HMT adalah kependekan dari Hijauan Makanan Ternak baik itu sejenis rumput (grass) maupun leguminosa (kacang-kacangan). .Rumput ini adalah salah satu rumput unggul yang mempunya inilai protein tinggi. Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (Cut and Carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau atau sapi, atau pun dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara membuat silase dan hay.Didesa Pulo Teugoh Kec. Makmur hamper semua petani ternak melakukan budidaya HMT dengan sistem intercropping, hal ini dikarenakan masih luas lahan perkebunan yang bisa dilakukan intercropping. Mata pencaharian pokok penduduk Pulo Teungoh adalah dari perkebunan dan juga penggemukan sapi secara tradisonal sebagai sampingan. Tujuan dari intercropping HMT dengan tanaman perkebunan adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur dan lahan lahan perkebunan .Manfaat daripada intercropping HMT dan perkebunan anatara lain adalah :- Petani kebun sama-sama menguntungkan baik untuk ternak maupun kelapa sawit/kelapa dalam/pinang.- Dengan pola ini ternak akan diuntungkan dengan banyaknya pakan hijauan ternak, sedangkan tanaman perkebunan akan diuntungkan dengan kebersihan dari semak belukar serta mendapatkan perawatan dan pemupukan.- Sistem ini pada akhirnya menghasilsilkan keuntungan diternak dengan ketersediaan pakan yang kontinuitas sedangkan tanaman perkebunan banyak menghasilkan buah yang berkualitas.