Loading...

Irigasi Padi Sawah

Irigasi Padi Sawah
Tanaman padi sawah memerlukan curah hujan antara 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun dengan ketinggian tempat optimal 0-1500 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman padi 23°C dengan intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan karena tanaman padi merupakan tanaman yang berbunga pendek dan sangat memerlukan energy sinar matahari yang penuh. Budidaya padi sawah dapat dilakukan disegala musim air sangat dibutuhkan oleh tanaman padi karena untuk pertumbuhan dengan proses fotosintesa . Pada musim kemarau, air harus tersedia untuk meningkatkan produksi tanaman padi sawah walaupun dalam keadaan macak-macak jangan sampai kekeringan karena dapat menjadikan tanaman padi mati/puso. Pengairan dengan teknik berselang air di areal pertanaman diatur pada kondisi tergenang dan kering secara bergantian dalam periode tertentu.Teknik gilir giring air didistribusikan 4-5 hari sekali kalau debit air irigasi/sungai sekitar 40%, sedangkan gilir glontor air didistribusikan 2-3 hari sekali kalau debit air 40-60%. Pada saat tanaman padi dalam fase berbunga ketinggian air pada areal persawahan agar dipertahankan sekitar 3-5 cm. Pada penanaman budidaya padi sawah dengan metode irigasi yang paling penting adalah menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang terus menerus namun lebih pada pengaliran air saja. Untuk itu, setiap hari petani biasanya melakukan control dan menutup serta membuka pintu air secara teratur,(1). Penanaman system irigasi pengairan dangkal, tanpa digenangi air, keadaan persawahan macak-macak sampai anakan berumur sekitar 10-14 hari, (2) Setelah itu, isi air untuk menghambat pertumbuhan rumput dan untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi pertumbuhan tanaman padi sawah dan melumpurkan tanah, digenangi sampai tanah tidak tersinari matahari, setelah itu diairi air saja dengan ketinggian genangan 2 cm.(3) Sekitar seminggu jika tidak ada pertumbuhan yang signifikan dilakukan pemupukan, ketika pelaksanaan pemupukan lahan dikeringkan dan galengan ditutup. Pemupukan biasanya dilakukan pada 20 hari setelah tebar, pupuk yang digunakan adalah kompos sekitar 175-200 kg, aliri sawah secara bergilir antara kering dan basah.Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : ksoehardi@yahoo.comSumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam Padi Sawah. Petunjuk PTT Padi Sawah, Badan Litbang Pertanian,2010