5 kg/ton jerami jagung yang sudah dipotong-potong aduk hingga merataLakukan permentasi dan amonisasi selama ± 3 mingguLanjutkan dengan melakukan pengeringan dengan sinar matahari agar mendapatkan pakan yang baik dan dapat disimpan lebih lama.Pakan fermentasi jerami jagung siap digunakan selanjutnya lakuan pengaturan terhadap pemberian pakan tersebut hingga habis dan lekukan proses berikutnya sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh petani/peternak diwilayah masing-masing.Dari rangkaian putaran usaha tani sistem usahatani terpadu antara tanaman jagung dan ternak sapi yang telah dilakukan oleh salah satu contoh petani yang melakukan sisten tersebut masing – masing pemeliharaan ternak mau memakan limbah dedaunan/tongkol jagung tersebut. Maka dapat menghasikan produk kotoran sapi peliharaannya sebesar kurang lebih 1,8 ton/tahun. Jika petani jagung memanfaatkan kotoran/pupuk organi tersebut, maka akan mendapatkan penghematan biaya produksi dalam berusahatani jagungnya. Ditulis Oleh: Sundari BBP2TP Bogor Sumber: Balitbangtan Tanaman pangan dan BPTP Gorontalo