Pengembangan pertanian lahan kering merupakan alternatif yang sangat penting untuk mengalihkan paradigma lahan sawah sebagai tulang punggung pertanian dan sebagai pemenuhan utama produksi pangan nasional. Hal ini sangat beralasan karena lahan-lahan persawahan umumnya telah banyak mengalami alih fungsi menjadi lahan nonpertanian. Perkembangan luas lahan irigasi selalu berfluktuasi dan cenderung menurun setiap lima tahunan sesuai siklus musim kemarau. Tantangan lain dari lahan pertanian sawah adalah kemunduran produktivitas karena intervensi manusia yang sangat intensif. Lahan-lahan kritis relatif rentan terhadap fenomena kerusakan lahan akibat erosi, kesuburan serta produktivitas tanah yang relatif rendah, dan keadaan iklim yang kurang menguntungkan. Keterbatasan air tahunan merupakan kendala yang membatasi pola pertanaman yang ada di daerah lahan kering. Salah satu masalah yang dihadapi dalam upaya peningkatan produktivitas jagung adalah penanaman yang sering tertunda. Pada lahan kering beriklim kering dengan curah hujan terbatas, penanaman jagung harus tepat waktu agar tanaman tidak mengalami kekeringan. Pada lahan kering (tegalan) kebutuhan air dari tanaman bersumber dari curah hujan dan residu air tanah, sehingga penetapan waktu tanam sangat tergantung curah hujan. Bila curah hujan cukup sepanjang musim penanaman jagung dilahan kering dapat dilakukan dua sampai tiga kali dalam setahun. Kecamatan Pengadegan merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Purbalingga yang mayoritas lahannya adalah lahan kering / tegalan. Petani di kecamatan Pengadegan lebih memilih untuk menanam jagung karena jagung memiliki beberapa kelebihan diantaranya : Biaya produksinya rendah Penanaman jagung tidak diperlukan pengolahan tanah sempurna, pengolahan tanah dilakukan dengan minimum atau bahkan tanpa olah tanah. Yang terpenting adalah pembuatan saluran air agar lahan selalu kering karena jika tergenang air tanaman jagung tidak akan tumbuh dengan bagus bahkan bisa mati. Berbeda dengan tanaman padi yang mengharuskan pengolahan tanah dengan sempurna sehingga biaya oleh tanah pada tanaman jagung lebih rendah. Selain biaya oleh tanah yang lebih rendah tanaman jagung juga tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak pada penanaman, berbeda dengan tanaman padi yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak dalam penanamannya. Jarak tanam tanaman jagung lebih lebar sehingga jika dibandingkan dengan tanaman padi populasi tanamannya dengan luasan yang sama tanaman jagung memiliki populasi tanaman lebih sedikit. Dalam pemanenan jagung juga lebih mudah. Biaya yang paling tinggi dari pengelolaan tanaman jagung adalah pemupukan, tanaman jagung membutuhkan pupuk yang lebih banyak dibandingkan dengan tanaman padi, terutama pupuk urea. Batang, daun dan jagungnya bisa dijual untuk pakan ternak Ketika musim kemarau dan sulit dalam mendapatkan air tanaman jagung masih tetap bisa dipanen hijau untuk dijadikan pakan ternak. Batang, daun dan jagung muda yang dipanen umur 45-65 hari bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak ruminansia, jadi masih bisa mendapatkan keuntungan dari budidaya walaupun tidak dipanen tua. Jika tetap ingin dipelihara hingga menghasilkan tongkol jagung, tanaman jagung juga bisa hidup dengan air yang minim. Biji jagung dapat digunakan untuk pakan ternak unggas khususnya untuk pembuatan ransum ayam broiler atau ayam petelur. Harga jual jagung cukup stabil Jagung memiliki harga jual yang stabil, berbeda dengan tanaman padi jika musim penghujan harganya bisa turun drastis karena sulit dalam melakukan pengeringan. Jagung cenderung lebih stabil sehingga ada jaminan harga jika sewaktu-waktu panen. Penjualannya pun sangat mudah bahkan jika di lingkungan anda dekat dengan peternakan tidak jarang peternak-peternak mau membeli langsung dari rumah anda dengan harga mungkin malah lebih mahal dibandingkan dibeli oleh tengkulak di pasar. Tanaman Jagung bisa ditumpangsari dengan tanaman lain Tanaman jagung dapat ditumpangsasikan dengan tanaman lain, misalnya cabai misalnya. Jadi sebelum menanam jagung tanam cabai terlebih dahulu, maksudnya adalah agar tanam cabai tidak kalah dengan tanaman jagung karena tanaman jagung daunnya bisa menutupi sela-sela tanaman sehingga mengakibatkan tanaman tumpangsari tidak mampu bersaing dalam memperebutkan cahaya, apalagi pada awal-awal pertumbuhan cahaya matahari merupakan kebutuhan tanaman yang sangat penting. Jika melakukan penanaman tanaman cabai terlebih dahulu diharapkan tanaman akan mampu bersaing sehingga semua bisa menghasilkan dengan baik. Melalui tanam tumpangsari petani bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Mayoritas yang diusahakan petani di kecamatan Pengadegan adalah tumpangsari jagung dengan ubi kayu, karena tanaman ubikayu dapat tumbuh dengan baik walaupun tidakcukup air. enanaman jagung hanya cukup satu kali dalam satu tahun, setelah jagung dipanen kemudian tinggal pemeliharaan tanaman ubikayunya. Budidaya jagung cukup mudah/tingkat keberhasilannya lebih tinggi Budidaya tanaman jagung cukup mudah atau tingkat keberhasilan panennya lebih tinggi dibandingkan komoditas padi. Pengelolaan hama dan penyakit, tanaman jagung memiliki potensi serangan hama lebih sedikit dibandingkan tanaman padi, tingkat keberhasilan budidaya lebih tinggi. Hama yang sering meyerang tanaman jagung adalah uret, orong-orong dan ulat grayak. Dalam antisipasinya lebih mudah dibandingkan hama-hama utama pada tanaman padi. Sedangkan penyakit utama pada tanaman jagung adalah bulai, dalam antisipasi penyakit bulai ini bisa menggunakan benih yang secara genetis tahan terhadap serangan bulai. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam budidaya jagung perlu diperhatikan pemupukan tanamannya, dosis dan jenis pupuknya harus sesuai agar produksinya maksimal. Sumber : Ma’shum,M., Lolita E S., dan Sukartono. 2009. Strategi Pengelolaan Sumber Daya Pertanian Lahan Kering Berwawasan Lingkungan di Nusa Tenggara Barat. https ://debbyeka.blogspot.com. Pemupukan Pada Tanaman Jagung. Tanggal akses 6 Agustus 2019 Ditulis oleh : Sri Haryanti, SP – Penyuluh Pertanian Muda BPP Kec. Pengadegan