Pembangunan pertanian tanaman pangan dan ketahanan pangan kabupaten Jember menempati posisi strategis dan penting, karena mempunyai tanggung jawab untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan bahan pangan pokok masyarakat, meningkatkan pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. Sebagaimana diketahui Kabupaten Jember merupakan salah satu lumbung padi di Propinsi Jawa Timur, sedangkan Jawa Timur sendiri merupakan salah satu penyumbang beras utama di Indonesia. Untuk memenuhi kondisi tersebut maka perlu adanya upaya khusus peningkatkan produksi padi salah satunya dengan modifikasi dan perbaikan cara tanam. Teknik tanam jajar legowo sejatinya bukanlah teknologi terkini namun masih relevan untuk dipakai hingga sekarang. Jajar legowo 2:1 (40 cm x20cm x 10-15 cm) adalah salah satu cara tanam pindah padi sawah yang memberi ruang (barisan yang tida ditanami) pada setiap dua barisan tanam, tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 10-15 cm tergantung dari kesuburan tanahnya. Adapun keunggulan sistem jajar legowo antara lain :1. Adanya efek tanaman pinggir yang diharapkan memberikan produksi tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik; 2. Meningkatkan jumlah populasi /rumpun tanaman per hektar; 3. Terdapat ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpulan keong atau mina padi 4. Meningkatkan tanaman menerima sinar matahari secara optimal yang berguna dalam proses fotosintesis.; 5. Pengendalian hama, penyakit dan gulma menjadi lebih mudah; 6. Dengan areal pertanaman yang lebih terbuka dapat menekan hama dan penyakit; 7. Penggunaan pupuk lebih berdaya guna PERBANDINGAN POPULASI PADI? Tanpa larikan : 200.000 s/d 250.000 rumpun ? Larikan 20 x 20 : 250.000 s/d 300.000 rumpun ? Jajar legowo : 330.000 s/d 350.000 rumpun Kelompok tani Bina Tani Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember merupakan salah satu kelompok tani yang telah kontinyu melaksanakan tanam jajar legowo. Dirintis sejak awal tahun 2015 hingga sampai saat ini, tidak kurang dari 30ha lahan telah memakai sistem jajar legowo dalam budidaya usaha tani padi. Bukan hal yang mudah bagi kelompok tani mengkoordinir anggota petani untuk tetap istiqomah pada jajar legowo karena banyak pula penentangan dari regu tanam yang menganggap jajar legowo merepotkan. Namun berkat adanya kerjasama yang baik antara PPL dan kelompok tani hal tersebut dapat teratasi dan terbukti jajar legowo bertahan hingga sekarang dan mampu meningkatkan produksi padi 1-2 ton/ha. (diolah dari berbagai sumber)