JALUR GANDA DI BULUH DORI Secara umum jagung hibrida telah dikenal oleh masyarakat luas, namun yang membudidayakan jagung hibrida masih terbatas kalangan tertentu saja, padahal dengan menanam jagung hibrida hasilnya akan berlipat ganda bila dibandingkan dengan jagung manis biasa (non hibrida ).Mengingat akan pentingnya peranan jagung sebagai bahan makanan poko dan bahan baku industry, maka pemerintah khususnya Kementerian Pertanian akhir-akhir ini giat meningkatkan produksi pajale (padi jagung kedele) baik melalui intensifikasi dan ekstensifikasi (PATB). Dalam upaya memenuhi kebutuhan jagung tersebut, Indonesia telah mampu menanam jagung dengan produksi yang cukup tinggi, yakni jagung hibrida C1, hibrida CP1 dan Pioneer. Dari ketiga jenis jagung tersebut benihnya diproduksi oleh sebuah perusahaan swasta terkenal yang sudah berpengalaman di bidang agrobisnis dan agroindsutri. Tanaman jagung hibrida sebagaimana tanaman jagung pada umumnya akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik bila semua syarat-syarat tumbuh terpenuhi. Faktor iklim dan tanah merupakan factor yang paling penting bagi tanaman jagung hibrida dan kedua factor ini mempengaruhi. Walaupun tanaman jagung berasal dari daerah tropis, tanaman jagung mudah beradaptasi. Tanaman jagung akan tumbuh dengan baik bila syarat-sayart tumbuh terpenuhi. Faktor iklim dan tanah merupakan factor yang paling dominan bagi tanaman. Dalam pengolahan tanah biasanya dengan cara dicangkul, bajak atau dengan menggunakan traktor dengan kedalaman 15-20 cm, untuk tanah-tanah yang kelebihan air perlu dibuat saluran pembuangan agar pertumbuhan jagung tumbuh dengan baik. Waktu tanam yang tepat merupakan salah satu usaha untuk memperkecil kegagalan panen. Tanaman jagung dapat ditanam di sawah tegalan, pekarangan dengan syarat waktu tanam di musim penghujan lahan tidak digenangi air. JArak tanam jagung sangatlah bervariasi 20 cm x 75 cm, 40 cm x 80 cm dan benih yang dibutuhkan 15 kg-20 kg /ha dengan populasi 67.000 – 71.000 batang/ha. Sedangkan menanam system jalur ganda dengan jarak 20 cm x 25 cm x 75 cm dengan satu biji perlubang memperoleh 105.000 pupulasi batang/ha. v 25 v 75 v 25 v 75 v 25 25 20 20 75 20 20 75 20 20 v 25 v 75 v 25 v 75 v 25 v 20 20 75 20 20 75 20 20 v 25 v 75 v 25 v 75 v 25 v 20 20 75 20 20 75 20 20 v 25 v 75 v 25 v 75 v 25 25 20 20 75 20 20 75 20 20 v 25 v 75 v 25 v 75 v 25 25 Sistem tanam jalur ganda ini mulai diterapkan di Kelompok Tani Maju Bersama Kampong Buluh Dori Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam. Dengan jarak tanam jalur ganda ini mirip seperti menanam padi system jarow 2 :1, adapun gambaran ataupun contoh jarak tanam jalur ganda dapat dilihat dibawah ini . Dengan system populasi jelas lebih banyak dari seperti biasanya dan potensi panen juga bisa lebih banyak. Penulis : Fatimah situmorang (BPP Simpang Kiri)