JAJAR LEGOWO 4:1, PAKET TEKNOLOGI PILIHAN PETANI PADI SAWAH KECAMATAN AIR HITAM
Padi merupakan pangan pokok di Kabupaten Sarolangun. Komoditi tanaman padi memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Demi peningkatan kualitas dan produktivitas maka diciptakanlah teknologi baru yang bisa diterapkan di lapangan dan sesuai dengan keadaan/ daerah penanaman. Salah satunya dengan sistem tanam Jajar Legowo Tipe 4:1. Jajar Legowo Tipe 4:1 mulai digemari petani di Kecamatan Air Hitam dumulai pada tahun 2015 dengan adanya kegiatan Gerakan Pengelolaan Peningkatan Tanaman Terpadu (GPPTT) yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun dengan Desa Pematang Kabau sebagai Desa Percontohan. Berdasarkan informasi dari Bapak Afrinal, S.PKP selaku penyuluh pertanian pendamping saat itu terdapat tiga kelompok tani sebagai lokasi pembelajaran, yaitu Kelompok Tni Sido Mulyo seluas 24 Ha, Kelompok Tani Sido Dadi seluas 26 Ha, dan Kelompok Tani Sido Makmur seluas 14 Ha. Dengan pola tanam tersebut, ternyata mampu mendongkrak produktivitas tanaman yang awalnya 3-3,5 Ton/ha menjadi 4-5,5 Ton/ha. Teknologinya adalah cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Yang berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang berada di pinggir akan menghasilkan produksi padi lebih tinggi dan kualitas dari gabah yang lebih baik, ini dikarenakan tanaman padi di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Tipe 4:1 banyak digunakan di kecamatan Air Hitam karena tipe sistem tanam jajar legowo 4:1 menghasilkan produksi gabah tinggi sedangkan dari tipe jajar legowo 2 : 1 dapat diterapkan untuk mendapatkan bulir gabah berkualitas benih (untuk pembenihan)