Di WKBPP Cabo da Flora Kec. Tanjung Bunga Kab. Flores Timur Provinsi NTT Tahun 2020 ini sedang melaksanakan kegiatan Padat Karya Tunai bidang Pertanian dengan kegiatan perbanyakkan benih jagung komposit varietas Lamuru untuk disebarkan ke petani dalam musim tanam 2020/2021 ini. Keungulan jagung Komposit varietas Lamuru ini mempunyai sifat - sifat sebagai berikut : Umur : 105-110 hari Tinggi Tanaman: 180-220 cm Warna Biji: Kuning Bentuk Biji: Semi Mutiara Bobot 1000 Biji: 240-280 gram Potensi Hasil: 8,5 t/ha Tahan Penyakit Bulai, bercak dan Karat Wilayah Pengembangan sampai ketinggian 600 m diatas permukaan laut (dpl). Kriteria Benih Bermutu : Benih berlabel yang masih hidup Benih dengan tingkat kemurnian > 98% Daya tumbuh > 80% Campuran varietas lain < 0,2% Campuran kotoran benih < 2% Kadar air <13%ng berlabel dengan daya kecambah minimal 90% .Keb Jarak Tanam (Populasi 82.000 tan) Perbanyakkan benih jagung harus monokultur: Benih ditanam 2-3 biji perlubang Jarak Tanam 80 x 40 cm ( 2-3 biji/lubang) Jarak Tanam 80 x 15 cm ( 1 biji/lubang) Penjarangan dilakukan 2 Minggu setelah tanam (MST)agung untuk satu hektar Pemupukan Takaran pupuk 300 kg Urea /ha + 150 kg SP36/ha + 100kg KCI/ha Pupuk diberikan 2 kali, pertama saat tanam dengan dosis 1/3 dosis Urea atau (100kg urea/ha), seluruh dari dosis SP 36 dan KCL dengan dosis masing-masing (150 kg SP36/ha + 100 Kg KCI/ha). Pemupukan kedua diberikan 30 HST, yaitu memberikan 2/3 sisa Urea atau (200-200 kg urea /ha). Pupuk diberikan dalam lubang / larikan 10 cm disamping tanaman dan ditutup dengan tanah.. Penyiangan Penyiangan pertama pada umur 15 hari setelah tanam. Penyiangan kedua pada umur 28-30 hari setelah tanam,dilakukan sebelum pemupukan kedua. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jagung Penyakit bulai adalah penyakit pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur sclerospora maydis. Hama yang menyerang tanaman jagung akhir – akhir ini adalah ulat grayak / spodoptera frugiperda. Permukaan daun ditemukan serbuk kasar seperti serbuk gergaji. Ulat grayak ini merusak bagian daun pucuk, daun muda maka tanaman jagung dipastikan akan mati. Pengendaliannya antara lain : A. secara mekanik yaitu dengan menggunakan tangan mematikan ulat dan larvanya. secara biologis dengan penggunaan musuh alami yang berperan sebagai agen pengendali hayati misalnya kumbang kepik dan semut. C. Penggunaan bahan kimia. Panen dan Pasca Panen Panen sudah bias dilakukan jika klobot sudah mongering dan berwarna coklat muda, biji mengkilat, bila ditekan dengan kuku tidak membekas. Sedangkan pasca panennya adalah jagung harus dijemur dibawah sinar matahari secara terus menerus selama 3 – 4 hari atau sampai kadar air tidak lebih dari 14 % LANGKAH – LANGKAH PENGERINGAN Jagung harus dipanen pada saat sudah masak fisiologis. Kupas kulit kelonot dari tongkol yang sudah panen. Tongkol jagung di jemur dibawah sinar matahari . Setelah cukup kering baru dipipil. Biji jagung di jemur dibawah sinar matahari selama 7 hari hingga kadar air < 12 %. Cara sederhana mengecek kadar air masukkan biji jagung ke dalam botol air mineral dan tutup biarkan selama semalam. Bila tidak ada uap air dlm botol berarrti jagung tersebut telah kering. Biji jagung yang sudah kering ini disp fimasukkan dalam jerigen PENYIMPANAN Simpan dalam jerigen Dalam silo Hama Gudang : Hama gudang merupakan hama yang merusak jagung di tempat penyimpanan. Hama tergolong jenis kumbang yang bisa terbang dan membuat lubang pada biji jagung Kumbang ini merusak 20 – 100% tergantung kadar air dan hama ditempat penyimpanan. Satu siklus dari telur sampai kumbang dewasa siap bertelur sekitar 36 hari. Satu kumbang betina dewasa menghasilkan 300-400 telur. Setelah menetas, larva ini memakan biji jagung dan siap keluar sebagai kumbang dewasa. Penangkar Benih Jagung : Syarat - syarat seorang penangkar benih : Memiliki lahan Ada kemauan Meminta pengawalanpenangkaran benih Memiliki pengetahuan tentang cara menangkarkan benih. Memiliki akses untuk mendapatkan benih sumber. Berorientasi bisnis benih. Terdaftar dan memiliki surat keterangan Penangkar Benih. Memiliki lantai jemur dan gudang simpan. Oleh : Andreas Ado Aran, S.Pt BPP Cabo da Flora.