IRIGASI PADA PADA TEBU Pengelolaan air berperan penting dan merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi perkebunan diantaranya tanaman tebu. Kebutuhan air tanaman perlu diketahui, agar air irigasi dapat diberikan sesuai dengan kebutuhannya dan waktu diperlukan. Pemberian air yang tepat waktu dan jumlah sesuai yang dibutuhkan tanaman, di sampingakan merangsang pertumbuhan tanaman dengan baik juga akan meningkatkan efisiensi penggunaanair. Efisiensi penggunaan air yang tinggi akan meningkatkan luas areal pertanaman tebu yang bisa diairi. Kebutuhan air pada tanaman tebu sangat ditentukan oleh proses evaporasi dan transpirasi. "Evaporasi" adalah proses menguapnya air dari permukaan tanah atau air, sedangkan "transpirasi" adalah proses menguapnya air dari bagian tubuh tanaman. Di lapang kedua istilah tersebut digabungkan menjadi evapotranspirasi yaitu besarnya kehilangan air akibat penguapan dari permukaan tanah dan bagian permukaan tanaman. Mengingat pentingnya air bagi pertumbuhan tanaman tebu, sehingga diperlukan fasilitasi irigasi yang baik dan diatur sesuai kebutuhan. Cara pembagian Air irigasiAliran air irigasi yang utama adalah untuk pengairan tanaman, namun air irigasi juga mengalir pada rembesan ke bawah tanah (perkolasi) dan ke samping. Permukaan air irgasi dapat mengalami penguapan bahkan kebocoran. Terkait dengan hal tersebut cara pemberian air antara tanaman satu dengan lainnya berbeda-beda, maka kebutuhan air irigasinyapun juga akan berbeda-beda, oleh karena itu, kebutuhana irigasi harus dihitung dengan baik. Terdapat tiga cara pembagian air irigasi yaitu: 1) penggenangan tetap dan merata; 2) sistem golongan; dan 3) sistem rotasi. Penerapan ketiga cara tersebut tergantung pada jenis tanaman dan ketersediaan air irigasi.1. Penggenangan tetap dan merataCara ini air dibagikan ke seluruh areal yang ditanami secara merata dan tetap. Lahan digenangi terus menerus dengan ketinggian tetap selama masa pertumbuhan tanaman. Jumlah air yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan air tanaman secara maksimal. Cara ini dapat ditempuh apabila jumlah air, tersedia dalam jumlah cukup banyak, biasanya untuk tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi). 2. Sistem golongan, cara ini dilakukan bila jumlah air sangat terbatas, sementara kebutuhan air (terutama saa tpengolahan tanah) sangat besar. Maka saat tanam dilakukan secara bertahap dari satu petak tersier ke petak lainnya. Kelompok-kelompok dalam petak tersier ini disebut sebagai golongan, yang idealnya satu daerah irigasi dibagi dalam 3-5 golongan dengan jarak waktu tanam biasanya 2-3 minggu. Untuk memudahkan operasional jaringan irigasi, tiap pintu tersier diberi tanda yang menunjukkan urutan golongan dan tanggal menerima air irigasi. Urut-urutan pemberian air irigasi setiap tanaman, tiap tahunnya bisa dirubah sehingga permulaan masa tanam untuk tiap golongan tiap tahunnya juga berubah.3. Cara rotasi/giliran, jika terjadi kekurangan air akibat kebutuhan air yang banyak sementara tersedianya air kurang, maka perlu dilakukan pemberian air secara giliran antar petak tersier, atau antarpetak sekunder. Apabilaj umlah air yang tersedia sangat kecil, maka dimungkinkan dilakukan dengan giliran dalam petak tersier. Idealnya periode giliran adalah 2-3 hari dan jangan lebih dari 1minggu karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Pengelolaan air irigasi pada pertanaman tebuAda beberapa cara sistem pengelolaan air irgasi pada pertanaman tebu ada tiga cara yaitu: 1. Pengelolaan sistem reynoso - Dibuat Got keliling lebar dalam 85 cm- Dibuat saluran pembuangan- saluran irigasi 2. Pengelolaan budidaya tebu ditingkat usahataniUmur tanaman 11-16bulan, tebu ditanam pada musim kemarau (Juni - Agt) cara memberikan pengairan sebagai berikut: - Pada tanaman umur 0-2 minggu dilakukan 3 hari sekali- Pada umur 2-4 minngu dilakukan 1 kali per minggu- Pada umur 4-6 minggu dilakukan 1 kali per dua minggu- Pada umur 6 minggu dilakukan 3 bulan sekali- Jumlah air diberikan sebanyak 60 mm3. Pengelolaan budidaya tebu di petak tertier - Air dimasukkan saluran/ got kelilig dan lahan digenangi- Jika tebu sudah masak lahan dikeringkan- Perlu draenasi yang baik- Bulan 5 dan 8 pertumbuhan maksimal Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber :1) Modul Pengelolaan Lahan dan Air, 2014. Kerjasama Kementerian Pertanian dengan JICA; 2) Dihimpun dari berbagai sumber.