Jagung Putih Varietas Unggul Jagung putih banyak ditanam di lahan kering dataran tinggi sebagai bahan makanan pokok . Selain digunakan sebagai bahan makanan pokok jagung putih juga dapat digunakan sebagai bahan baku makanan kecil seperti emping jagung, marning, kerupuk jagung dll. Saat ini jagung putih yang banyak ditanam oleh petani adalah varietas lokal yang produktivitasnya masih sangat rendah yaitu hanya 2 ton/ha. Oleh karena itulah untuk meningkatkan produktivitasnya perlu dilakukan penanaman jagung putih varietas unggul. Balai Penelitian tanaman Serealia-Maros telah menghasilkan jagung putih varietas unggul yaitu Srikandi Putih dan galur jagung putih Maros genotive 2 yang dikenal dengan MS-2. Jagung MS-2 cocok ditanam di lahan kering dataran tinggi karena mempunyai sifat ; toleran terhadap kekringan, tahan rebah, umur panen 95 – 105 hari, rasanya enak, hasil mencapai 4,8 s.d 7,6 ton/ha.Jagung Srikandi Putih dianjurkan ditanam didataran rendah diutamakan pada musim penghujan, walaupun dapat juga ditanam di dataran tinggi. Namun pada umumnya umur panen lebih lama dan produktivitasnya lebih rendah bila dibandingkan bila ditanaman di dataran rendah.Jagung Srikandi Putih mempunyai ciri ; type biji semi mutiara dan gigi kuda, umur panen 105 – 110 hari, rata-rata hasil 5,9 ton/ha dan potensi hasil 8 ton/ha, tahan hawar daun dan karat, serta penggerek batang. Srikandi Putih dan MS-2 merupakan varietas jagung putih yang unggul, akan tetapi untuk memperoleh hasil yang optimal perlu dilakukan budidaya tanaman sesuai anjuran.Cara budidaya jagung putih baik untuk konsumsi maupun benih sbb :Gunakan benih dari varietas unggul dengan kualitas yang baik mempunyai daya tumbuh minimal 90%. Benih yang beredar di kios-kios benih/pasaran ada yang sudah dicampur dengan Ridomil kelihatan berwarna merah, dan ada juga yang belum dicampur Ridomil kelihatan berwarna asli benih jagung. Apa bila benih belum dicampur perlu dicampur dengan Ridomil sebanyak 1 – 2 gram/kg benih, berikan sedikit air lalu dicampur dengan benih sampai merata. Tebarkan benih yang telah dicampur dengan Ridomil diatas alas secara merata sambil dikering anginkan. Pencampuran ini dimaksudkan untuk mencegah seranagan penyakit bulai.Apa bila benih yang akan digunakan berasal dari hasil panen sendiri lakukan seleksi agar mendapat benih yang baik dan tidak rusak. Benih yang bermutu baik campurkan dengan Ridomil.Persiapan lahanLakukan pengolahan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak sekaligus digemburkan. Pada saat pengolahan tanah dapat langsung diberikan pupuk organik sebanyak 5 ton/ha, lahan diratakan dan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu.PenanamanBuat lubang tanaman sedalam 5 cm dengan jarak tanam 75 cm x 40 cm, atau 75 cm x 20 cm. Bila pada saat pengolahan tanah belum diberikan pupuk organik, maka berikan pupuk organik sebanyak 2 ton/ha dengan cara menaburkan pupuk pada stiap lubang tanam kemudian ditutup tanah. Tanam 2 butir benih pada setiap lubang untuk jarak tanam 75 cm x 40 cm, sedangkan untuk jarak tanam 75 cm x 20 cm hanya ditanam 1 butir benih pada setiap lubang. Perlu diperhatikan jangan lakukan penanaman benih langsung di atas pupuk organik karena bisa berakibat benih mati dan tidak tumbuh.PemupukanPada umur 7 – 10 hst, berikan pupuk urea 100 kg, SP-36 100 kg dan KCL 50 kg/ha dengan cara menaburkan pupuk pada larikan dengan jarak sekitar 10 cm dari tanaman, kemudian tutup kembali dengan tanah. Pada saat tanaman berumur 30 – 35 hst, berikan kembali pupuk urea sebanyak 200 kg/ha dengan cara yang sama seperti pemupukan pertama.Pemeliharaan tanamanLakukan penyiangan tanaman 2 kali, yaitu 15 hst dan 30 hst atau sebelum pemupukan yang keduaPemanenanJagung yang sudah siap dipanen ditandai dengan kelobot berwarna coklat muda dan mengering. Biji mengkilap dan apa bila ditekan dengan kuku sudah tidak mebekas.Apa bila jagung akan dijadikan sebagai benih dalam budidaya, maka perlu diperhatikan adalah benih harus jelas sumbernya sehingga diketahui kualitasnya. Isolasi tempatUntuk menghindari penyerbukan silang dari tanaman jagung lain disekitar tanaman jagung putih perlu dilakukan isolasi tempat. Artinya jarak antara areal pertanaman jagung putih yang akan dijadikan benih dengan tanaman jagung lainnya minimal 200 mIsolasi waktuWaktu tanam bisa maju atau mundur ± 30 hari dari waktu tanam tanaman jagung disekitarnya. Pada saat berbunga lakukan seleksi dari varietas lain dan type simpang seperti tanaman tidak bermalai. Lakukan penjarangan pada saat buah sudah umur 3 minggu setelah tanam, yaitu dengan memilih tanaman yang sehat sehingga diperoleh populasi yang diinginkan sesuai dengan jarak tanam yang digunakan. Dengan melakukan budidaya sesuai dengan anjuran akan diperoleh hasil yang memuaskan baik jagung untuk konsumen maupun untuk benih.Pasca Panen Jagung Putih Untuk BenihKupas jagung dari kelobotnya dan jemur, pipil biji dari tongkol dengan tangan atau menggunakan alat pemipil. Biji dari ujung pangal maupun ujung tongkol dibuang karena biji tersebut tidak layak untuk benih. Jemur biji diatas lantai jemur atau alas jemur untuk mengurangi kadar air. Jangan terlalu kering sehingga kadar airnya rendah yang dapat merusak embryo benih. Dan jangan terlalu basah, kadar air masih tinggi sehingga benih mudah berkecambah dan berjamur. Seleksi biji dari yang berwarna lain, bentuk dan ukuran lalu bersihkan dari kotoran. Simpan benih pada wadah di tempat yang kering, bersih, bebas hama dan penyakit dengan suhu ruang 30°C dengan kelembaban ± 50% serta pastikan benih telah berkadar air antara 10 – 11 % agar dapat mempertahankan daya tumbuhnya.Ruslia Atmaja-ppmkp ciawi/bppsdmpSumber : Pusat Perpustaakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, 2010