Loading...

IRIGASI TERSUMBAT BPP DAN JAJARAN TNI POLRI CAMAT DAN KELURAHAN SERIRIT BULELENG MELAKUKAN PEMBERSIHAN SALURAN

IRIGASI TERSUMBAT BPP DAN JAJARAN TNI POLRI  CAMAT DAN KELURAHAN SERIRIT BULELENG MELAKUKAN PEMBERSIHAN SALURAN
Normal 0 false false false EN-GB X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-language:EN-US;} Subak Puluran Kelurahan dan Kecamatan Seririt Buleleng melakukan gotong royong untuk pembersihan saluran irigasi utama sepanjang 200 meter yang lokasinya didepan pasar Seririt. Saluran ini setiap tahun selalu mengalami tersumbat akibat sampah terutama dari bahan plastik yang dibuang oleh masyarakat sekitar saluran air. Pemrakarsa kegiatan ini adalah Koordinator Pertanian dan Peternakan Kecamatan (P3K) Seririt, Wayan Wiranjaya, SP bersama pengurus kelompok Tani Subak Puluran. Kegiatan ini dilaksanakan, Rabu, 22 Oktober 2014, dengan melibatkan Anggota TNI AD sebanyak 15 orang, Babin Kamtibmas Seririt sebanyak 2 orang, Camat Seririt, Lurah seririt, Penyuluh Pertanian Kecamatan Seririt . Menurut arahan Koordinator P3K, Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pembersihan saluran ini adalah, untuk mengantisipasi kekeringan di Wilayah Subak Seririt dalam pelaksanaan P2BN tahun 2014. Kegitan ini agar dilanjutkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Buleleng, karena menyangkut lokasi saluran diwilayah pasar seririt. Dinas PU yang ikut dalam kegiatan ini akan mengusahakan agar kedepannya dapat diperbaiki, dan dapat meningkatkan produksi beras diwilayah subak Puluran. Masyarakat juga diimbau agar tidak senantiasa membuang sampah ke saluran irigasi. Subak Puluran adalah kelompok tani dengan kondisi lahan yang subur, hanya saja semakin tahun wilayah ini menurun jumlah areal akibat bangunan pemukiman. ( I Nyoman Sudrana, SP Penyuluh Pertian Madya )