Loading...

Jaringan Irigasi Di Subak Banyumala, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng

Jaringan Irigasi Di Subak Banyumala, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng
Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, melalui Bidang PSP di Tahun Anggaran 2020 memberikan bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk persawahan padi di Subak Banyumala, Kelurahan Banyuasri yang terletak di pusat kota Singaraja, di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Subak Banyumala mempunyai sistem pengairan ½ teknis, asal sumber air dari Tukad Banyumala, dan bendungannya terletak di Dusun Babakan, Desa Sambangan yang berada di Jalan Srikandi Gang Leli. Luas baku Subak Banyumala adalah 55 Ha, dengan jumlah anggota subak hingga tahun 2020 adalah 45 orang. Kegiatan usaha tani yang dilaksanakan adalah pertanian tanaman pangan dengan pola tanam Padi – Padi – Palawija/tembakau. Fungsi dari irigasi ini sangatlah penting didalam dunia pertanian. Irigasi dimanfaatkan oleh petani khususnya petani padi sawah untuk mengairi dan menjaga kecukupan air, khususnya di lahan sawah Subak Banyumala. Tanpa adanya jaringan irigasi tersier, maka aliran air dari sumber air tsb, tidak akan bisa sampai ke lahan sawah dan tidak bisa dimanfaatkan oleh petani. Oleh karena itu, jaringan irigasi tersier adalah komponen mutlak dalam jaringan sistem irigasi. Program RJIT merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan luas areal tanam. yaitu pengelolaan air irigasi dari hulu (up stream) sampai dengan hilir (down stream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Di Subak Banyumala, panjang saluran irigasi tersier yang direhab berdasarkan CPCL yang diajukan adalah sepanjang 103,5 meter, dengan tiga sisi pasangan beton cor, lebar 60 cm dan tinggi 50 cm. Dengan diserahkannya RJIT kepada kelompok tani Subak Banyumala, pembangunan jaringan irigasinya dilakukan secara gotong royong atau swakelola, yang mulai pengerjaannya dari 23 April 2020 sampai dengan 16 Mei 2020. Monitoring hasil kegiatan ini dilaksanakan di lokasi RJIT Subak Banyumala, pada hari Kamis, 4 Juni 2020, yang dhadiri oleh Ketua Tim Teknis drh. Gede Arya Citra, Koordinator Lapangan/Tim Teknis Ida Putu Sandiasa, SP, Koordinator Petugas Pertanian Kecamatan Buleleng Ketut Kamara, SP, Penyuluh Lapangan Wilayah Binaan Kelurahan Banyuasri Shinta Istihsan, SP, Kelian Subak Banyumala Made Suartana, Ketua UPKK Subak Banyumala Ketut Widiana, Pengurus Subak, Pengurus UPKK serta petani Subak Banyumala. Hasil pengukuran jaringan irigasi yang dilakukan oleh Tim Teknis, lebih panjang dari target. Target sesuai CPCL yaitu 103,52 meter, tetapi realisasinya adalah 146,7 meter, ada kelebihan 43,18 meter. Dengan terelisasinya kegiatan RJIT di Subak Banyumala ini diharapkan adanya peningkatan indeks tanam yang tadinya hanya bisa sekali setahun, harus menjadi dua kali atau lebih, dengan rata-rata produktivitasnya mencapai 6 ton per hektar. Selain itu harapan dari petani Subak Banyumala ke depan agar kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier terus dilanjutkan, mengingat masih banyak saluran irigasi tersier yang saat ini berupa saluran tanah, sehingga sulit untuk mengalirkan air sampai ke sawah bagian ujung. ( Penulis : Shinta Istihsan, SP – Penyuluh Pertanian Kecamatan Buleleng – Bali )