Loading...

Jangan Biarkan Pekarangan Terlantar

Jangan  Biarkan  Pekarangan Terlantar
Program Kementerian Pertanian Republik Indonesia ( Kementan RI ) yang telah dilaksanakan oleh beberapa daerah di Indonesia termasuk kota Palangka Raya - Kalimantan Tengah yakni Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan ( P2KP ) Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) cukup memberikan dampak yang positif dalam menopang kebutuhan keluarga penerima kegiatan ini. Optimalisasi Lahan : Pekarangan Yang Sempit Dapat Dimanfaatkan Untuk Budidaya Seledri dan Tanaman Lainnya (Foto :Koleksi Pribadi) Sasaran kegiatan ini adalah rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani ( KWT ) dengan jumlah anggota 15 sampai 20 orang.Kegiatannya adalah memanfaatkan pekarangan dengan aneka jenis tanaman pangan,hortikultura dan tanaman obat keluarga (toga).Sejak digulirkan pemerintah beberapa tahun yang lalu, kegiatan ini semakin dirasakan manfaatnya.Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP4KP) kota Palangka Raya melalui Kabid Distribusi dan Ketersediaan Pangan Ir.Hj.Juniati, MM., bahwa pemanfaatan pekarangan dengan budidaya berbagai jenis tanaman seperti cabe, tomat, sawi, timun, seledri dan lain sebagainya, dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari rumah tangga."Jangan biarkan pekarangan kosong walaupun hanya satu jengkal, manfaatkan dengan optimal",kata alumni pasca sarjana IPB ini.Pernyataan tersebut disampaikan ketika melakukan monitoring dan evaluasi (monev) tentang perkembangan P2KP tahun 2015 pada KWT Rasao Jaya dan Putri Tani kecamatan Rakumpit kota Palangka Raya beberapa waktu yang lalu.Lebih lanjut menurut Juniati, bahwa komoditi seperti cabe wajib ada di setiap anggota kelompok disamping tanaman lainnya.Hal ini disebabkan karena komoditi ini sangat diperlukan dan menjadi faktor utama penyebab inflasi di daerah ini."Ketersediaan cabe di pasaran minim akan menyebabkan harga kebutuhan yang lain akan bergerak naik ", ujar mantan penyuluh di era 80- an ini.Oleh karena itu lanjutnya, untuk mengurangi laju inflasi yang disebabkan karena ketersediaan cabe di pasaran, kelompok diharapkan memberikan perhatian yang lebih ekstra terhadap komoditi ini dengan membudidayakannya secara kontinyu.Sementara itu, penyuluh pendamping P2KP Riko Niansyah,S.Pt. dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa kelompok yang dibinanya sudah dapat memenuhi kebutuhan akan sayuran bahkan sudah lebih dari cukup.Oleh karena itu,lanjut penyuluh yang memegang 2 (dua) WKPP ini,kelompok yang dibinanya sudah memasarkan beberapa komoditi seperti seledri,sawi,timun dan cabe,karena over produksi."Kelompok yang saya bina sudah memiliki aset yang cukup lumayan yang berasal dari pemasaran hasil kebun kelompok", kata penyuluh yang baru 1 (satu) tahun ditempatkan di lokasi ini.Melihat keberhasilan kelompok ini tidak salah jika instansi terkait memberikan predikat terbaik 1 (satu) dalam lomba P2KP konsep KRPL tahun 2015 tingkat kota Palangka Raya Kalimantan Tengah.Dalam kunjungan terakhir monitoring dan evaluasi kegiatan P2KP,disampaikan beberapa hal penting antara lain memanfaatkan pekarangan mutlak dilakukan karena dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pendamping kelompok jika mengalami kendala di lapangan dan tidak membiarkan lahan pekarangan kosong, karena dengan memanfaatkan lahan secara optimal akan memberikan keuntungan bagi anggota kelompok.Ke depan jika pemerintah tidak lagi membantu kegiatan ini, kelompok dapat melakukannya secara mandiri. (Ical) Syamsurizal.M,S.Pt. Penyuluh Pertanian Muda Dinas Pertanian,Perkebunan,Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya-KALTENG e-mail : rizal.ical03@gmail.com